SMA Assaadah Bungah Fasilitasi Perekaman KTP, Siswa Antusias Manfaatkan Layanan Dispendukcapil

Foto: Kegiatan perekaman KTP/KIA di ruang Perpustakaan SMA Assaadah Bungah.

Gresik – SMA Assaadah Bungah terus berupaya memberikan kemudahan layanan administrasi bagi para siswa. Salah satunya melalui kegiatan Perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang menghadirkan petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Gresik di lingkungan sekolah.

Kegiatan perekaman KTP tersebut dilaksanakan di Perpustakaan SMA Assaadah Bungah. Kehadiran layanan administrasi kependudukan di sekolah mendapat sambutan positif dari para siswa. Sejumlah siswa tampak antusias mendaftarkan diri dan mengikuti proses perekaman sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

Pelaksanaan perekaman di sekolah menjadi langkah praktis untuk membantu siswa yang telah memenuhi persyaratan melakukan perekaman KTP. Dengan adanya layanan langsung dari Dispendukcapil, siswa tidak perlu meninggalkan lingkungan sekolah untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan tersebut.

Sejak kegiatan dimulai, siswa secara bergantian mengikuti tahapan pendaftaran dan perekaman. Mereka mengikuti arahan petugas dengan tertib, mulai dari proses verifikasi data hingga tahapan perekaman data kependudukan. Suasana di Perpustakaan SMA Assaadah Bungah pun tampak lebih ramai dengan aktivitas siswa yang menunggu giliran mendapatkan pelayanan.

Staff Waka Humas SMA Assaadah Bungah, Ibu Ekka Nur Islahiyah, S.Si., mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu siswa dalam memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan.

“Kami sangat mengapresiasi layanan dari Dispendukcapil Kabupaten Gresik yang hadir langsung ke sekolah. Anak-anak juga terlihat antusias untuk mendaftar dan mengikuti proses perekaman. Ini tentu menjadi kemudahan bagi siswa karena pelayanan dapat dilakukan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Menurut Ekka, kegiatan tersebut juga memiliki nilai edukatif bagi siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan pelayanan administrasi, tetapi sekaligus belajar mengenai pentingnya memiliki dan mengurus dokumen kependudukan secara tertib.

Hal senada disampaikan Waka Humas SMA Assaadah Bungah, Bapak Eko Jarwanto, M.Pd. Ia menilai kegiatan perekaman KTP merupakan bentuk sinergi positif antara sekolah dan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda.

“Sekolah tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini. KTP merupakan dokumen kependudukan yang penting bagi warga negara. Dengan menghadirkan Dispendukcapil ke sekolah, kami ingin memberikan kemudahan kepada siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa administrasi kependudukan harus diperhatikan sejak dini,” jelasnya.

Pak Eko menambahkan bahwa antusiasme siswa menunjukkan bahwa layanan administrasi kependudukan di sekolah memang dibutuhkan. Menurutnya, kolaborasi semacam ini perlu terus dikembangkan agar berbagai kebutuhan pelayanan siswa dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Kegiatan perekaman KTP di SMA Assaadah Bungah menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga mendukung kebutuhan administratif dan kesiapan siswa sebagai warga negara.

Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengurus dokumen kependudukan sekaligus belajar mengenai pentingnya tertib administrasi, tanggung jawab sebagai warga negara, dan kesadaran terhadap identitas kependudukan. Kehadiran layanan Dispendukcapil di sekolah pun menjadi bentuk pelayanan publik yang semakin dekat, mudah, dan bermanfaat bagi para siswa.

(Humas/Tim media)

Belajar Seni Panggung Secara Langsung, Ekstrakurikuler Teater SMA Assaadah Bungah Study Pentas di Pendopo Cak Durasim

Foto: Peserta ekstrakurikuler SMA Assaadah Bungah dalam acara Studi Pentas Teater di Surabaya.

Gresik — Sebanyak 24 siswa Ekstrakurikuler Teater SMA Assaadah Bungah mengikuti kegiatan Study Pentas Teater pada pekan ini di Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Pendopo Cak Durasim, Surabaya. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Genteng Kali No. 85, Genteng, Surabaya, tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para siswa untuk memperluas wawasan sekaligus merasakan atmosfer seni pertunjukan secara langsung.

Para peserta tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bereksplorasi di lingkungan Taman Budaya. Mereka mengamati berbagai aspek pertunjukan, mulai dari suasana panggung, ekspresi pemain, penghayatan karakter, tata artistik, hingga interaksi antara pemain dan penonton.

Kegiatan semakin menarik karena para siswa berkesempatan menyaksikan penampilan Komunitas Tombo Ati dari Jombang dengan judul pertunjukan “HAJATAN”. Pementasan tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi peserta untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah gagasan dikembangkan menjadi pertunjukan teater yang memiliki kekuatan cerita, karakter, dialog, gerak, dan unsur artistik.

Didampingi Pembina Ekstrakurikuler Teater Muhammad Dzunnurain (Cak Roin), ke-24 siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Bagi mereka, Study Pentas menjadi pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran teater yang selama ini dilakukan di lingkungan sekolah.

Pembina Ekstrakurikuler Teater SMA Assaadah Bungah, Muhammad Dzunnurain (Cak Roin), mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada para peserta ekstrakurikuler.

“Anak-anak perlu melihat dan merasakan langsung bagaimana dunia pertunjukan teater berlangsung. Dengan datang ke ruang seni dan menyaksikan pementasan secara langsung, mereka bisa belajar banyak hal yang tidak selalu bisa didapatkan hanya melalui latihan di sekolah,” ujarnya.

Menurut Cak Roin, kesempatan bereksplorasi di Taman Budaya juga penting untuk menumbuhkan keberanian dan kepekaan artistik siswa. Mereka dapat mengamati lingkungan seni, berdiskusi, sekaligus menemukan inspirasi yang nantinya dapat dikembangkan dalam proses latihan dan pementasan di sekolah.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi pembelajar. Mereka bisa mengamati, menganalisis, kemudian mencoba mengembangkan apa yang mereka lihat sesuai dengan karakter dan kreativitas mereka sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan Ekstrakurikuler Teater. Menurutnya, kegiatan di luar lingkungan sekolah seperti Study Pentas memiliki peran penting dalam memperkaya pengalaman dan mengembangkan potensi siswa.

“Ekstrakurikuler bukan hanya tentang kegiatan rutin di sekolah, tetapi juga bagaimana siswa mendapatkan pengalaman nyata di luar sekolah. Kegiatan seperti ini sangat positif karena anak-anak dapat mengenal lebih dekat dunia seni dan budaya sekaligus mengembangkan kreativitas, keberanian, komunikasi, dan kerja sama,” tuturnya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk semakin aktif berkarya dan berprestasi di bidang seni.

Study Pentas di Pendopo Cak Durasim menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mempertemukan siswa dengan ekosistem seni pertunjukan secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, peserta Ekstrakurikuler Teater SMA Assaadah Bungah tidak hanya belajar tentang teater, tetapi juga belajar menghargai proses berkesenian, memahami keberagaman ekspresi budaya, membangun kepercayaan diri, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Pengalaman menyaksikan pertunjukan “HAJATAN” bersama Komunitas Tombo Ati dari Jombang diharapkan menjadi inspirasi baru bagi 24 peserta untuk terus bereksplorasi dan menghasilkan karya-karya teater yang kreatif, komunikatif, serta memiliki nilai edukatif dan budaya.

(Humas/Tim media)

Muhammad Fakhri Amrullah dan Dinda Aulia Syafitri Terpilih Pimpin OSIS SMA Assaadah Bungah Periode 2026/2027

Gresik — Pesta demokrasi siswa SMA Assaadah Bungah berlangsung semarak dan lancar. Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) periode 2026/2027 yang dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, berhasil menetapkan Muhammad Fakhri Amrullah (XI-1) dan Dinda Aulia Syafitri (XI-4) sebagai pasangan terpilih untuk memimpin OSIS SMA Assaadah Bungah periode 2026/2027.

