SMA Assaadah Bungah Kembali Panen Prestasi Pencak Silat, Tiga Siswa Sabet Podium Kabupaten dan Provinsi

Foto: Siswa-siswa berprestasi SMA Assaadah Bungah dalam cabang Pencak Silat di tingkat Provinsi dan Kabupaten.

Gresik Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa-siswa SMA Assaadah Bungah melalui cabang olahraga pencak silat. Tiga pesilat muda SMA Assaadah Bungah berhasil membawa pulang sejumlah gelar juara dari kejuaraan tingkat Kabupaten Gresik hingga tingkat Provinsi Jawa Timur.

Ketiga siswa tersebut adalah M. Gibran Gustaf Attifani (XII-9), Ahmad Helmi Ibnu Arif (X-7), dan Muhammad Nur Chabibi (XI-5). Ketiganya menunjukkan kemampuan terbaik dalam ajang pencak silat yang diikuti, sekaligus memperkuat deretan prestasi SMA Assaadah Bungah di bidang olahraga bela diri.

M. Gibran Gustaf Attifani (XII-9) tampil gemilang dengan mengoleksi dua prestasi. Pada tingkat Provinsi Jawa Timur, Gibran berhasil meraih Juara 2 kategori tanding Kelas I Putra Tingkat Dewasa dalam ajang Pencak Silat Championship II 2026 di Surabaya.

Tidak hanya berprestasi di tingkat provinsi, Gibran juga berhasil menjadi yang terbaik di tingkat Kabupaten Gresik. Ia meraih Juara 1 kategori tanding Kelas I Dewasa Putra dalam kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa VII 2026 yang diselenggarakan oleh PCNU Pagar Nusa Gresik.

Prestasi ganda juga ditorehkan Ahmad Helmi Ibnu Arif (X-7). Ia berhasil meraih Juara 3 tingkat Provinsi Jawa Timur kategori tanding Kelas D Putra Tingkat Remaja pada Pencak Silat Championship II 2026 di Surabaya.

Sebelumnya, Helmi juga menunjukkan performa apik dalam kejuaraan tingkat Kabupaten Gresik. Ia berhasil meraih Juara 2 kategori tanding Kelas E Remaja Putra dalam Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa VII 2026 yang dilaksanakan oleh PCNU Pagar Nusa Gresik.

Sementara itu, Muhammad Nur Chabibi (XI-5) turut menyumbangkan prestasi bagi SMA Assaadah Bungah. Ia berhasil meraih Juara 3 tingkat Kabupaten Gresik kategori tanding Kelas C Remaja Putra dalam Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa VII 2026.

Deretan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan pencak silat di SMA Assaadah Bungah terus berkembang. Prestasi di tingkat kabupaten sekaligus provinsi menunjukkan bahwa para siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan secara bertahap melalui latihan dan kompetisi.

Koordinator Ekstrakurikuler SMA Assaadah Bungah, Muhammad Ubaidillah Mufti, S.Pd., mengapresiasi capaian ketiga siswa tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih tidak terlepas dari proses latihan yang konsisten, kedisiplinan, serta keberanian siswa untuk tampil dalam kompetisi.

“Alhamdulillah, anak-anak kembali memberikan prestasi yang membanggakan. Gibran dan Helmi mampu menunjukkan kemampuan hingga tingkat provinsi, sementara Nur Chabibi juga berhasil meraih podium di tingkat kabupaten. Ini merupakan hasil dari kerja keras dan proses latihan yang mereka jalani,” ungkapnya.

Ubaidillah menegaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler pencak silat tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar medali. Lebih dari itu, latihan dan pertandingan menjadi sarana untuk membentuk karakter siswa.

“Dalam pencak silat, anak-anak belajar disiplin, keberanian, sportivitas, pengendalian diri, dan pantang menyerah. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi anggota lainnya untuk terus berlatih dan berani mengikuti berbagai kejuaraan,” tambahnya.

Sementara itu, M. Gibran Gustaf Attifani, siswa kelas XII-9 yang berhasil meraih dua podium juara, mengaku bersyukur atas pencapaian yang diperolehnya. Menurutnya, setiap pertandingan memberikan pengalaman dan pelajaran baru yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan.

