MENUJU JETRANAS 2018, SHILVI DAN FAULA LOLOS JETRADA REGIONAL JAWA TIMUR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, Shilvi Ainiyah (kelas XI IPA 4) dan Faula Madyana Aini (kelas XI IPA 4) yang didampingi oleh Mr. Eko Jarwanto telah sukses dalam Jejak Tradisi Budaya Tingkat Provinsi Jawa Timur. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Kamis – Jumat, 15 – 16 Maret 2018 bertempat di Hotel Ilhami Jln. Raya Jati Lengger Ponggok Blitar. Mereka berhasil lolos ke tahap berikutnya yang akan menjadi tim Jetra Jawa Timur.

Terima kasih disampaikan kepada Bapak dan Ibu Guru yang senantiasa membimbing mereka. Selamat dan sukses selalu.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KICK-OFF FLASH18, HEADMASTER OF SMADAH CUP DIMULAI

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam olahraga!!!

Semangat bergelora anak muda jaman now, berkarakter pesantren, cerdas, dan enerjik.

FLASH18 (Futsal League Senior High School of Assa`adah) 2018 merupakan kompetisi futsal tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Gresik-Lamongan yang diselenggarakan oleh OSIS-MPK SMA Assa`adah.  Tahun ini merupakan Flash yang ke-2 setelah Flash17 sebagai event perdana. Kompetisi ini merebutkan jutaan rupiah, voucher pendidikan, dan piala bergilir kepala SMA Assa`adah. Peserta Flash18 terdiri dari SMP N 1 Bungah, SMP N 1 Sidayu,  SMP N 1 Balongpanggang, SMP Al Ishlah Bungah, SMP BP NU Assaadah, SMP NU Karangrejo, SMP NU 1 Gresik,  MTs Assaadah 1,  MTs Kanjeng Sepuh Sidayu, MTs Tarbiyatus Shibyan Panceng, MTs Matlabul Huda Dukun,  MTs Al Azhar Sungonlegowo, dan MTs Ihyaul Ulum Dukun.

Terima kasih disampaikan kepada Bapak, Ibu, dan Karyawan yang telah mendukung, para alumni yang senantiasa mensupport acara tersebut. Pihak sponsor: INDOSAT, NESTLE, Lazizaa Chicken and pizza, Fatma Medika, AA Bakery, Bebek Pak Qomar, Gresik Sport Centre, AHASS,  RSI Mabarrot, PT Rollis, Lisa Trans, Putra Jaya, SSS, Prima, Dani Sport, Ihza FC, Vander Wijk, Hasil 70, Royal Cell, Suara Giri, dan Info Gresik.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

PIALA PAK DHE KARWO MAMPIR, HTRC 2018 HANG TUAH ROBO CUP

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, Squad Robocup Smadah yang dikomandani oleh Mr. Nurfi yang beranggotakan: 1) M. Fadlil Akbar Romadhlon, kelas X IPA 1, 2) Minhajun Ni`am, kelas X IPA 1, 3) Nur Hafidlotul Ilma, kelas XI IPA 4, dan 4) Khotibul Umam, kelas X IPA 5; akhirnya membawa pulang piala bergilir Gubernur Jawa Timur dalam HTRC 2018.

Lomba Robot tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Hang Tuah Surabaya pada tanggal 5 Maret 2018. HTRC 2018 Hang Tuah Robo Cup adalah lomba robot yang menggelar kompetisi Line Follower Analog dan Robot Sumo yang diikuti oleh para pelajar SMP-SMA dari seluruh Indonesia. The 7th HTRC 2018 Hang Tuah Robo Cup merebutkan piala bergilir Gubernur, beasiswa pendidikan, dan total hadiah sebesar 14 juta rupiah.

Selamat kepada tim Robocup Smadah, semoga bermanfaat, barokah, dan mampu mempertahankan piala bergilir di tahun depan.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

BIO EVENT UNISMA 2017

Nawawi, Syarif, dan Dzul Hilmi berasal dari kelas yang sama yaitu XII IPA 5. Mereka bertiga menjadi satu tim dalam kejuaraan Bio Event Competition (BEC) 2017 yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Malang. Alhamdulillah, pada tanggal 5 November 2017, tim BEC Smadah meraih Juara III BEC 2017. Alat yang mereka ciptakan adalah Alat Filtrasi Udara Kotor. Alat tersebut dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang ada di lingkungan sekitar. Selamat dan salam sukses untuk kaliar bertiga calon mahasiswa ITS. Terima kasih disampaikan kepada Ibu Wahyuni yang telah sabar mendampingi dan membina mereka bertiga, semoga segera studi lanjut S2 Bu Yuni. Amiin.