Kegiatan pemilihan berlangsung di lingkungan SMA Assaadah Bungah dengan melibatkan seluruh warga sekolah yang memiliki hak suara. Sebelumnya, tiga pasangan calon telah menyampaikan visi dan misi melalui kegiatan orasi di hadapan siswa dan guru. Tahapan tersebut memberikan kesempatan kepada setiap pasangan untuk memperkenalkan gagasan serta program yang akan mereka jalankan apabila mendapatkan amanah sebagai pengurus inti OSIS.

Setelah proses pemungutan dan penghitungan suara selesai, diperoleh hasil sebagai berikut:

No.Pasangan CalonPerolehan Suara
1Muhammad Fakhri Amrullah (XI-1) – Dinda Aulia Syafitri (XI-4)541 suara
2Muhammad Sadam Alfiyan (XI-3) – Davina Syafa Felisa (XI-8)101 suara
3Ahmad Bagus Haafizhi (XI-1) – Alifia Zalfa Ramadhani (XI-6)221 suara

Dengan perolehan 541 suara, pasangan Muhammad Fakhri Amrullah dan Dinda Aulia Syafitri memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Assaadah Bungah periode 2026/2027.

Pelaksanaan Pilketos berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh antusiasme. Para siswa menggunakan hak pilihnya dengan baik hingga seluruh rangkaian kegiatan pemilihan dan penghitungan suara dapat diselesaikan tanpa kendala berarti.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Pilketos. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan OSIS, tetapi juga menjadi media pembelajaran demokrasi bagi para siswa.

“Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS ini merupakan bagian dari proses pendidikan kepemimpinan dan pembelajaran demokrasi di sekolah. Anak-anak belajar menentukan pilihan, menghargai perbedaan, menerima hasil dengan lapang dada, serta menjalankan tanggung jawab sesuai amanah yang diberikan,” ungkapnya.

Ia juga memberikan selamat kepada pasangan yang memperoleh suara terbanyak serta apresiasi kepada seluruh calon yang telah berani berkompetisi dan menyampaikan gagasan terbaiknya.

Kepala sekolah berharap Ketua dan Wakil Ketua OSIS terpilih mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta merangkul seluruh siswa tanpa membedakan pilihan politik mereka dalam proses pemilihan.

“Setelah pemilihan selesai, saatnya bersatu. Siapa pun yang terpilih harus mampu menjadi pemimpin bagi seluruh siswa, bukan hanya bagi mereka yang memilihnya. Jadikan OSIS sebagai wadah untuk berkarya, berprestasi, membangun karakter, dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Fakhri Amrullah, Ketua OSIS terpilih, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh warga SMA Assaadah Bungah. Ia mengaku bahwa kemenangan tersebut bukan semata-mata keberhasilan dirinya dan pasangannya, melainkan sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh siswa yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dan Dinda. Kemenangan ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi justru awal dari tanggung jawab kami untuk menjalankan amanah sebaik-baiknya,” ujar Fakhri.

Fakhri juga menyampaikan komitmennya untuk membangun OSIS yang lebih aktif, terbuka, dan mampu menjadi wadah bagi siswa dalam mengembangkan potensi serta menyalurkan kreativitas.

“Kami ingin merangkul semua siswa dan bekerja sama dengan seluruh elemen sekolah. Kami juga menyadari bahwa menjalankan OSIS tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, kami membutuhkan dukungan, kritik, dan saran dari teman-teman serta bimbingan dari bapak dan ibu guru,” lanjutnya.

Dengan berakhirnya Pilketos, tongkat estafet kepemimpinan OSIS SMA Assaadah Bungah periode 2026/2027 secara resmi akan berlanjut kepada pasangan Muhammad Fakhri Amrullah dan Dinda Aulia Syafitri.

Pelaksanaan pemilihan yang berjalan lancar, tertib, dan aman menjadi cerminan positif budaya demokrasi di lingkungan sekolah. Lebih dari sekadar memilih pemimpin organisasi, Pilketos menjadi ruang pembelajaran nyata bagi siswa untuk memahami arti demokrasi, tanggung jawab, sportivitas, kepemimpinan, kejujuran, dan sikap menghargai pilihan orang lain.

Kini, tantangan berikutnya berada di tangan pasangan terpilih bersama seluruh jajaran pengurus OSIS. Amanah tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui program-program yang kreatif, inovatif, berkarakter, serta selaras dengan semangat pendidikan dan nilai-nilai pesantren yang menjadi bagian dari kehidupan SMA Assaadah Bungah.

(Humas/Tim media)

Tiga Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Assaadah Bungah Sampaikan Visi-Misi di Hadapan Warga Sekolah

Foto: Tiga pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS periode 2026/2027.

Gresik Suasana lapangan SMA Assaadah Bungah tampak semarak ketika tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS menyampaikan orasi visi dan misi di hadapan seluruh siswa dan guru. Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Assaadah Bungah periode berikutnya.

Orasi calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS dilaksanakan di lapangan sekolah dengan disaksikan secara langsung oleh seluruh siswa dan guru. Ketiga pasangan calon secara bergantian menyampaikan gagasan, visi, dan misi yang akan mereka perjuangkan apabila mendapatkan kepercayaan dari warga sekolah.

Tiga pasangan calon yang mengikuti kontestasi tersebut adalah:

  1. Muhammad Fakhri Amrullah (XI-1) dan Dinda Aulia Syafitri (XI-4)
  2. Muhammad Sadam Alfiyan (XI-3) dan Davina Syafa Felisa (XI-8)
  3. Ahmad Bagus Haafizhi (XI-1) dan Alifia Zalfa Ramadhani (XI-6)

Dalam orasinya, masing-masing pasangan berusaha menawarkan gagasan terbaik untuk membawa OSIS SMA Assaadah Bungah menjadi organisasi siswa yang lebih aktif, kreatif, inspiratif, dan mampu menjadi wadah pengembangan potensi siswa. Penyampaian visi dan misi juga menjadi kesempatan bagi para calon untuk menunjukkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta keberanian menyampaikan gagasan di hadapan publik.

Kegiatan orasi berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa menyimak berbagai program yang ditawarkan oleh masing-masing pasangan calon. Perbedaan gagasan dan program yang disampaikan diharapkan dapat memberikan bahan pertimbangan bagi seluruh siswa sebelum menentukan pilihan dalam proses pemilihan.

Pembina OSIS-MPK SMA Assaadah Bungah, Ibu Siti Lailatul Arofah, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan orasi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS bukan sekadar memilih pemimpin organisasi, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar bertanggung jawab dalam menentukan pilihan.

“Melalui kegiatan ini, siswa belajar menyampaikan gagasan, berkomunikasi dengan baik, menghargai perbedaan pilihan, serta memahami proses demokrasi secara langsung. Kami berharap seluruh calon dapat berkompetisi secara sehat dan menjunjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si., mengatakan bahwa seluruh pasangan calon telah mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan visi dan misi kepada warga sekolah.

Menurutnya, keberadaan tiga pasangan calon menunjukkan adanya semangat dan keberanian siswa untuk mengambil peran dalam kepemimpinan organisasi. Ia berharap siapa pun yang terpilih nantinya mampu menjadi pemimpin yang amanah, mampu bekerja sama, serta membawa OSIS menjadi organisasi yang memberikan kontribusi positif bagi sekolah.

“Yang paling penting bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana seluruh proses pemilihan ini menjadi pengalaman pendidikan bagi siswa. Kita ingin membangun budaya demokrasi yang sehat, santun, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung nilai-nilai karakter pesantren,” jelasnya.

Setelah tahapan orasi, seluruh siswa akan menentukan pilihannya melalui Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Assaadah Bungah yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 9 September 2026.