“Saya bersyukur bisa mendapatkan Juara 1 di tingkat kabupaten dan Juara 2 di tingkat provinsi. Hasil ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih dan memperbaiki kekurangan yang masih ada,” ujar Gibran.

Ia juga mengungkapkan bahwa persiapan sebelum pertandingan menjadi salah satu hal penting untuk menghadapi lawan dengan karakter dan gaya bertanding yang berbeda.

“Yang paling penting adalah tetap fokus, percaya pada latihan yang sudah dilakukan, dan tidak mudah menyerah ketika berada di arena. Dukungan dari sekolah, pembina, pelatih, guru, dan teman-teman juga sangat berarti bagi saya,” tuturnya.

Bagi SMA Assaadah Bungah, pencapaian tersebut menjadi tambahan catatan positif dalam pembinaan prestasi siswa. Tiga siswa berhasil menyumbangkan total lima podium juara, terdiri atas prestasi tingkat Kabupaten Gresik dan Provinsi Jawa Timur.

Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ekstrakurikuler dapat menjadi ruang strategis bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat di luar pembelajaran akademik. Melalui pencak silat, siswa tidak hanya mengasah teknik dan kemampuan fisik, tetapi juga membangun karakter tangguh, disiplin, sportif, percaya diri, dan pantang menyerah.

Dengan torehan prestasi Gibran, Helmi, dan Nur Chabibi, SMA Assaadah Bungah kembali menunjukkan semangatnya dalam mendukung siswa untuk terus berkembang dan berprestasi, baik di tingkat Kabupaten Gresik maupun Provinsi Jawa Timur.

SMA Assaadah Bungah Panen Prestasi Pencak Silat, Sabet Gelar di Tingkat Kabupaten dan Provinsi

Foto: Siswa berprestasi SMA Assaadhah Bungah, ananda Muhammad Iltizam Haq (XII-5) dan Galang Dhiyaurrahman (X-7).

Gresik — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Assaadah Bungah melalui cabang olahraga pencak silat. Dua siswa, Muhammad Iltizam Haq (XII-5) dan Galang Dhiyaurrahman (X-7), berhasil mengukir sejumlah prestasi dalam kejuaraan pencak silat tingkat kabupaten dan provinsi yang berlangsung pada 12–13 September 2026.

Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi siswa SMA Assaadah Bungah dalam mengembangkan potensi di bidang olahraga bela diri, sekaligus menunjukkan hasil pembinaan ekstrakurikuler pencak silat yang dilakukan secara berkelanjutan.

Muhammad Iltizam Haq berhasil meraih dua prestasi dalam ajang pencak silat. Prestasi pertama diraihnya dengan menyabet Juara 1 tingkat Kabupaten Gresik pada kategori tanding Kelas D Dewasa Putra dalam Kejuaraan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Gresik VII 2026. Kejuaraan tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Gresik di Al Ibrohimi Manyar, Gresik.

Tidak berhenti di tingkat kabupaten, Iltizam kembali menunjukkan kemampuannya dalam kompetisi tingkat provinsi. Ia berhasil meraih Juara 3 kategori tanding Kelas G Putra Remaja pada Surabaya Championship II 2026 yang diselenggarakan oleh IPSI Provinsi Jawa Timur. Kejuaraan tersebut berlangsung di GOR Hayam Wuruk KOODAM V Brawijaya.

Sementara itu, prestasi serupa juga diraih oleh Galang Dhiyaurrahman (X-7). Galang berhasil menyabet juara 1 tingkat kabupaten. Ia tampil dalam kategori tanding Kelas B Dewasa Putra pada Kejuaraan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Gresik VII 2026 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Gresik. Pertandingan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Ibrahimi Gresik.

Rangkaian prestasi tersebut menambah daftar capaian siswa SMA Assaadah Bungah dalam bidang pencak silat. Keberhasilan para atlet muda tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi siswa yang bersangkutan, tetapi juga bagi sekolah dan keluarga besar SMA Assaadah Bungah.

Koordinator Ekstrakurikuler SMA Assaadah Bungah, Muhammad Ubaidillah Mufti, S.Pd., mengapresiasi pencapaian yang diraih Iltizam dan Galang. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan, keberanian bertanding, serta kemauan siswa untuk terus mengembangkan kemampuan.

