
GRESIK — Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2026, SMA Assaadah Bungah menggelar berbagai perlombaan kebahasaan dan sastra pada Selasa, 20 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.45 WIB di lingkungan sekolah ini diikuti oleh siswa SMA Assaadah dan diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa bersama OSIS SMA Assaadah sebagai panitia pelaksana.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra, serta meningkatkan keterampilan berbahasa. Selain itu, peringatan Bulan Bahasa juga bertujuan memperkuat kesadaran siswa untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus menghargai kekayaan bahasa daerah dan mempelajari bahasa asing.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Assaadah Bungah. Pembukaan tersebut menandai dimulainya berbagai kompetisi yang dirancang untuk mengasah kemampuan literasi, keberanian berbicara, kreativitas, serta daya kritis siswa.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan tiga jenis perlombaan, yakni Maca Geguritan, Pidato Tiga Bahasa, dan Debat. Ketiga lomba tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman belajar melalui kompetisi yang edukatif.
Lomba Maca Geguritan menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal, membaca, dan mengapresiasi karya sastra Jawa. Melalui lomba ini, siswa dilatih memahami isi geguritan, menghayati makna, serta menampilkan pembacaan dengan penghayatan dan ekspresi yang sesuai. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya melestarikan bahasa dan sastra Jawa sebagai bagian dari kekayaan budaya.
Sementara itu, Lomba Pidato Tiga Bahasa menghadirkan tantangan bagi siswa untuk menyampaikan gagasan dalam bahasa Arab, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Kompetisi ini tidak hanya menguji penguasaan bahasa, tetapi juga melatih keberanian tampil di depan umum, kemampuan menyusun materi, serta keterampilan berkomunikasi secara runtut dan meyakinkan.
Adapun Lomba Debat dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi berdasarkan alasan yang logis, serta menanggapi pendapat lawan secara santun. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa perbedaan pandangan merupakan bagian dari proses berpikir dan berdiskusi yang sehat. Peserta juga dilatih untuk menyampaikan pendapat secara terstruktur sekaligus menghargai sudut pandang orang lain.
Guru Bahasa Indonesia sekaligus Koordinator Media SMA Assaadah Bungah, Ahmad Sofyan Hadi, S.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Bulan Bahasa memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi dan meningkatkan keterampilan komunikasi siswa.
“Peringatan Bulan Bahasa bukan sekadar kegiatan perlombaan, melainkan juga momentum untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa dan sastra. Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar mengekspresikan gagasan, mengembangkan kreativitas, melatih keberanian berbicara, serta membangun kemampuan berpikir kritis. Kami berharap pengalaman ini dapat mendorong siswa untuk terus meningkatkan kemampuan literasi dan menggunakan bahasa secara baik, benar, dan santun,” ungkap Ahmad Sofyan Hadi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing. Ketiganya dapat menjadi bekal penting bagi siswa untuk berkomunikasi, memperluas wawasan, serta menghadapi tantangan di era global.
Pelaksanaan Bulan Bahasa 2026 di SMA Assaadah Bungah menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dan sastra dapat dikembangkan melalui kegiatan yang kreatif, menyenangkan, dan kompetitif. Kolaborasi MGMP Bahasa dengan OSIS sebagai panitia juga menjadi bentuk pembelajaran nyata bagi siswa dalam berorganisasi, bekerja sama, dan bertanggung jawab menyukseskan kegiatan sekolah.
Melalui peringatan Bulan Bahasa ini, SMA Assaadah Bungah berharap tumbuh generasi muda yang tidak hanya terampil berbahasa, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap sastra, budaya literasi yang kuat, kemampuan berpikir kritis, serta sikap santun dalam menyampaikan gagasan. Dengan demikian, bahasa tidak sekadar menjadi alat komunikasi, tetapi juga sarana membangun karakter, memperluas pengetahuan, dan mempererat persatuan.
(Humas/Tim media)