NIPRO 2018 ITS, DNS SMADAH KERENBANGET

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

NIPRO  (National Innovation Project) yang dipersembahkan oleh ICHEVO  ITS merupakan suatu ajang bergensi tingkat nasional bagi siswa-siswi SMA dan sederajat yang bertujuan untuk mengasah inovasi agar dapat menciptakan suatu inovasi produk maupun alat yang nantinya dapat berguna bagi masyarakat sekitar dan dapat mempunyai nilai guna lebih.

Tim Smadah dengan nama DNS (Dzul-Nawawi-Syarif) SMADAH mengambil kategori alat, dengan menciptakan Filtrasi Udara Kotor telah mampu bersaing dengan tim-tim dari penjuru Nusantara. Alhamdulillah mereka lolos menuju babak final  menjadi 10 besar terbaik se-Indonesia.

Selamat dan terus semangat calon-calon mahasiswa ITS, jangan lupa share dan  Bluetooth pengetahuan dan pengalamannya ke adik-adik kelasnya. Terima kasih disampaikan kepada Bapak dan Ibu Guru serta para alumni yang telah membantu, khususnya kepada Ibu Wahyuni. Semoga bermanfaat dan barokah.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

DAI & DAIAH SMADAH BERBAHASA INGGRIS, GEBYAR DIES NATALIS IAI TABAH 2018

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, tim Smadah mampu memeriahkan Gebyar Dies Natalis yang ke-1 IAI Tabah 2018 yang dilaksanakan pada 10 – 11 Maret 2018.  Nanda Nur Azizah dari kelas XI IPA 1 menjadi Juara Harapan III  Da`i dan Da`iah; ananda Khoirotun Nisa dari kelas XI IPA 1 meraih Juara II Olimpiade Bahasa Inggris.

Selamat untuk tim Smadah, kompak dan selalu semangat. Terima kasih disampaikan kepada Bapak dan Ibu Guru yang telah membimbing mereka. Semoga bermanfaat dan barokah.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

FLASH 2018

FUTSAL LEAGUE ASSA`ADAH SENIOR HIGH SCHOOL 2018

(FLASH 2K18)

TINGKAT SMP/MTs SE-KABUPATEN GRESIK DAN LAMONGAN

FLASH adalah kompetisi futsal tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Gresik dan Lamongan yang diadakan oleh OSIS-MPK Smadah. Kompetisi futsal ini merupakan Flash II yang akan diselenggarakan pada bulan Maret. Hasil pelaksanaan Flash I dapat dilihat pada kolom Galeri.

Peserta Flash2017:  MTs Assaadah 1(A), MTs Assaadah 1(B), MTs Kanjeng Sepuh, MTs Tarbiyatul Wathon, MTs Putra-Putri Simo, MTs Assa`idiyah, MTs Mambaul Ulum, MTs Al Muniroh, SMP Assaadah, SMP NU 1 Gresik, SMP Muhammadiyah 5 Bungah, SMP N 1 Sidayu, SMP N 3 Sidayu, SMP N 1 Balungpanggang, dan SMP N 1 Bungah.

Jawara FLASH 2017:

JUARA I      : SMP N 1 Balungpanggang

JUARA II     : SMP Assaadah

JUARA III    : SMP N 1 Sidayu

JUARA IV   : MTs Kanjeng Sepuh

Best Player : Reza Bayu dari SMP N 1 Balungpanggang

Top Score   : M. Andri Ahwani dari MTs Kanjeng Sepuh.