“Kami sangat bangga dengan capaian anak-anak. Iltizam mampu meraih prestasi di tingkat kabupaten dan provinsi, sementara Galang juga menunjukkan kemampuan yang baik dalam kejuaraan Pagar Nusa Gresik. Ini menunjukkan bahwa potensi siswa di bidang pencak silat terus berkembang,” ungkapnya.

Ubaidillah menambahkan bahwa kompetisi bukan hanya menjadi tempat untuk mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar mengenai disiplin, sportivitas, mental bertanding, dan tanggung jawab.

“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya. Yang terpenting adalah proses latihan yang konsisten, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Prestasi akan mengikuti ketika proses tersebut dijalani dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Iltizam Haq, siswa kelas XII-5 yang berhasil meraih dua prestasi, mengaku bersyukur atas hasil yang diperolehnya. Ia mengatakan bahwa setiap pertandingan memberikan pengalaman tersendiri dan menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan.

“Saya bersyukur bisa mendapatkan hasil ini. Setiap pertandingan pasti memiliki tantangan yang berbeda. Saya berusaha fokus, menjaga semangat, dan menerapkan hasil latihan saat bertanding,” ujar Iltizam.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada sekolah, pembina, pelatih, guru, serta teman-teman yang telah memberikan dukungan selama mengikuti berbagai kejuaraan.

“Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Saya juga berharap teman-teman yang mengikuti pencak silat tidak takut untuk mencoba mengikuti kejuaraan, karena dari pertandingan kita bisa mendapatkan banyak pengalaman,” tuturnya.

Bagi SMA Assaadah Bungah, pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari pengembangan potensi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pencak silat tidak hanya menjadi ruang untuk mengasah kemampuan fisik dan teknik bela diri, tetapi juga membentuk karakter disiplin, percaya diri, sportif, tangguh, dan pantang menyerah.

Raihan yang dicapai oleh Muhammad Iltizam Haq dan Galang Dhiyaurrahman dalam kejuaraan pada 12–13 September 2026 sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan prestasi di SMA Assaadah Bungah terus berjalan di berbagai bidang. Semangat berlatih dan keberanian untuk berkompetisi diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet muda berprestasi yang membawa nama baik sekolah di tingkat kabupaten maupun provinsi.

(Humas/Tim media)

SMA Assaadah Bungah Fasilitasi Perekaman KTP, Siswa Antusias Manfaatkan Layanan Dispendukcapil

Foto: Kegiatan perekaman KTP/KIA di ruang Perpustakaan SMA Assaadah Bungah.

Gresik – SMA Assaadah Bungah terus berupaya memberikan kemudahan layanan administrasi bagi para siswa. Salah satunya melalui kegiatan Perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang menghadirkan petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Gresik di lingkungan sekolah.

Kegiatan perekaman KTP tersebut dilaksanakan di Perpustakaan SMA Assaadah Bungah. Kehadiran layanan administrasi kependudukan di sekolah mendapat sambutan positif dari para siswa. Sejumlah siswa tampak antusias mendaftarkan diri dan mengikuti proses perekaman sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

Pelaksanaan perekaman di sekolah menjadi langkah praktis untuk membantu siswa yang telah memenuhi persyaratan melakukan perekaman KTP. Dengan adanya layanan langsung dari Dispendukcapil, siswa tidak perlu meninggalkan lingkungan sekolah untuk mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan tersebut.

Sejak kegiatan dimulai, siswa secara bergantian mengikuti tahapan pendaftaran dan perekaman. Mereka mengikuti arahan petugas dengan tertib, mulai dari proses verifikasi data hingga tahapan perekaman data kependudukan. Suasana di Perpustakaan SMA Assaadah Bungah pun tampak lebih ramai dengan aktivitas siswa yang menunggu giliran mendapatkan pelayanan.

Staff Waka Humas SMA Assaadah Bungah, Ibu Ekka Nur Islahiyah, S.Si., mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu siswa dalam memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan.