Momentum pemilihan tersebut diharapkan menjadi ajang bagi seluruh siswa untuk menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab. Para siswa diharapkan dapat memilih berdasarkan visi, misi, gagasan, serta kemampuan kepemimpinan calon, bukan semata-mata karena kedekatan pertemanan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya SMA Assaadah Bungah dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, demokrasi, tanggung jawab, keberanian, kejujuran, dan sikap menghargai perbedaan. Dari proses tersebut diharapkan lahir pemimpin OSIS yang mampu menjadi teladan dan menggerakkan berbagai kegiatan positif bagi seluruh warga sekolah.

Dengan terselenggaranya orasi calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS, tahapan menuju pemilihan semakin mendekati puncaknya. Seluruh warga sekolah kini menantikan hasil pilihan siswa yang akan menentukan pasangan pemimpin OSIS SMA Assaadah Bungah untuk periode mendatang.

(Humas/Tim media)

Siswa SMA Assaadah Bungah Raih Juara Harapan 1 Lomba Jambore UKS/M Tingkat Kabupaten

Foto: Siswa SMA Assaadah Bungah, Kiki Arista Oktaviani dalam prosesi penyerahan hadiah tropi lomba di kabupaten.

Gresik — Prestasi kembali ditorehkan siswa SMA Assaadah Bungah dalam ajang kompetisi tingkat Kabupaten Gresik. Kiki Arista Oktaviani, siswi kelas XII-1, berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam Lomba Jambore UKS/M Jenjang SMA/MA Tahun 2026 pada bidang Karya Tulis Kategori SMA/MA.

Kompetisi tersebut dilaksanakan pada Senin, 1 September 2026. Keikutsertaan Kiki menjadi bukti bahwa budaya literasi, penelitian, dan kemampuan menulis ilmiah terus mendapatkan ruang untuk berkembang di SMA Assaadah Bungah.

Lomba karya tulis dalam ajang Jambore UKS/M menjadi wadah bagi peserta didik untuk menuangkan gagasan, kreativitas, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan pendidikan. Melalui kompetisi tersebut, siswa ditantang untuk menyusun gagasan secara sistematis sekaligus menyampaikan solusi berdasarkan pemikiran dan hasil kajian.

Prestasi yang diraih Kiki sekaligus menambah deretan capaian siswa SMA Assaadah Bungah dalam bidang akademik dan nonakademik. Pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan kemampuan menulis, melakukan kajian, serta mengikuti berbagai kompetisi.

Pembina ekstrakurikuler KIR (Karya Tulis Ilmiah) sekaligus Staff Waka Humas SMA Assaadah Bungah, Ibu Ekka Nur Islahiyah, S.S., mengapresiasi prestasi yang diraih Kiki.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan Kiki. Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa SMA Assaadah Bungah memiliki potensi dalam bidang karya tulis dan kemampuan menuangkan gagasan secara sistematis. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi Kiki dan teman-temannya untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan KIR memiliki peran penting dalam membangun budaya berpikir kritis dan ilmiah di kalangan siswa. Melalui proses menulis, siswa belajar mencari informasi, mengolah data, menyusun argumentasi, serta menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Kiki Arista Oktaviani mengaku bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya.

“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Juara Harapan 1. Bagi saya, mengikuti lomba ini merupakan pengalaman yang berharga karena saya bisa belajar menyusun karya tulis dengan lebih baik sekaligus mendapatkan pengalaman berkompetisi di tingkat kabupaten. Hasil ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan,” tuturnya.

Keberhasilan Kiki dalam Lomba Jambore UKS/M Jenjang SMA/MA Tahun 2026 menjadi bukti bahwa pengembangan potensi siswa dapat dilakukan melalui berbagai jalur. Tidak hanya prestasi olahraga dan seni, kemampuan literasi, penelitian, dan karya tulis ilmiah juga terus didorong untuk berkembang.

SMA Assaadah Bungah berkomitmen memberikan ruang kepada setiap siswa untuk menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan bakatnya. Juara Harapan 1 bagi Kiki bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi menjadi langkah untuk terus menumbuhkan budaya ilmiah dan semangat berkarya di lingkungan sekolah.

(Humas/Tim media)

YPPQ Supervisi MLBS di SMA Assaadah Bungah, Dorong Peningkatan Mutu dan Kualitas Layanan

Foto: Bapak Drs. H. Masykuri sedang melakukan supervisi sekolah dengan wawancara kepada siswa di kelas.

Gresik — SMA Assaadah Bungah terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga dan pelayanan pendidikan. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Supervisi MLBS (Manajemen Lembaga Berkarakter dan Sistematik) Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 oleh Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin (YPPQ).

Kegiatan supervisi dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026, dengan melibatkan jajaran pengurus YPPQ sebagai tim monitoring. Pengurus yayasan yang hadir melakukan supervisi di SMA Assaadah Bungah yakni Drs. H. Masykuri, Abdul Wajid Al Fahmi, M.Pd., dan Drs. H. Mukhlas, M.M.

Supervisi MLBS menjadi salah satu instrumen penting bagi yayasan untuk melihat kesiapan sekaligus perkembangan pengelolaan lembaga pendidikan. Berbagai aspek manajemen dan pelayanan sekolah menjadi bagian dari proses monitoring, sehingga sekolah dapat mengetahui capaian yang telah berjalan sekaligus melakukan evaluasi terhadap aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan pembinaan bagi sekolah. Melalui supervisi yang dilakukan secara sistematis, SMA Assaadah Bungah diharapkan semakin siap memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh yayasan.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyambut positif pelaksanaan supervisi MLBS tersebut.

“Supervisi MLBS merupakan momentum penting bagi kami untuk melihat kembali kesiapan dan kualitas pengelolaan sekolah. Masukan dari pengurus yayasan menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga agar pelayanan pendidikan di SMA Assaadah Bungah dapat terus diperbaiki dan ditingkatkan,” ungkapnya.

Menurutnya, budaya evaluasi harus menjadi bagian dari pengembangan sekolah. Dengan adanya monitoring secara berkala, setiap unsur di sekolah dapat bekerja lebih terarah, sistematis, dan bertanggung jawab dalam memberikan layanan terbaik kepada peserta didik.

Sementara itu, salah satu pengurus YPPQ yang turut melakukan supervisi, Drs. H. Masykuri, menjelaskan bahwa supervisi MLBS diarahkan untuk memastikan kesiapan lembaga sekaligus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan sekolah.

“Supervisi ini bukan semata-mata untuk mencari kekurangan, tetapi lebih kepada melihat sejauh mana lembaga telah berjalan sesuai dengan sistem dan standar yang ditetapkan. Hasil monitoring diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa manajemen lembaga yang berkarakter dan sistematik membutuhkan konsistensi seluruh unsur sekolah. Kualitas pelayanan pendidikan akan semakin baik apabila seluruh komponen lembaga mampu menjalankan tugas sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.

Pelaksanaan Supervisi MLBS Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 tersebut menjadi bagian dari upaya YPPQ dan SMA Assaadah Bungah untuk membangun budaya mutu, memperkuat tata kelola, serta memastikan kesiapan sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan yang optimal.

Melalui proses monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut yang berkelanjutan, SMA Assaadah Bungah terus bergerak menuju lembaga pendidikan yang semakin berkarakter, sistematik, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan bagi seluruh warga sekolah.

(Humas/Tim media)

Siswa SMA Assaadah Bungah Raih Juara 1 Sketch Competition 2026 Tingkat Nasional

Foto: Siswa SMA Assaadah Bungah, ananda Muhammad Najib kelas X-1 dengan karya sketsanya dan proses penganugerahan Juara 1 di kampus Universitas Katolik Darma Cendika, Surabaya.

Gresik — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMA Assaadah Bungah. Kali ini, Muhammad Najib, siswa kelas X-1, berhasil meraih Juara 1 Sketch Competition 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan pada Jumat, 28 Agustus 2026, bertempat di Program Studi Arsitektur, Universitas Katolik Darma Cendika, Surabaya.