TANGGAL PENTING FLASH 2018:

PENDAFTARAN              : 12 FEBRUARI – 11 MARET 2018

TECHNICAL MEETING   : 11 MARET 2018

KICK OFF                        : 17 MARET 2018

CONTACT PERSON:

WA 085812566551 (BENY) 085839089655 (ADIT)

SMS/TELP 085735966415 (WIDYA)

LINE FERLYT_P (FERLY) 

IG @FLASHSMADAH18

JADWAL KOMPETISI FLASH 2018:

NOHARI/TANGGALJAMKETERANGAN
1SABTU/17 MARET 201808.00 – 16.30PEMBUKAAN DAN PERTANDINGAN KE I
2AHAD/18 MARET 201814.00 – 16.30PERTANDINGAN KE II
3JUMAT /23 MARET 201808.00 – 16.30PERTANDINGAN KE III
4SABTU/24 MARET 201814.00 – 16.30PERTANDINGAN KE IV
5AHAD/25 MARET 201814.00 – 16.30PERTANDINGAN KE V DAN PENUTUPAN

PELAJAR TELADAN KE-40, SMADAH TETAP EKSIS DAN SPORTIF

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pemilihan pelajar teladan yang ke-40 oleh Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Gresik dilaksanakan di Perguruan Hidayatul Ummah Balongpanggang Gresik pada tanggal 3 – 4 Maret 2018. Alhamdulillah tim smadah tetap eksis dan sportif dalam mengikuti tahapan yang ditentukan oleh panitia. Didampingi oleh Ibu muda yang imut-imut, Bu Mela Alista, tim Peldan40 berhasil menjaga tradisi dengan meraih prestasi: 1) Juara III Pelajar Teladan Putri oleh Ananda Nike Arni Naziroh dari kelas XII IPA 1, 2) Juara IV Pelajar Teladan Putra oleh Ananda Riyadlil Jinan dari kelas XII IPA 1, dan 3) Juara IV Speech Contest oleh Ananda Eva Rizka Amalia dari kelas XII IPA 1.

Terima kasih disampaikan kepada semua Bapak/Ibu Guru yang telah membimbing mereka. Selamat, semoga bermanfaat dan barokah.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

PONDOK ASWAJA SMADAH 2018

Dasar Pemikiran dalam Pelaksanaan Pondok Aswaja:

  • Prinsip yang selalu dijadikan sebagai landasan dalam pemikiran pendidikan ASWAJA, yaitu: “menempatkan sesuatu pada tempatnya; bersikap tegas pada tempatnya dan bersikap lembut pada tempatnya juga”.
  • ASWAJA juga sangat memahami bahwa pertentangan antara yang haq dan bathil akan terus berlangsung, sehingga dituntut sikap tegas dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat.
  • Menurut ASWAJA bahwa pendidikan  akidah Islam yang benar adalah hal yang paling urgen diajarkan di lembaga-lembaga pendidikan. Karena akidah Islam atau iman adalah ruh dari pada ajaran Islam itu sendiri. Semakin kurang iman seseorang maka semakin tipis ketaqwaannya, dan semakin kuat keimanan sesorang maka semakin tebal ketaqwaannya.
  • Keteguhan  ASWAJA dalam mengajarkan kebenaran adalah suatu pilihan yang tidak bisa ditawar tawar. Hal itu terwujud pada komitmen, konsistensi dan kontinuitasnya memberikan pendidikan kepada masyarakat dengan menggunakan pendekatan amar ma’ruf nahi munkar. Sikap mendidik yang tegas tanpa mudahanah tersebut terwujud dalam memberikan pendidikan dan pendampingan kepada masyarakat dengan metode tahdhir-nya (wanti-wanti; bahasa Jawa) terhadap tiga macam bentuk kekufuran (I’tiqadi, qauli dan fi’li).
  • ASWAJA berpendapat bahwa kesalahan dalam berkeyakinan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta ajaran-ajarannya  adalah sangat krusial dampak negatifnya dibanding kesalahan dalam berinteraksi kepada sesama makhluq. Ini dikarenakan kesalahan keyakinan terhadap Allah dan Rasul-Nya, serta ajarannya menyebabkan ketidak absahan segala amaliyah ibadah hamba kepada Tuhannya.
  • ASWAJA selalu menjelaskan berbagai macam dan bentuk kekufuran yang dilakukan oleh seorang hamba agar dijauhi dan ditinggalkan.
  • ASWAJA sangat antipati terhadap pemikiran-pemikiran agama Islam yang di tawarkan oleh gerakan radikal Islam semisal; wahabi, hizbul ikhwan, hizbu al-tahrir. Karena ketiga kelompok gerakan yang memakai label Islam tersebut kerap kali menggunakan dalil-dalil dari ajaran Islam yang tidak semestinya. Bahkan dalam menuangkan pemikiran radikalnya mereka mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang diberi label Islam sehingga membiaskan hal yang batil dari hal yang benar.
  • ASWAJA meyakini bahwa memahami permasalahan kaidah-kaidah yang bisa menunjukkan sebuah hukum kufur (keluar Islam; murtad) adalah hal yang paling krusial, karena ini adalah implementasi dari perintah menjaga diri dan keluarga dari ancaman siksa api neraka. Kekufuran hamba kepada Allah adalah bentuk kemungkaran yang paling besar dan berat, serta bentuk kedhaliman kepada Allah yang terparah. Mengenalkan bentuk-bentuk Kekufuran; baik yang mengandung unsur syirik ataupun tidak, harus terlebih dahulu diajarkan kepada masarakat agar bisa diingkari dan dihindari. Dan  kemudian akan berdampak pada pemberantasan maksiat-maksiat dan kemungkaran yang lain.
  • ASWAJA mengatakan : “Dalam penjelasan tentang perkataan-perkataan kufur yang bisa menyebabkan seseorang jatuh pada kekufuran, para ulama tidak membawa pendapat yang baru, mereka sepenuhnya menempuh jalan yang telah digariskan oleh para ulama madzhab empat, hal ini sebagaimana dikatakan oleh al-Hafidh Murtadla al-Zabidi dalam sharh{ Ihya’ Ulumiddin sebagai berikut: “ Para ulama madhhab empat telah menyusun penjelasan tentang perkataan-perkataan kufur”.
  • Sementara dalam mengajarkan beberapa masalah lain yang berkenaan dengan hukum-hukum aktifitas ibadah dan muamalah, ASWAJA lebih bersikap lembut, diantaranya pada permasalahan-permasalahan yang memang terdapat perbedaan pendapat diantara para ulama dalam menentukan hukumnya. Dalam menentukan materi pembelajaran yang berkaitan dengan praktik ibadah dan muamalah ASWAJA mengikuti kaedah yang sudah sangat dikenal: “laa yunkaru al-mukhtalaf fihi wa innama yunkaru al-Mujma’u ‘alaihi “artinya : hal yang diperselisihkan oleh para ulama, tidak diingkari orang yang mengikuti pendapat salah seorang dari mereka, sedangkan dalam hal yang disepakati sebagai perkara haram mesti diingkari.
  • ASWAJA yakin dan percaya  bahwa pendidikan rohani melalui tarekat-tarekat yang dirintis oleh para sufi sejati seperti Ahmad al-Rifa’i, al-Jilani, al-Badawi, al-Dusuqi dan lainnya pada prinsip dan awal mulanya adalah sebuah kebenaran yang diajarkan sesuai dengan syariat Rasul Allah dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam, kecuali tarekat-tarekat yang kemudian disisipi paham yang tidak benar seperti Hulul, Wahdat al-Wujud, dan bentuk-bentuk sikap Ghuluw terhadap para shalihin.