“Kami sangat mengapresiasi layanan dari Dispendukcapil Kabupaten Gresik yang hadir langsung ke sekolah. Anak-anak juga terlihat antusias untuk mendaftar dan mengikuti proses perekaman. Ini tentu menjadi kemudahan bagi siswa karena pelayanan dapat dilakukan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Menurut Ekka, kegiatan tersebut juga memiliki nilai edukatif bagi siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan pelayanan administrasi, tetapi sekaligus belajar mengenai pentingnya memiliki dan mengurus dokumen kependudukan secara tertib.

Hal senada disampaikan Waka Humas SMA Assaadah Bungah, Bapak Eko Jarwanto, M.Pd. Ia menilai kegiatan perekaman KTP merupakan bentuk sinergi positif antara sekolah dan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda.

“Sekolah tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini. KTP merupakan dokumen kependudukan yang penting bagi warga negara. Dengan menghadirkan Dispendukcapil ke sekolah, kami ingin memberikan kemudahan kepada siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa administrasi kependudukan harus diperhatikan sejak dini,” jelasnya.

Pak Eko menambahkan bahwa antusiasme siswa menunjukkan bahwa layanan administrasi kependudukan di sekolah memang dibutuhkan. Menurutnya, kolaborasi semacam ini perlu terus dikembangkan agar berbagai kebutuhan pelayanan siswa dapat dilakukan secara efektif dan efisien.

Kegiatan perekaman KTP di SMA Assaadah Bungah menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga mendukung kebutuhan administratif dan kesiapan siswa sebagai warga negara.

Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengurus dokumen kependudukan sekaligus belajar mengenai pentingnya tertib administrasi, tanggung jawab sebagai warga negara, dan kesadaran terhadap identitas kependudukan. Kehadiran layanan Dispendukcapil di sekolah pun menjadi bentuk pelayanan publik yang semakin dekat, mudah, dan bermanfaat bagi para siswa.

(Humas/Tim media)

Belajar Seni Panggung Secara Langsung, Ekstrakurikuler Teater SMA Assaadah Bungah Study Pentas di Pendopo Cak Durasim

Foto: Peserta ekstrakurikuler SMA Assaadah Bungah dalam acara Studi Pentas Teater di Surabaya.

Gresik — Sebanyak 24 siswa Ekstrakurikuler Teater SMA Assaadah Bungah mengikuti kegiatan Study Pentas Teater pada pekan ini di Taman Budaya Provinsi Jawa Timur, Pendopo Cak Durasim, Surabaya. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Genteng Kali No. 85, Genteng, Surabaya, tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para siswa untuk memperluas wawasan sekaligus merasakan atmosfer seni pertunjukan secara langsung.

Para peserta tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk bereksplorasi di lingkungan Taman Budaya. Mereka mengamati berbagai aspek pertunjukan, mulai dari suasana panggung, ekspresi pemain, penghayatan karakter, tata artistik, hingga interaksi antara pemain dan penonton.

Kegiatan semakin menarik karena para siswa berkesempatan menyaksikan penampilan Komunitas Tombo Ati dari Jombang dengan judul pertunjukan “HAJATAN”. Pementasan tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi peserta untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah gagasan dikembangkan menjadi pertunjukan teater yang memiliki kekuatan cerita, karakter, dialog, gerak, dan unsur artistik.

Didampingi Pembina Ekstrakurikuler Teater Muhammad Dzunnurain (Cak Roin), ke-24 siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Bagi mereka, Study Pentas menjadi pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran teater yang selama ini dilakukan di lingkungan sekolah.

Pembina Ekstrakurikuler Teater SMA Assaadah Bungah, Muhammad Dzunnurain (Cak Roin), mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada para peserta ekstrakurikuler.

“Anak-anak perlu melihat dan merasakan langsung bagaimana dunia pertunjukan teater berlangsung. Dengan datang ke ruang seni dan menyaksikan pementasan secara langsung, mereka bisa belajar banyak hal yang tidak selalu bisa didapatkan hanya melalui latihan di sekolah,” ujarnya.