Kompetisi tersebut menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan kreativitas dan keterampilan dalam mendesain serta membuat sketsa berbagai bentuk bangunan dan karya arsitektur. Peserta ditantang untuk menuangkan ide, imajinasi, ketelitian, dan kemampuan visual ke dalam sebuah karya sketsa.

Muhammad Najib tampil dengan penuh percaya diri dan berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah persaingan peserta dari berbagai daerah. Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa siswa SMA Assaadah Bungah memiliki ruang untuk mengembangkan bakat dan potensi di luar bidang akademik.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Mela Alista, S.Si., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Muhammad Najib.

“Prestasi Muhammad Najib menjadi kebanggaan bagi SMA Assaadah Bungah. Kreativitas merupakan salah satu kompetensi penting yang harus terus dikembangkan. Melalui kompetisi seperti ini, siswa mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan, berani berkompetisi, sekaligus belajar menghadapi tantangan di tingkat nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, prestasi tersebut juga menjadi motivasi bagi siswa lainnya agar berani mengeksplorasi bakat dan minat masing-masing. Sekolah akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai potensi siswa, baik dalam bidang akademik, seni, olahraga, teknologi, maupun bidang kreativitas lainnya.

Sementara itu, Muhammad Najib mengungkapkan rasa syukur sekaligus kegembiraannya setelah berhasil meraih posisi tertinggi dalam kompetisi tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Juara 1. Awalnya tentu merasa tegang karena harus bersaing dengan peserta lain. Saya berusaha fokus menuangkan ide melalui sketsa dan menyelesaikannya sebaik mungkin. Prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membuat saya semakin percaya diri untuk mengembangkan kemampuan di bidang arsitektur,” tuturnya.

Keberhasilan Muhammad Najib dalam Sketch Competition 2026 tingkat nasional menambah deretan prestasi siswa SMA Assaadah Bungah. Pencapaian ini sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas, ketekunan, dan keberanian untuk berkompetisi dapat membuka ruang prestasi bagi siswa.

SMA Assaadah Bungah pun terus mendorong setiap peserta didik untuk menemukan dan mengembangkan potensinya. Dari sebuah sketsa, lahir sebuah prestasi; dari sebuah keberanian mencoba, terbuka jalan menuju masa depan.

(Humas/Tim media)

Kelas Tahfidz SMA Assaadah Bungah Hidupkan Tradisi Darling, Tadarus Keliling Penuh Kebersamaan

Foto: Siswa-siswi kelas XII-4 bersama para guru/karyawan berfoto bersama setelah acara Darling (Tadarus Keliling).

Gresik — Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Darling (Tadarus Keliling) yang digelar oleh siswa kelas XII-4 (Kelas Tahfidz) SMA Assaadah Bungah pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan bertempat di kediaman ananda Layalil Mumtaz, yang beralamat di Perumahan GBA Bungah.

Kegiatan Darling menjadi salah satu program unggulan Kelas Tahfidz yang menggabungkan pembiasaan membaca Al-Qur’an dengan silaturahmi antara siswa, guru, wali kelas, dan jajaran pimpinan sekolah. Seluruh siswa kelas XII-4 turut hadir bersama segenap pimpinan sekolah, wali kelas, serta sebagian guru dan karyawan SMA Assaadah Bungah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti seluruh peserta dengan penuh kekhusyukan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Maqalul Qiyam, sambutan-sambutan, dan ditutup dengan doa.

Kegiatan Darling tidak hanya menjadi ruang bagi siswa untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah dan membangun kebersamaan di lingkungan sekolah. Pelaksanaan kegiatan di rumah siswa memberikan suasana yang lebih dekat dan kekeluargaan antara warga sekolah dengan keluarga siswa.

Koordinator Kelas Tahfidz, Ibu Khilfatin Nabawiyah, M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap keberlanjutan program Darling yang telah beberapa kali dilaksanakan pada tahun ajaran sebelumnya.

“Darling merupakan kegiatan yang sangat positif karena memadukan tadarus Al-Qur’an dengan silaturahmi. Anak-anak tidak hanya belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an di sekolah, tetapi juga membangun kebiasaan mencintai Al-Qur’an dalam suasana kekeluargaan,” ungkapnya.

Menurutnya, keberlanjutan program tersebut diharapkan mampu membangun karakter religius siswa sekaligus memperkuat ikatan antara siswa, guru, dan keluarga.

Sementara itu, Wali Kelas XII-4, Ibu Elok Ainir Rohmah, S.Pd., menilai kegiatan Darling memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa kelas Tahfidz.

“Kami sangat bersyukur kegiatan Darling dapat terus berjalan. Selain menjadi wadah untuk mendekatkan siswa dengan Al-Qur’an, kegiatan ini juga mengajarkan kebersamaan, kepedulian, dan pentingnya menjaga silaturahmi. Anak-anak juga mendapatkan pengalaman bahwa belajar agama dapat dilakukan dengan suasana yang hangat dan menyenangkan,” tuturnya.

Kegiatan Darling di kediaman Layalil Mumtaz menjadi bagian dari ikhtiar SMA Assaadah Bungah dalam menguatkan budaya religius dan karakter kepesantrenan. Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi dapat tumbuh melalui interaksi, keteladanan, dan pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terus menghidupkan kegiatan Tadarus Keliling, Kelas Tahfidz SMA Assaadah Bungah berharap kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an semakin kuat, sekaligus tumbuh generasi yang memiliki hafalan, pemahaman, akhlak, dan semangat silaturahmi sebagai bagian dari karakter pendidikan berbasis pesantren.

(Humas/Tim Media)

SMA Assaadah Bungah Semarakkan Maulid Nabi, Teladani Akhlak Rasulullah SAW

Foto: Siswa-siswi mengikuti kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Qomaruddin YPPQ.

Gresik — Keluarga besar SMA Assaadah Bungah mengikuti kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di Masjid Qomaruddin, Kompleks Utara YPPQ (Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin).

Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Membentuk Generasi Ulul Albab yang Berkarakter Pesantren.” Tema tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh warga pendidikan di lingkungan YPPQ untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam membentuk pribadi yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter.

Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah pembacaan Sholawat Syaroful Anam dengan irama khas Sampurnan. Lantunan sholawat dipimpin dan dibawakan secara bergantian oleh santri-santriwati dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan YPPQ.

Dalam kesempatan tersebut, SMA Assaadah Bungah mendapat bagian untuk membawakan sholawat “Badat Lana”. Lantunan sholawat dari para siswa SMA Assaadah Bungah terdengar merdu dan penuh penghayatan, menambah kekhidmatan suasana peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus yayasan, para pimpinan unit pendidikan, dewan guru, karyawan, serta siswa-siswi di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin. Kebersamaan seluruh unsur tersebut menjadi wujud kuatnya tradisi keislaman dan kepesantrenan yang terus dijaga dalam lingkungan pendidikan YPPQ.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk melakukan refleksi dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik bagi seluruh umat. Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kami berharap seluruh siswa dapat mengambil nilai-nilai keteladanan beliau, terutama dalam kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kasih sayang, dan akhlakul karimah,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan upaya SMA Assaadah Bungah dalam membentuk generasi Ulul Albab yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan karakter.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si., menilai kegiatan Maulid Nabi menjadi bagian penting dalam penguatan karakter siswa berbasis pesantren.

“Kegiatan ini menjadi sarana pendidikan karakter yang sangat bermakna. Siswa tidak hanya diajak untuk mengenal sejarah dan perjuangan Rasulullah SAW, tetapi juga belajar menghidupkan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Menurutnya, pembiasaan kegiatan keagamaan secara bersama-sama juga mampu memperkuat rasa persaudaraan, kebersamaan, dan kecintaan siswa kepada Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Dr. K.H. Muh. Ala’uddin, Lc., M.SEI. Seluruh peserta mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan, memohon keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta kekuatan untuk terus meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW.

