Bersihkan Tempat Sampah, Bagian dari PJBL Bersama Pak Qoyyim

Gresik – Kegiatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PJBL) di kelas X-9 berlangsung dengan penuh semangat dan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, para siswa melaksanakan aksi nyata berupa pembersihan tempat sampah yang ada di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini tidak sekadar membersihkan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Para siswa diarahkan untuk memahami sistem pemilahan sampah melalui jaringan tempat sampah khusus yang telah disediakan. Tempat sampah tersebut dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu organik basah, organik kering, anorganik yang mudah didaur ulang, serta anorganik yang sulit didaur ulang.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memahami konsep pengelolaan sampah berkelanjutan. Guru pengampu menyampaikan bahwa pembelajaran PJBL ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya kegiatan ini, lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan tertata, serta siswa memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif yang terus dibawa hingga di luar lingkungan sekolah.

Belajar Geografi Dengan Telur Rebus: Media Struktur Lapisan Kulit Bumi Bersama Bu Mar’a

Oleh: Bu Mar’atus Sholihah, M.Pd.

Guru Mata Pelajaran Geografi

Pembelajaran geografi tentang struktur kulit bumi dapat dibuat lebih menarik dan mudah dipahami dengan menggunakan media sederhana seperti telur rebus. Telur rebus memiliki kemiripan analogi dengan lapisan-lapisan bumi, sehingga membantu siswa memvisualisasikan konsep yang abstrak menjadi lebih konkret. Dalam kegiatan ini, telur rebus dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu kulit telur, putih telur, dan kuning telur, yang masing-masing mewakili lapisan bumi.

Foto: Siswa SMA ASSAADAH Kelas X 6

Melalui penggunaan media telur rebus, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan teori, tetapi juga dapat melakukan pengamatan langsung. Hal ini mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pendekatan ini dapat meningkatkan daya ingat karena siswa mengaitkan konsep geografi dengan objek yang familiar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan efektif.

Foto: Presentasi struktur bumi media telur siswa kelas X 6

Jejak Hilal di Bukit Condrodipo: Siswa SMA Assa’adah Belajar Ilmu Falak Bersama Guru PAI (Agama)

Oleh: Tim Guru PAI

Gresik — SMA Assa’adah mengadakan Walking Tour ke Balai Rukyatul Hilal Condrodipo, Gresik, Jumat (21/11/2025). Kegiatan yang berlangsung pukul 15.30–19.00 WIB ini diikuti oleh peserta didik kelas X dan XI bersama guru pendamping, serta menghadirkan pemateri dari Lembaga Falakiyah PCNU Gresik.

Rombongan diberangkatkan setelah doa bersama dan pembukaan oleh Kepala SMA Assa’adah. Setibanya di Bukit Condrodipo, siswa melakukan ziarah di makam wali sebagai rangkaian awal kegiatan. Selanjutnya, peserta menerima materi inti mengenai proses penentuan awal dan akhir bulan Hijriyah, mulai dari ketinggian hilal, posisi hilal di langit, hingga metode interpretasi astronomis.

Setelah sesi pemaparan, siswa mengikuti praktik Rukyatul Hilal menggunakan teleskop otomatis dan manual. Melalui kegiatan ini, siswa dapat menghubungkan teori pembelajaran di kelas dengan observasi langsung di lapangan.

Salah satu guru pendamping ibu Siti Fatichatur Rosyidah, S.Ag menyampaikan bahwa rukyah merupakan proses ilmiah yang perlu dipahami melalui praktik.
“Pengamatan hilal tidak hanya dipelajari, tetapi harus dilihat langsung agar siswa memahami metode yang kami terapkan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi singkat dari guru pendamping sebelum rombongan kembali ke sekolah. Melalui program ini, SMA Assa’adah berharap pemahaman siswa terhadap ilmu falak semakin komprehensif serta menumbuhkan ketertarikan pada studi astronomi Islam.

Menapak Jejak Peradaban Gresik: Siswa SMA Assaadah Jelajahi Sejarah di Bandar Grisse Bersama Guru Rumpun Sosial

Oleh: Tim Guru IPS

Sentra Batik Gaja Mungkur Gresik (Foto By Media Smadah)

Gresik, 21 November 2025 — Para siswa bersama guru pendamping mengikuti walking tour Jelajah Budaya di kawasan Bandar Grisse, Gresik. Kegiatan pembelajaran luar kelas ini bertujuan mengenalkan siswa pada warisan sejarah, perkembangan sosial, serta keberagaman budaya yang membentuk identitas Kota Gresik sebagai kota pelabuhan tua.

Perjalanan dimulai dari Pendopo Gresik, tempat siswa mendapat penjelasan tentang perkembangan pemerintahan dan kehidupan masyarakat masa lampau. Selanjutnya, rombongan mengunjungi sejumlah bangunan bersejarah, seperti Masjid Jami’ Gresik, Gedung DPRD, kantor Telkom lama yang dahulu berfungsi sebagai kantor telegram, gereja lawas, serta kawasan Alun-Alun Gresik.