Menurut Cak Roin, kesempatan bereksplorasi di Taman Budaya juga penting untuk menumbuhkan keberanian dan kepekaan artistik siswa. Mereka dapat mengamati lingkungan seni, berdiskusi, sekaligus menemukan inspirasi yang nantinya dapat dikembangkan dalam proses latihan dan pementasan di sekolah.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menjadi pembelajar. Mereka bisa mengamati, menganalisis, kemudian mencoba mengembangkan apa yang mereka lihat sesuai dengan karakter dan kreativitas mereka sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan Ekstrakurikuler Teater. Menurutnya, kegiatan di luar lingkungan sekolah seperti Study Pentas memiliki peran penting dalam memperkaya pengalaman dan mengembangkan potensi siswa.

“Ekstrakurikuler bukan hanya tentang kegiatan rutin di sekolah, tetapi juga bagaimana siswa mendapatkan pengalaman nyata di luar sekolah. Kegiatan seperti ini sangat positif karena anak-anak dapat mengenal lebih dekat dunia seni dan budaya sekaligus mengembangkan kreativitas, keberanian, komunikasi, dan kerja sama,” tuturnya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk semakin aktif berkarya dan berprestasi di bidang seni.

Study Pentas di Pendopo Cak Durasim menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mempertemukan siswa dengan ekosistem seni pertunjukan secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, peserta Ekstrakurikuler Teater SMA Assaadah Bungah tidak hanya belajar tentang teater, tetapi juga belajar menghargai proses berkesenian, memahami keberagaman ekspresi budaya, membangun kepercayaan diri, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif.

Pengalaman menyaksikan pertunjukan “HAJATAN” bersama Komunitas Tombo Ati dari Jombang diharapkan menjadi inspirasi baru bagi 24 peserta untuk terus bereksplorasi dan menghasilkan karya-karya teater yang kreatif, komunikatif, serta memiliki nilai edukatif dan budaya.

(Humas/Tim media)

Muhammad Fakhri Amrullah dan Dinda Aulia Syafitri Terpilih Pimpin OSIS SMA Assaadah Bungah Periode 2026/2027

Gresik — Pesta demokrasi siswa SMA Assaadah Bungah berlangsung semarak dan lancar. Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) periode 2026/2027 yang dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, berhasil menetapkan Muhammad Fakhri Amrullah (XI-1) dan Dinda Aulia Syafitri (XI-4) sebagai pasangan terpilih untuk memimpin OSIS SMA Assaadah Bungah periode 2026/2027.

Kegiatan pemilihan berlangsung di lingkungan SMA Assaadah Bungah dengan melibatkan seluruh warga sekolah yang memiliki hak suara. Sebelumnya, tiga pasangan calon telah menyampaikan visi dan misi melalui kegiatan orasi di hadapan siswa dan guru. Tahapan tersebut memberikan kesempatan kepada setiap pasangan untuk memperkenalkan gagasan serta program yang akan mereka jalankan apabila mendapatkan amanah sebagai pengurus inti OSIS.

Setelah proses pemungutan dan penghitungan suara selesai, diperoleh hasil sebagai berikut:

No.Pasangan CalonPerolehan Suara
1Muhammad Fakhri Amrullah (XI-1) – Dinda Aulia Syafitri (XI-4)541 suara
2Muhammad Sadam Alfiyan (XI-3) – Davina Syafa Felisa (XI-8)101 suara
3Ahmad Bagus Haafizhi (XI-1) – Alifia Zalfa Ramadhani (XI-6)221 suara

Dengan perolehan 541 suara, pasangan Muhammad Fakhri Amrullah dan Dinda Aulia Syafitri memperoleh suara terbanyak dan ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Assaadah Bungah periode 2026/2027.

Pelaksanaan Pilketos berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan penuh antusiasme. Para siswa menggunakan hak pilihnya dengan baik hingga seluruh rangkaian kegiatan pemilihan dan penghitungan suara dapat diselesaikan tanpa kendala berarti.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Pilketos. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan OSIS, tetapi juga menjadi media pembelajaran demokrasi bagi para siswa.

“Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS ini merupakan bagian dari proses pendidikan kepemimpinan dan pembelajaran demokrasi di sekolah. Anak-anak belajar menentukan pilihan, menghargai perbedaan, menerima hasil dengan lapang dada, serta menjalankan tanggung jawab sesuai amanah yang diberikan,” ungkapnya.