Melalui peringatan Maulid Nabi ini, SMA Assaadah Bungah berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW semakin tertanam dalam diri para siswa. Dengan semangat kepesantrenan yang kuat, sekolah terus berkomitmen membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, religius, dan siap menjadi generasi Ulul Albab bagi masa depan bangsa dan umat.

(Humas/Tim Media)

Tim Gerak Jalan Putri SMA Assaadah Bungah Raih Juara 3 Gerak Jalan Sidomukti-Bungah

Foto: Tim Gerak Jalan Putri SMA Assaadah Bungah menerima penghargan juara.

Gresik — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Assaadah Bungah. Tim Gerak Jalan Putri SMA Assaadah Bungah berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Gerak Jalan Sidomukti-Bungah yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Penghargaan atas prestasi tersebut diterima dalam acara malam resepsi HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di Pendopo Kecamatan Bungah. Pencapaian ini menjadi hasil dari kerja keras, kekompakan, dan semangat juang para anggota tim yang telah melakukan persiapan sebelum perlombaan berlangsung.

Sebelumnya, SMA Assaadah Bungah mengirimkan sejumlah pleton dalam ajang Gerak Jalan Sidomukti-Bungah. Para peserta merupakan siswa-siswi pilihan yang telah melalui proses seleksi internal sekolah. Khusus Tim Gerak Jalan Putri, para siswa menunjukkan kesungguhan dalam berlatih, mulai dari membangun kekompakan barisan, ketepatan langkah, ketahanan fisik, hingga kedisiplinan selama mengikuti arahan pembina.

Keberhasilan meraih Juara 3 menjadi bukti bahwa kerja keras dan latihan yang dilakukan secara serius mampu menghasilkan prestasi. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan gerak jalan juga menjadi sarana untuk membentuk karakter siswa melalui nilai-nilai disiplin, kerja sama, ketangguhan, tanggung jawab, dan semangat nasionalisme.

Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian Tim Gerak Jalan Putri.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih oleh Tim Gerak Jalan Putri SMA Assaadah Bungah. Juara 3 ini merupakan hasil dari proses, kerja keras, dan kekompakan anak-anak selama menjalani latihan maupun saat perlombaan,” ungkapnya.

Menurutnya, prestasi tersebut patut diapresiasi karena para siswa tidak hanya membawa nama sekolah dalam sebuah kompetisi, tetapi juga menunjukkan karakter positif yang dibangun melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan kesiswaan.

“Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan potensi. Yang paling penting, anak-anak belajar bahwa prestasi membutuhkan komitmen, kedisiplinan, dan kerja sama,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina Olahraga SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Ubaidillah Mufti, S.Pd., mengapresiasi semangat dan perjuangan para anggota tim sejak masa persiapan hingga berhasil meraih penghargaan.

“Anak-anak telah menunjukkan kesungguhan yang luar biasa. Mereka berlatih dengan disiplin dan berusaha menjaga kekompakan. Dalam gerak jalan, bukan hanya kekuatan fisik yang diperlukan, tetapi juga koordinasi dan kebersamaan. Alhamdulillah, usaha mereka membuahkan hasil dengan meraih Juara 3,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa prestasi tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga semangat berprestasi.

Keberhasilan Tim Gerak Jalan Putri SMA Assaadah Bungah dalam ajang Sidomukti-Bungah menjadi tambahan catatan positif bagi sekolah dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, kebersamaan, dan keberanian untuk memberikan yang terbaik.

Selamat kepada Tim Gerak Jalan Putri SMA Assaadah Bungah atas raihan Juara 3. Terus melangkah dengan kompak, berjuang dengan semangat, dan mengharumkan nama sekolah!

(Humas/Tim Media)

Belajar Sejarah dari Taman Makam Pahlawan, SMA Assaadah Bungah Hadirkan Pembelajaran Kontekstual

Foto: Siswa belajar sejarah secara langsung dan kontekstual di kompleks lokasi TMP (Taman Makam Pahlawan) Bungah.

Gresik — Pembelajaran sejarah tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal tersebut dibuktikan oleh SMA Assaadah Bungah melalui inovasi pembelajaran sejarah yang mengajak siswa belajar langsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bungah.

Bersama guru pengajar sejarah, para siswa mengunjungi TMP Bungah untuk melakukan eksplorasi sejarah sekaligus menggali berbagai nilai keteladanan dari para pejuang yang telah berjuang bagi bangsa. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang berbeda karena siswa berhadapan langsung dengan situs yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah perjuangan bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan dari guru, tetapi juga diajak mengamati lingkungan makam, mencermati informasi yang tersedia, serta berdiskusi mengenai makna perjuangan dan pengorbanan para pendahulu.

Taman Makam Pahlawan Bungah sendiri diresmikan oleh Dinas Sosial pada tahun 2017. Lokasinya berada di belakang Masjid Kyai Gede Bungah. Keberadaan TMP tersebut menjadi salah satu ruang penting untuk mengenalkan sejarah perjuangan sekaligus menanamkan nilai nasionalisme kepada generasi muda.

Salah satu hal menarik yang ditemukan siswa adalah sebagian besar tokoh pejuang yang dimakamkan di TMP Bungah tidak memiliki identitas nama atau bersifat anonim. Kondisi tersebut justru menjadi bahan refleksi bagi siswa bahwa perjuangan dan pengorbanan seseorang untuk bangsa tidak selalu tercatat secara lengkap dalam sejarah.

Namun, terdapat satu makam yang memiliki identitas nama, yakni Chanan, yang tercatat wafat pada 16 Desember 1946. Masa tersebut merupakan periode awal perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan terjadi dalam konteks pergolakan bersenjata yang melibatkan kekuatan Belanda di berbagai wilayah, termasuk kawasan Bungah dan sekitarnya.

Temuan tersebut menjadi pintu masuk bagi siswa untuk memahami bahwa sejarah lokal memiliki keterkaitan erat dengan sejarah nasional. Peristiwa besar seperti perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya berlangsung di kota-kota besar, tetapi juga meninggalkan jejak di berbagai daerah, termasuk Kecamatan Bungah.

Dalam proses pembelajaran, siswa diajak untuk melihat sejarah bukan hanya sebagai kumpulan tanggal, nama tokoh, dan peristiwa yang harus dihafalkan. Mereka diarahkan untuk mencari, mengamati, bertanya, menafsirkan, dan menghubungkan sumber sejarah dengan realitas di lingkungan sekitar.

Guru pengajar sejarah SMA Assaadah Bungah, Bapak Eko Jarwanto, M.Pd., menjelaskan bahwa pembelajaran di TMP merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual.

“Sejarah akan lebih bermakna ketika siswa tidak hanya membaca buku, tetapi juga berhadapan langsung dengan jejak sejarah yang ada di sekitar mereka. Di TMP Bungah, anak-anak dapat melihat bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan juga terjadi di daerah mereka sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan makam-makam tanpa nama juga memberikan pelajaran penting bagi siswa.

“Ada banyak pejuang yang mungkin tidak kita kenal namanya. Justru di situlah nilai keteladanannya. Mereka berjuang bukan karena ingin dikenal atau mendapatkan penghargaan, tetapi karena memiliki kecintaan terhadap tanah air. Nilai seperti inilah yang ingin kami tumbuhkan kepada siswa,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu siswa, Muh. Rahmatullah Ramadhana Al Fadhl, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda selama mengikuti pembelajaran sejarah di TMP Bungah.

“Biasanya kami belajar sejarah dari buku atau penjelasan guru di kelas. Ketika datang langsung ke TMP, rasanya lebih nyata. Kami bisa melihat makam para pejuang dan membayangkan bagaimana perjuangan mereka pada masa lalu,” ungkapnya.