Siswa juga diajak menyusuri kawasan permukiman multietnis seperti Kampung Arab, Kampung Cina, Kampung India, dan Kampung Jawa. Salah satu lokasi yang menarik perhatian adalah Kelenteng Kim Hin Kiong, yang menjadi bukti kuat keberagaman budaya Tionghoa di Gresik sejak ratusan tahun lalu.

Kegiatan berlanjut ke Sentra Batik Gajah Mungkur, tempat siswa melihat proses pembuatan batik cap dan batik tulis. Berbagai motif khas Gresik seperti damar kurung, ikan bandeng, rusa, angin, dan bangunan Gajah Mungkur menjadi pengetahuan tambahan bagi siswa tentang kreativitas masyarakat lokal.

Guru pendamping, Ibu Kris Dyah Masyitho, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. “Siswa dapat melihat langsung jejak sejarah Gresik. Ini membuat pembelajaran lebih konkret dan mudah dipahami,” ujarnya.

Salah satu siswa kelas XI-7, Laras, juga mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Belajar sejarah jadi lebih menarik karena bisa melihat bangunan aslinya. Rasanya berbeda dengan hanya membaca di buku,” tuturnya.

Melalui kegiatan walking tour jelajah budaya ini, siswa diharapkan semakin memahami dan menghargai sejarah lokal serta menyadari bahwa Gresik memiliki peradaban besar yang terbentuk dari keberagaman budaya, perdagangan, dan interaksi sosial sejak masa lampau.

SMA Assa’adah Gelar Walking Tour Kelas Industri di Kawasan JIIPE Gresik Bersama Guru Sains (IPA)

Oleh: Tim Guru Sains

Gresik, 7 November 2025 — SMA Assa’adah melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) melalui kegiatan Walking Tour Kelas Industri yang diikuti oleh siswa-siswi SMA Assaadah bersama 13 guru pendamping. Kegiatan ini berlangsung di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), kawasan industri terintegrasi terbesar dan terdepan di Indonesia yang menggabungkan kawasan industri modern, pelabuhan laut dalam (deep sea port), serta kawasan pemukiman terpadu.

Melalui kunjungan ini, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar langsung mengenai konsep industri, teknologi, manajemen, serta mengenal lebih dekat berbagai peluang karier di dunia industri. Kegiatan ini bertujuan agar siswa mampu memahami proses bisnis, tata kelola, dan sistem yang diterapkan di kawasan industri modern, sekaligus mengintegrasikan teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik nyata di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan wawasan karier peserta didik.

Selama pelaksanaan, peserta mengikuti pemaparan komprehensif mengenai profil JIIPE yang meliputi visi, misi, fasilitas terintegrasi, serta konsep smart industrial estate. Setelah itu, rombongan melanjutkan tour ke kawasan inti industri untuk menyaksikan secara langsung aktivitas, teknologi, dan infrastruktur yang mendukung operasional kawasan tersebut.

Melalui kegiatan Walking Tour Kelas Industri ini, SMA Assa’adah berharap para siswa dapat memperluas wawasan tentang dunia industri modern dan semakin siap menjadi generasi unggul yang adaptif terhadap perubahan serta tantangan global.

Smadah Darling (Tadarus Keliling) Bersama Guru Tahfidz

Oleh: Tim Guru Tahfid

Jumat, 11 Oktober 2025 siswa-siswi kelas XII 5 SMA Assaadah melaksanakan tadarus keliling yang bertempat di rumah ananda M. Indra Bayu Laksono putra Bapak Arifin dan Ibu Khamimah di Desa Petisbenem, Duduk Sampeyan, Gresik.

Kegiatan ini bertujuan agar siswa-siswi terbiasa bersilaturrahmi, kenal lebih dekat dengan keluarga siswa, membantu teman yang bacaan Al-Qurannya belum lancar.

Manfaat dari Tadarus Keliling ini diantaranya mendapatkan kebaikan di sisi Allah Swt., mendapatkan rezeki yang berkah, memperoleh ketenangan hati dan jiwa, dan sebagai sumber ilmu.

“Membangun Karakter, Menyiapkan Masa Depan”

#tadarruskeliling

#darling

#smaassaadahgresik

#smadahbungah

#yppqomaruddin

#pondokqomaruddin

Inovasi Asyik Pembelajaran Kimia dengan Membuat Es Krim Bersama Bu Mela

Foto: Siswa SMA Assa’adah sangat antusias mengikuti pembelajaran membuat Es Krim

Gresik – Inovasi pembelajaran merupakan suatu kewajiban bagi setiap guru dalam mengelola proses pembelajarannya. Inovasi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya minat, motivasi, dan hasil belajar siswa. Dalam rangka hal tersebut maka pada pekan kedua sampai keempat bulan September 2023 ini ada sebuah inovasi pembelajaran mata pelajaran Kimia, yakni proses belajar membuat es krim.

Proses pembelajaran membuat es krim ini dilaksanakan di kelas akhir (kelas XII). Adapun guru Kimia yang menginisiasi gagasan inovasi pembelajaran adalah Bu Mela Alista, S.Si. Menurutnya, dengan inovasi pembelajaran Kimia melalui pembuatan es krim maka siswa akan lebih antusias dalam hal belajar. Siswa juga nampak ceria dan termotivasi lebih lanjut belajar ilmu pengetahuan baru secara nyata.

(By. Humas Smadah)