Ia juga memberikan selamat kepada pasangan yang memperoleh suara terbanyak serta apresiasi kepada seluruh calon yang telah berani berkompetisi dan menyampaikan gagasan terbaiknya.

Kepala sekolah berharap Ketua dan Wakil Ketua OSIS terpilih mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta merangkul seluruh siswa tanpa membedakan pilihan politik mereka dalam proses pemilihan.

“Setelah pemilihan selesai, saatnya bersatu. Siapa pun yang terpilih harus mampu menjadi pemimpin bagi seluruh siswa, bukan hanya bagi mereka yang memilihnya. Jadikan OSIS sebagai wadah untuk berkarya, berprestasi, membangun karakter, dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Fakhri Amrullah, Ketua OSIS terpilih, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh warga SMA Assaadah Bungah. Ia mengaku bahwa kemenangan tersebut bukan semata-mata keberhasilan dirinya dan pasangannya, melainkan sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh siswa yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dan Dinda. Kemenangan ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi justru awal dari tanggung jawab kami untuk menjalankan amanah sebaik-baiknya,” ujar Fakhri.

Fakhri juga menyampaikan komitmennya untuk membangun OSIS yang lebih aktif, terbuka, dan mampu menjadi wadah bagi siswa dalam mengembangkan potensi serta menyalurkan kreativitas.

“Kami ingin merangkul semua siswa dan bekerja sama dengan seluruh elemen sekolah. Kami juga menyadari bahwa menjalankan OSIS tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, kami membutuhkan dukungan, kritik, dan saran dari teman-teman serta bimbingan dari bapak dan ibu guru,” lanjutnya.

Dengan berakhirnya Pilketos, tongkat estafet kepemimpinan OSIS SMA Assaadah Bungah periode 2026/2027 secara resmi akan berlanjut kepada pasangan Muhammad Fakhri Amrullah dan Dinda Aulia Syafitri.

Pelaksanaan pemilihan yang berjalan lancar, tertib, dan aman menjadi cerminan positif budaya demokrasi di lingkungan sekolah. Lebih dari sekadar memilih pemimpin organisasi, Pilketos menjadi ruang pembelajaran nyata bagi siswa untuk memahami arti demokrasi, tanggung jawab, sportivitas, kepemimpinan, kejujuran, dan sikap menghargai pilihan orang lain.

Kini, tantangan berikutnya berada di tangan pasangan terpilih bersama seluruh jajaran pengurus OSIS. Amanah tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui program-program yang kreatif, inovatif, berkarakter, serta selaras dengan semangat pendidikan dan nilai-nilai pesantren yang menjadi bagian dari kehidupan SMA Assaadah Bungah.

(Humas/Tim media)

Tiga Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Assaadah Bungah Sampaikan Visi-Misi di Hadapan Warga Sekolah

Foto: Tiga pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS periode 2026/2027.

Gresik Suasana lapangan SMA Assaadah Bungah tampak semarak ketika tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS menyampaikan orasi visi dan misi di hadapan seluruh siswa dan guru. Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Assaadah Bungah periode berikutnya.

Orasi calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS dilaksanakan di lapangan sekolah dengan disaksikan secara langsung oleh seluruh siswa dan guru. Ketiga pasangan calon secara bergantian menyampaikan gagasan, visi, dan misi yang akan mereka perjuangkan apabila mendapatkan kepercayaan dari warga sekolah.

Tiga pasangan calon yang mengikuti kontestasi tersebut adalah:

  1. Muhammad Fakhri Amrullah (XI-1) dan Dinda Aulia Syafitri (XI-4)
  2. Muhammad Sadam Alfiyan (XI-3) dan Davina Syafa Felisa (XI-8)
  3. Ahmad Bagus Haafizhi (XI-1) dan Alifia Zalfa Ramadhani (XI-6)

Dalam orasinya, masing-masing pasangan berusaha menawarkan gagasan terbaik untuk membawa OSIS SMA Assaadah Bungah menjadi organisasi siswa yang lebih aktif, kreatif, inspiratif, dan mampu menjadi wadah pengembangan potensi siswa. Penyampaian visi dan misi juga menjadi kesempatan bagi para calon untuk menunjukkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta keberanian menyampaikan gagasan di hadapan publik.