Ia juga merasa tertarik dengan keberadaan makam para pejuang yang tidak diketahui namanya.

“Saya jadi berpikir bahwa ternyata ada orang-orang yang berjuang untuk Indonesia tetapi namanya tidak kita ketahui. Hal itu membuat saya semakin menghargai perjuangan para pahlawan dan merasa memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan belajar dan melakukan hal-hal yang positif,” tuturnya.

Kegiatan pembelajaran sejarah di TMP Bungah menjadi contoh bahwa sumber belajar dapat ditemukan di mana saja, termasuk di lingkungan sekitar sekolah dan tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah. Siswa dapat belajar dari benda, tempat, lingkungan, maupun cerita yang berkembang di masyarakat.

Melalui pembelajaran kontekstual tersebut, SMA Assaadah Bungah berupaya menjadikan sejarah bukan sekadar mata pelajaran, melainkan sarana untuk membangun kesadaran sejarah, karakter, nasionalisme, dan rasa tanggung jawab generasi muda terhadap bangsa.

Dari makam para pejuang, siswa belajar bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah. Ia lahir dari perjuangan, pengorbanan, dan keberanian para pendahulu.

(Humas/Tim Media)

Ahmad Bagus Haafizhi Sukses Tuntaskan Tugas sebagai Paskibraka Kabupaten Gresik

Foto: Ahmad Bagus Haafizhi bersama kepala SMA Assaadah Bungah (Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd) dan juga kedua orangtuanya di pendopo Kabupaten Gresik.

Gresik — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Assaadah Bungah. Ahmad Bagus Haafizhi, siswa kelas XI-1, sukses menjalankan amanah sebagai anggota Tim Paskibraka Kabupaten Gresik Tahun 2026 dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Ahmad Bagus Haafizhi dipercaya menjadi bagian dari tim inti Paskibraka Kabupaten Gresik setelah melalui proses seleksi yang ketat dan berhasil menyisihkan ribuan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Gresik. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ahmad Bagus Haafizhi, keluarga, dan keluarga besar SMA Assaadah Bungah.

Menjelang pelaksanaan upacara, Ahmad Bagus Haafizhi bersama anggota Paskibraka Kabupaten Gresik lainnya menjalani karantina dan pembinaan di tingkat kabupaten. Masa karantina tersebut menjadi bagian penting untuk mematangkan kesiapan fisik, mental, kedisiplinan, kekompakan, serta koordinasi antarpasukan sebelum menjalankan tugas pada momentum bersejarah tersebut.

Puncaknya, Ahmad Bagus Haafizhi berhasil melaksanakan tugas dalam upacara detik-detik Proklamasi dan pengibaran Bendera Merah Putih di Pendopo Kabupaten Gresik pada 17 Agustus 2026. Tidak berhenti pada upacara pagi, Ahmad Bagus Haafizhi juga kembali menjalankan amanah dalam prosesi penurunan Bendera Merah Putih pada sore hari di tempat yang sama.

Dua tugas tersebut dapat dijalankan dengan baik dan lancar. Penampilan Ahmad Bagus Haafizhi bersama tim Paskibraka Kabupaten Gresik menunjukkan kedisiplinan, ketenangan, kekompakan, dan tanggung jawab yang telah dibangun melalui proses seleksi, latihan, pembinaan, hingga karantina.

Momentum tersebut semakin istimewa karena turut disaksikan langsung oleh Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., serta kedua orang tua Ahmad Bagus Haafizhi. Kehadiran orang-orang terdekat menjadi dukungan moral yang sangat berarti bagi Ahmad Bagus Haafizhi saat menjalankan tugas membawa nama sekolah dan keluarga.

Bagi SMA Assaadah Bungah, keberhasilan Ahmad Bagus Haafizhi merupakan sebuah prestasi sekaligus bukti konsistensi sekolah dalam memberikan ruang kepada siswa untuk berkembang dan berprestasi di bidang nonakademik.

Terpilihnya Ahmad Bagus Haafizhi juga melanjutkan tradisi positif SMA Assaadah Bungah yang setiap tahun berupaya mengirimkan siswa-siswi terbaiknya untuk mengikuti proses seleksi dan menjadi bagian dari tim inti Paskibraka Kabupaten Gresik.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Ahmad Bagus Haafizhi.

“Kami sangat bangga atas capaian Ahmad Bagus Haafizhi. Menjadi bagian dari tim inti Paskibraka Kabupaten Gresik setelah melalui seleksi yang sangat ketat bukanlah sesuatu yang mudah. Ini merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, latihan, serta mental yang kuat,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman Ahmad Bagus Haafizhi sebagai Paskibraka bukan hanya sebuah prestasi yang dapat dibanggakan, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter.

“Tugas Paskibraka mengajarkan banyak hal kepada siswa, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, hingga nasionalisme. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi Ahmad untuk terus berkembang dan menjadi pribadi yang tangguh,” tambahnya.

Sementara itu, kedua orang tua Ahmad Bagus Haafizhi mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas kesempatan yang diperoleh putra mereka.

“Kami sangat bersyukur dan bangga melihat Ahmad Bagus Haafizhi dapat menjalankan tugas sebagai Paskibraka Kabupaten Gresik. Perjalanan menuju tahap ini tentu tidak mudah. Ada seleksi, latihan, karantina, dan berbagai proses yang harus dijalani. Kami berharap pengalaman ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Ahmad untuk ke depannya,” ungkap keduanya.

Bagi keluarga, melihat Ahmad Bagus Haafizhi berdiri membawa amanah sebagai bagian dari Paskibraka Kabupaten Gresik menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri. Dukungan keluarga diberikan sejak proses seleksi hingga Ahmad Bagus Haafizhi menyelesaikan seluruh rangkaian tugasnya.

Keberhasilan Ahmad Bagus Haafizhi juga menjadi motivasi bagi siswa-siswi SMA Assaadah Bungah lainnya. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa kesempatan untuk mengharumkan nama sekolah dan daerah dapat diraih melalui ketekunan, disiplin, keberanian, dan kemauan untuk berproses.

Setelah sukses menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih, Ahmad Bagus Haafizhi kini membawa pulang pengalaman berharga sebagai bagian dari perjalanan pendidikannya. Ia tidak hanya berhasil mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga telah belajar memaknai arti kehormatan, amanah, pengabdian, dan nasionalisme.

Selamat Ahmad Bagus Haafizhi! Dari SMA Assaadah Bungah, mengukir prestasi untuk Gresik dan mengabdi untuk Indonesia.

(Humas/Tim Media)

Passmadah SMA Assaadah Bungah Sukses Tuntaskan Tugas Pengibar Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-81

Foto: Tima Passmadah SMA Assaadah Bungah sedang mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Lapangan Gembus, Bungah.

Gresik — Kebanggaan menyelimuti keluarga besar SMA Assaadah Bungah setelah tim Pasukan Pengibar Bendera SMA Assaadah Bungah atau Passmadah sukses melaksanakan tugas dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Senin (17/8/2026).

Bertempat di Lapangan Gembus, Bungah, tim Passmadah dipercaya menjadi bagian penting dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih pada detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan penuh disiplin dan rasa tanggung jawab, para siswa menjalankan tugas pengibaran bendera dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat.

Sejak memasuki lapangan upacara hingga prosesi pengibaran bendera berlangsung, para anggota Passmadah menunjukkan kekompakan dan kesiapan yang telah mereka bangun melalui rangkaian latihan sebelumnya. Setiap langkah, gerakan, dan formasi dilakukan secara solid sehingga seluruh rangkaian tugas dapat diselesaikan dengan baik.

Keberhasilan tersebut menjadi buah dari proses latihan yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Para anggota Passmadah tidak hanya ditempa dari sisi fisik, tetapi juga dibentuk untuk memiliki kedisiplinan, ketangguhan mental, kekompakan, rasa tanggung jawab, serta jiwa nasionalisme.