  • Dalam pendidikan rohani, ASWAJA  perlu menekankan pada pembelajaran dan pengenalan terhadap kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh hati setiap hamba, dan mengenal maksiat-maksiatnya. Serta mengenalkan bentuk-bentuk maksiat anggota badan; tangan, mulut, perut, kaki, telinga, mata. Kita  berkeyakinan bahwa dari mengenal kewajiban dan maksiat hati serta anggota badan tersebut adalah karakteristik asal daripada pendidikan tasawuf. Dan bahwa tidak mengetahui hal-hal tersebut akan menyebabkan terjerumusnya hamba kedalam dosa-dosa yang tanpa ia ketahui.
  • Dalam menyajikankan materi pembelajaran perlu selalu melakukan autentifikasi (pemurnian dan legalisasi, akurat) secara ilmiyah (riset dengan rantai sanad yang sahih) dan penelusuran dalil shar’iterhadap seluruh permasalahan, karena titik tolak pemikiran ASWAJA adalah shar’ bukan pendapat atau pemikiran pribadi. Hal ini dilakukan dengan penuh amanah, dengan berpegang teguh kepada Nushus Syar’iyyah dan dalil-dalil yang kuat dalam berargumentasi. Prinsip ini terlihat dalam banyak masalah, diantaranya; dalam penegasan  perbedaan antara Nabi dan Rasul yang selama ini umum dipakai adalah definisi yang salah dan tidak sesuai dengan dalil-dalil shar’i serta bertentangan dengan apa yang telah diajarkan oleh para ulama terdahulu.
  • Dalam mendidik ASWAJA selalu mengarahkan tujuan pendidikannya kepada pembentukan sikap moderat, proporsional, toleransi yang proporsional ( sesuai dengan kaidah kaidah yang berlaku dalam sariat dan adat kebiasaan umat Islam), tegas dalam bersikap dan bertindak, tegas terhadap penolakan semua bentuk ekstremisme dan sikap berlebih-lebihan dalam beragama karena Islam adalah merupakan sebuah ajaran yang merupakan pembatas dan bagaikan garis tengah antara al-Ghuluw ( ekstrim) dan al-Taqsir (terlalu lemah dalam mensikapi keadilan), yakni agama Islam mengajarkan sikap al-I’tidal (konsisten terhadap ajaran agama, tegas dan moderat).
  • Contoh pemberian fatwa proporsional tentang pelaku maksiat dalam pandangan ASWAJA adalah :bahwa seorang pelaku dosa seperti berzina, meminum khamr dan semacamnya tidak dihukumi kafir, selama manusia tersebut tidak menganggap (meyakini) bahwa melakukan dosa-dosa semacam itu boleh dilakukan (halal) dan tidak haram dilakukan.
  • Pemikiran pendidikan dalam berpolitik yang dicetuskan ASWAJA adalah dalam menghukumi orang yang tidak memberlakukan hukum Islam dan memberlakukan hukum positif dalam sebuah state (Negara), selama orang tersebut tidak menolak (memberontak) hukum Islam atau menganggap hukum positif lebih baik dari hukum Allah (Islam), dalam masalah ini status orang tersebut tidak dijustifikasi murtad tetapi berstatus muslim yang belaku maksiat dan tidak sempurna imannya. Dan tetap tidak bisa di gulingkan dari jabatan pemimpin.
  • ASWAJA harus Responsive terhadap perkembangan yang terjadi di masyarakat, terutama dalam menyikapi pemikiran-pemikiran yang baru yang muncul sebab kebebasan berpikir, yang menurut Keyakinan agama Islam sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Hal ini terwujud diantaranya harus men-tahdhir dengan menggunakan berbagai tulisan yang menjelaskan  berbagai kelompok dan ucapan-ucapan serta buku-buku yang berisi pemikiran yang sesat (tidak dalam jalur yang benar dalam timbangan syariat) dan menyempal (keluar dari jalur yang selama ini diajarkan oleh Nabi yaitu; al-Jama’ah) dari mayoritas umat Muhammad, yang membawa nama-nama baru (label-label baru) yang menyimpang.
  • ASWAJA harus selalu mengajarkan dan mengajak untuk senantiasa menjunjung tinggi akhlak-akhlak yang mulia dan menghidupkan kembali akhlaq nabawiyah dan haliyah (cara bersikap) seperti generasi salaf yang luhur, seperti keikhlasan, amanahhusn al-khuluq, bersabar, al-Hilm wa tark al-ghadabhusn al-Dhanntawadlu’tahabbtanashuh, tafaqqud, tazawur, tathawu’, tidak otoriter, dan senantiasa menjunjung tinggi prinsip musyawarah, shadd al- himam wa mujanabat al-kasal, qana’ah, al-tazawwud li al-akhirah, meninggalkan tana’um, tark al-fudul, pengorbanan untuk akhirat.

Tema Kegiatan: “Islam, Aswaja dan Kemajuan Peradaban Islam dari Masa ke Masa”

Tujuan Kegiatan:

  • Para peserta didik memahami mengetahui konsep ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dengan baik.
  • Para peserta didik mampu mengimplementasikan konsep-konsep keilmuan yang diwariskan Ahlussunnah wal Jama’ah dengan sempurna.
  • Para peserta didik mampu berkiprah dalam menyampaikan konsep dan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dalam sekup dia tinggal sebagai implementasi tanashuh sesama muslim.