Kegiatan orasi berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa menyimak berbagai program yang ditawarkan oleh masing-masing pasangan calon. Perbedaan gagasan dan program yang disampaikan diharapkan dapat memberikan bahan pertimbangan bagi seluruh siswa sebelum menentukan pilihan dalam proses pemilihan.

Pembina OSIS-MPK SMA Assaadah Bungah, Ibu Siti Lailatul Arofah, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan orasi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS bukan sekadar memilih pemimpin organisasi, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar bertanggung jawab dalam menentukan pilihan.

“Melalui kegiatan ini, siswa belajar menyampaikan gagasan, berkomunikasi dengan baik, menghargai perbedaan pilihan, serta memahami proses demokrasi secara langsung. Kami berharap seluruh calon dapat berkompetisi secara sehat dan menjunjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si., mengatakan bahwa seluruh pasangan calon telah mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan visi dan misi kepada warga sekolah.

Menurutnya, keberadaan tiga pasangan calon menunjukkan adanya semangat dan keberanian siswa untuk mengambil peran dalam kepemimpinan organisasi. Ia berharap siapa pun yang terpilih nantinya mampu menjadi pemimpin yang amanah, mampu bekerja sama, serta membawa OSIS menjadi organisasi yang memberikan kontribusi positif bagi sekolah.

“Yang paling penting bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana seluruh proses pemilihan ini menjadi pengalaman pendidikan bagi siswa. Kita ingin membangun budaya demokrasi yang sehat, santun, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung nilai-nilai karakter pesantren,” jelasnya.

Setelah tahapan orasi, seluruh siswa akan menentukan pilihannya melalui Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Assaadah Bungah yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 9 September 2026.

Momentum pemilihan tersebut diharapkan menjadi ajang bagi seluruh siswa untuk menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab. Para siswa diharapkan dapat memilih berdasarkan visi, misi, gagasan, serta kemampuan kepemimpinan calon, bukan semata-mata karena kedekatan pertemanan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya SMA Assaadah Bungah dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, demokrasi, tanggung jawab, keberanian, kejujuran, dan sikap menghargai perbedaan. Dari proses tersebut diharapkan lahir pemimpin OSIS yang mampu menjadi teladan dan menggerakkan berbagai kegiatan positif bagi seluruh warga sekolah.

Dengan terselenggaranya orasi calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS, tahapan menuju pemilihan semakin mendekati puncaknya. Seluruh warga sekolah kini menantikan hasil pilihan siswa yang akan menentukan pasangan pemimpin OSIS SMA Assaadah Bungah untuk periode mendatang.

(Humas/Tim media)

Siswa SMA Assaadah Bungah Raih Juara Harapan 1 Lomba Jambore UKS/M Tingkat Kabupaten

Foto: Siswa SMA Assaadah Bungah, Kiki Arista Oktaviani dalam prosesi penyerahan hadiah tropi lomba di kabupaten.

Gresik — Prestasi kembali ditorehkan siswa SMA Assaadah Bungah dalam ajang kompetisi tingkat Kabupaten Gresik. Kiki Arista Oktaviani, siswi kelas XII-1, berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam Lomba Jambore UKS/M Jenjang SMA/MA Tahun 2026 pada bidang Karya Tulis Kategori SMA/MA.

Kompetisi tersebut dilaksanakan pada Senin, 1 September 2026. Keikutsertaan Kiki menjadi bukti bahwa budaya literasi, penelitian, dan kemampuan menulis ilmiah terus mendapatkan ruang untuk berkembang di SMA Assaadah Bungah.

Lomba karya tulis dalam ajang Jambore UKS/M menjadi wadah bagi peserta didik untuk menuangkan gagasan, kreativitas, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan pendidikan. Melalui kompetisi tersebut, siswa ditantang untuk menyusun gagasan secara sistematis sekaligus menyampaikan solusi berdasarkan pemikiran dan hasil kajian.

Prestasi yang diraih Kiki sekaligus menambah deretan capaian siswa SMA Assaadah Bungah dalam bidang akademik dan nonakademik. Pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan kemampuan menulis, melakukan kajian, serta mengikuti berbagai kompetisi.