Kesuksesan Passmadah dalam menjalankan tugas juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Pemerintah Kecamatan Bungah, Koramil Bungah, Polsek Bungah, pihak SMA Assaadah Bungah, para pembina dan pendamping, serta orang tua/wali murid memberikan dukungan penuh sejak proses persiapan hingga pelaksanaan upacara.

Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan para siswa dalam menjalankan amanah tersebut.

“Alhamdulillah, anak-anak Passmadah telah melaksanakan tugas dengan sangat baik. Ini merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, latihan, dan kekompakan mereka. Kami sangat bangga karena mereka mampu membawa nama baik SMA Assaadah Bungah dalam momentum yang sangat penting bagi bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, tugas sebagai pasukan pengibar bendera bukan sekadar kegiatan seremonial. Di dalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yang sangat kuat.

“Mereka belajar bahwa sebuah keberhasilan membutuhkan proses, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Semoga pengalaman ini menjadi bekal bagi mereka untuk terus berprestasi dan menjadi generasi yang memiliki semangat nasionalisme tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Bungah, Moh. Izzul Muttaqin, S.Ag., turut memberikan apresiasi kepada tim Passmadah atas keberhasilan mereka dalam melaksanakan tugas pengibaran bendera pada upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada adik-adik Passmadah SMA Assaadah Bungah yang telah menjalankan tugas dengan baik. Penampilan yang solid dan lancar menunjukkan bahwa mereka telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Semoga pengalaman ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus berprestasi,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan dan latihan Paskibraka, mulai dari unsur pemerintah kecamatan, Koramil Bungah, Polsek Bungah, pihak sekolah, hingga para orang tua atau wali murid.

Kesuksesan Passmadah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sekolah, pemerintah, aparat, dan keluarga mampu memberikan dukungan yang kuat bagi perkembangan potensi generasi muda.

Foto: Tim Passmadah berfoto bersama Camat Bungah, Koramil, dan Polsek Bungah.

Bagi para anggota Passmadah, keberhasilan menunaikan tugas pada detik-detik Proklamasi menjadi pengalaman yang akan dikenang sepanjang perjalanan mereka sebagai pelajar. Mengibarkan Sang Merah Putih di hadapan masyarakat bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga sebuah amanah untuk menjaga semangat perjuangan para pahlawan.

Kini, setelah tugas berhasil ditunaikan, semangat Passmadah diharapkan tidak berhenti di lapangan upacara. Nilai disiplin, kerja keras, kekompakan, tanggung jawab, dan nasionalisme yang mereka dapatkan selama menjalani proses pembinaan hendaknya terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat dan sukses Passmadah SMA Assaadah Bungah!

Satu langkah, satu komando, satu semangat—Merah Putih berkibar, Indonesia semakin jaya!

(Humas/Tim Media)

Pemilihan Pengurus MPK SMA Assaadah Bungah Berlangsung Demokratis, Ibnun Nahdah Fikrullah Terpilih sebagai Ketua MPK

Foto: Proses pemilihan ketua MPK SMA Assaadah Bungah periode 2026/2027.

Gresik — SMA Assaadah Bungah kembali memberikan ruang kepada siswa untuk belajar secara langsung tentang demokrasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan melalui kegiatan Pemilihan Pengurus Majelis Perwakilan Kelas (MPK) periode Tahun Ajaran 2026–2027.

Kegiatan pemilihan berlangsung secara demokratis pada Ahad (16/8/2026) bertempat di Ruang Laboratorium SMA Assaadah Bungah. Pemilihan diikuti oleh perwakilan siswa dari seluruh kelas X, XI, dan XII.

Dalam kegiatan tersebut, setiap kelas mengirimkan dua orang siswa sebagai perwakilan. Secara keseluruhan terdapat 27 perwakilan kelas yang hadir dan berpartisipasi dalam proses pemilihan pengurus MPK. Para perwakilan tersebut diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menentukan calon pemimpin yang dinilai mampu menjalankan amanah sebagai pengurus MPK.

Proses pemilihan berlangsung dalam suasana tertib dan demokratis. Para siswa tidak hanya belajar memilih seorang pemimpin, tetapi juga memahami bahwa setiap suara memiliki arti dan harus digunakan secara bertanggung jawab.

Dari proses pemilihan tersebut, Ibnun Nahdah Fikrullah kelas XI-1 terpilih sebagai Ketua MPK SMA Assaadah Bungah periode Tahun Ajaran 2026–2027.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pembina OSIS-MPK, Ibu Siti Lailatul Arofah, M.Si., serta Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si. Kehadiran para pembina dan jajaran kesiswaan menjadi bagian dari proses pendampingan agar pelaksanaan pemilihan berjalan tertib sekaligus memberikan pengalaman organisasi yang positif bagi para siswa.

Pembina OSIS-MPK SMA Assaadah Bungah, Ibu Siti Lailatul Arofah, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pemilihan MPK menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang sangat penting bagi siswa.

“Pemilihan MPK ini bukan hanya tentang memilih ketua dan pengurus organisasi. Lebih dari itu, anak-anak belajar bagaimana menyampaikan aspirasi, menentukan pilihan, menghargai perbedaan pendapat, serta menerima hasil keputusan bersama. Inilah praktik demokrasi yang mereka alami secara langsung di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya, MPK memiliki peran strategis dalam membangun budaya organisasi siswa. Para pengurus diharapkan mampu menjadi representasi aspirasi siswa sekaligus menjadi mitra OSIS dan sekolah dalam menciptakan berbagai kegiatan yang positif.

Sementara itu, Ibnun Nahdah Fikrullah, yang terpilih sebagai Ketua MPK periode 2026–2027, mengungkapkan rasa syukur sekaligus tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Bagi saya, menjadi Ketua MPK bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap dapat menjalankan tugas dengan baik dan menjadi jembatan bagi aspirasi teman-teman,” tuturnya.

Ibnun juga menyampaikan komitmennya untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan seluruh siswa, pengurus OSIS-MPK, serta pihak sekolah.

“Saya ingin MPK menjadi wadah yang benar-benar mampu mendengar dan menyampaikan aspirasi siswa. Saya juga berharap seluruh pengurus nantinya dapat bekerja sama, saling mendukung, dan menjalankan amanah ini dengan penuh kejujuran serta tanggung jawab,” tambahnya.

Pemilihan pengurus MPK tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan karakter dan pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah. Melalui pengalaman berorganisasi, siswa dilatih untuk memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, berpikir kritis, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah diambil bersama.

SMA Assaadah Bungah berharap terpilihnya Ibnun Nahdah Fikrullah sebagai Ketua MPK periode 2026–2027 dapat membawa semangat baru dalam organisasi siswa. MPK diharapkan semakin aktif menjadi wadah aspirasi sekaligus ikut menciptakan lingkungan sekolah yang demokratis, berkarakter, religius, dan berprestasi.

“Dari ruang pemilihan, lahir pembelajaran demokrasi. Dari suara siswa, tumbuh pemimpin masa depan”

(Humas/Tim Media)

SMA Assaadah Bungah Gelar Parenting Wali Murid Kelas X, Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua

Foto: Para walimurid kelas X (Sepuluh) hadir dalam acara parenting SMA Assaadah Bungah di Aula YPPQ.

Gresik — SMA Assaadah Bungah menggelar kegiatan Parenting dan Pertemuan Wali Murid Kelas X sebagai upaya memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara sekolah, yayasan, dan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan peserta didik. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula YPPQ, Ahad (16/8/2026).

Kegiatan parenting dihadiri oleh pengurus yayasan, jajaran pimpinan SMA Assaadah Bungah, serta seluruh wali kelas X. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk memperkenalkan sekaligus menyampaikan berbagai program pendidikan yang akan dilaksanakan selama peserta didik menempuh pendidikan di SMA Assaadah Bungah.

Sejak awal acara, suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars YPPQ. Rangkaian tersebut menjadi simbol semangat kebangsaan sekaligus penguatan identitas keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus yayasan yang diwakili Bapak Ir. Moh. Ismail Hamim, M.M. dan Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akademik, karakter, dan spiritual peserta didik.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pemaparan program-program unggulan sekolah yang disampaikan oleh Waka Kurikulum SMA Assaadah Bungah, Ibu Mela Alista, S.Si. Paparan tersebut memberikan gambaran kepada para wali murid mengenai arah program pendidikan, kegiatan pembelajaran, serta berbagai program sekolah yang akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan siswa kelas X.

Setelah pemaparan program sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para orang tua diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun hal-hal yang ingin diketahui berkaitan dengan proses pendidikan dan program sekolah. Sesi tersebut berlangsung interaktif dan menjadi ruang komunikasi dua arah antara sekolah dan wali murid.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar seluruh proses pendidikan peserta didik kelas X di SMA Assaadah Bungah senantiasa mendapatkan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan dari Allah Swt.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa pertemuan wali murid merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi dan kepercayaan antara sekolah dengan orang tua.

“Pendidikan anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Ada sinergi yang harus dibangun antara sekolah, orang tua, dan yayasan. Melalui kegiatan parenting ini, kami ingin menyamakan visi dan membangun komunikasi yang baik agar proses pendidikan anak-anak kita dapat berjalan secara optimal,” ungkapnya.

Menurutnya, memasuki jenjang SMA merupakan fase penting dalam perkembangan peserta didik. Karena itu, pendampingan yang dilakukan secara bersama-sama antara sekolah dan keluarga sangat diperlukan agar siswa mampu berkembang menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, berprestasi, dan memiliki nilai-nilai religius yang kuat.

Sementara itu, Waka Humas SMA Assaadah Bungah, Bapak Eko Jarwanto, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan parenting menjadi salah satu sarana untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara sekolah dengan orang tua.

“Kami ingin wali murid tidak hanya mengenal sekolah sebagai tempat anak-anak belajar, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar SMA Assaadah Bungah. Komunikasi dan silaturahmi yang baik akan menjadi modal penting dalam mendampingi perkembangan anak-anak selama berada di sekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keterbukaan komunikasi antara sekolah dan orang tua sangat diperlukan, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika pendidikan di era yang terus berkembang.

“Sekolah memiliki program, sementara orang tua memiliki harapan terhadap putra-putrinya. Melalui forum seperti ini, keduanya dapat dipertemukan sehingga terbangun kesamaan langkah. Harapannya, ketika sekolah dan orang tua berjalan bersama, anak-anak akan mendapatkan pendampingan yang lebih utuh,” tambahnya.

Melalui kegiatan parenting tersebut, SMA Assaadah Bungah menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi pendidikan berbasis komunikasi, silaturahmi, dan sinergi. Sekolah berharap hubungan yang terjalin antara guru, orang tua, yayasan, dan peserta didik dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak.

Satu visi, satu sinergi, bersama mendampingi generasi untuk tumbuh, berprestasi, dan berakhlak mulia.

(Humas/Tim Media)

SMA Assaadah Bungah Tingkatkan Fasilitas Pembelajaran dengan Akses WiFi di Setiap Kelas

Foto: Siswa memanfaatkan penggunaan wifi (internet) di kelas dengan pengawasan dari guru mata pelajaran.

GRESIK — SMA Assaadah Bungah terus melakukan peningkatan fasilitas dan sarana-prasarana sekolah untuk mendukung proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyediakan akses WiFi atau internet yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran di ruang kelas.

Fasilitas internet tersebut memungkinkan siswa yang membawa gadget atau smartphone untuk mengakses jaringan internet di ruang kelas masing-masing ketika memang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital.

Meski demikian, penggunaan gadget atau smartphone bukan merupakan kewajiban bagi siswa. SMA Assaadah Bungah tetap memberikan ruang bagi siswa yang tidak membawa atau tidak menggunakan gadget dalam pembelajaran. Fasilitas internet disediakan sebagai sarana pendukung, bukan sebagai tuntutan kepada seluruh siswa.

Dalam penerapannya, sekolah juga menyiapkan sistem pengelolaan penggunaan gadget agar teknologi tetap digunakan secara tertib, terarah, dan bertanggung jawab. Sekolah menyediakan rak khusus atau loker penyimpanan gadget/smartphone siswa di setiap kelas.

Selama proses pembelajaran berlangsung, gadget atau smartphone siswa tidak diperkenankan digunakan secara bebas. Perangkat hanya boleh diambil dan digunakan apabila mendapatkan izin dari guru pengampu mata pelajaran yang sedang mengajar di kelas.

Mekanisme tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan gadget benar-benar memiliki tujuan pembelajaran dan tidak mengganggu konsentrasi siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Guru yang membutuhkan penggunaan gadget/smartphone dalam proses pembelajaran dapat mengambil kunci loker di ruang BK. Setelah mendapatkan izin, siswa dapat menggunakan perangkatnya sesuai dengan arahan dan kebutuhan pembelajaran.

Setelah kegiatan pembelajaran selesai, seluruh gadget atau smartphone kembali dimasukkan ke dalam loker dan dikunci. Selanjutnya, kunci loker dikembalikan kembali ke ruang BK. Sistem tersebut diterapkan sebagai bentuk pengawasan sekaligus pembiasaan kepada siswa agar mampu menggunakan teknologi secara disiplin dan bertanggung jawab.

Waka Sarana dan Prasarana SMA Assaadah Bungah, Ibu Tri Wahyuni, S.Pd., menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas WiFi merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas sarana pendukung pembelajaran.

“Kami berupaya menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran saat ini. Internet sudah menjadi salah satu sumber belajar yang sangat penting. Namun, penggunaannya harus tetap terarah dan tidak mengganggu proses pembelajaran. Karena itu, kami juga menyiapkan sistem loker dan pengelolaan kunci agar penggunaan gadget tetap tertib,” jelasnya.

Menurutnya, sekolah tidak ingin teknologi justru menjadi sumber gangguan dalam proses belajar. Oleh karena itu, fasilitas internet diberikan bersamaan dengan aturan penggunaan yang jelas sehingga siswa belajar memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan dan tujuan.

Sementara itu, Ibu Maulidiyah, S.Pd., salah satu guru mata pelajaran di SMA Assaadah Bungah, menyambut positif adanya fasilitas tersebut.

“Dengan adanya akses WiFi, guru dapat lebih mudah mengembangkan pembelajaran yang memanfaatkan sumber-sumber digital. Misalnya ketika siswa membutuhkan referensi tambahan, mencari informasi, mengakses bahan pembelajaran, atau menggunakan platform pembelajaran tertentu. Namun, yang paling penting adalah penggunaannya tetap berada dalam arahan guru,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa mekanisme penggunaan gadget melalui izin guru juga membantu menciptakan suasana kelas yang lebih kondusif.

“Anak-anak tetap bisa belajar menggunakan teknologi, tetapi mereka juga belajar disiplin. Kapan gadget boleh digunakan dan kapan harus disimpan kembali. Ini menjadi bagian dari pembelajaran tanggung jawab dan etika dalam menggunakan teknologi,” imbuhnya.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa SMA Assaadah Bungah tidak menutup diri terhadap perkembangan teknologi, tetapi berusaha mengintegrasikannya secara bijak dalam proses pendidikan. Teknologi ditempatkan sebagai alat bantu pembelajaran, sementara kontrol, pendampingan, dan keteladanan guru tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.

Dengan tersedianya akses WiFi di ruang kelas serta sistem loker gadget yang terkontrol, SMA Assaadah Bungah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang digital, tertib, aman, dan tetap berorientasi pada karakter.

“Teknologi menjadi sarana untuk belajar, bukan alasan untuk kehilangan fokus.”

(Humas/Tim Media)