Pembina ekstrakurikuler KIR (Karya Tulis Ilmiah) sekaligus Staff Waka Humas SMA Assaadah Bungah, Ibu Ekka Nur Islahiyah, S.S., mengapresiasi prestasi yang diraih Kiki.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan Kiki. Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa SMA Assaadah Bungah memiliki potensi dalam bidang karya tulis dan kemampuan menuangkan gagasan secara sistematis. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi Kiki dan teman-temannya untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan KIR memiliki peran penting dalam membangun budaya berpikir kritis dan ilmiah di kalangan siswa. Melalui proses menulis, siswa belajar mencari informasi, mengolah data, menyusun argumentasi, serta menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

Sementara itu, Kiki Arista Oktaviani mengaku bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraihnya.

“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan Juara Harapan 1. Bagi saya, mengikuti lomba ini merupakan pengalaman yang berharga karena saya bisa belajar menyusun karya tulis dengan lebih baik sekaligus mendapatkan pengalaman berkompetisi di tingkat kabupaten. Hasil ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan,” tuturnya.

Keberhasilan Kiki dalam Lomba Jambore UKS/M Jenjang SMA/MA Tahun 2026 menjadi bukti bahwa pengembangan potensi siswa dapat dilakukan melalui berbagai jalur. Tidak hanya prestasi olahraga dan seni, kemampuan literasi, penelitian, dan karya tulis ilmiah juga terus didorong untuk berkembang.

SMA Assaadah Bungah berkomitmen memberikan ruang kepada setiap siswa untuk menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan bakatnya. Juara Harapan 1 bagi Kiki bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi menjadi langkah untuk terus menumbuhkan budaya ilmiah dan semangat berkarya di lingkungan sekolah.

(Humas/Tim media)

YPPQ Supervisi MLBS di SMA Assaadah Bungah, Dorong Peningkatan Mutu dan Kualitas Layanan

Foto: Bapak Drs. H. Masykuri sedang melakukan supervisi sekolah dengan wawancara kepada siswa di kelas.

Gresik — SMA Assaadah Bungah terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga dan pelayanan pendidikan. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Supervisi MLBS (Manajemen Lembaga Berkarakter dan Sistematik) Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 oleh Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin (YPPQ).

Kegiatan supervisi dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026, dengan melibatkan jajaran pengurus YPPQ sebagai tim monitoring. Pengurus yayasan yang hadir melakukan supervisi di SMA Assaadah Bungah yakni Drs. H. Masykuri, Abdul Wajid Al Fahmi, M.Pd., dan Drs. H. Mukhlas, M.M.

Supervisi MLBS menjadi salah satu instrumen penting bagi yayasan untuk melihat kesiapan sekaligus perkembangan pengelolaan lembaga pendidikan. Berbagai aspek manajemen dan pelayanan sekolah menjadi bagian dari proses monitoring, sehingga sekolah dapat mengetahui capaian yang telah berjalan sekaligus melakukan evaluasi terhadap aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Kegiatan ini tidak hanya dipandang sebagai proses penilaian, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan pembinaan bagi sekolah. Melalui supervisi yang dilakukan secara sistematis, SMA Assaadah Bungah diharapkan semakin siap memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh yayasan.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyambut positif pelaksanaan supervisi MLBS tersebut.

“Supervisi MLBS merupakan momentum penting bagi kami untuk melihat kembali kesiapan dan kualitas pengelolaan sekolah. Masukan dari pengurus yayasan menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga agar pelayanan pendidikan di SMA Assaadah Bungah dapat terus diperbaiki dan ditingkatkan,” ungkapnya.

Menurutnya, budaya evaluasi harus menjadi bagian dari pengembangan sekolah. Dengan adanya monitoring secara berkala, setiap unsur di sekolah dapat bekerja lebih terarah, sistematis, dan bertanggung jawab dalam memberikan layanan terbaik kepada peserta didik.

Sementara itu, salah satu pengurus YPPQ yang turut melakukan supervisi, Drs. H. Masykuri, menjelaskan bahwa supervisi MLBS diarahkan untuk memastikan kesiapan lembaga sekaligus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan sekolah.

“Supervisi ini bukan semata-mata untuk mencari kekurangan, tetapi lebih kepada melihat sejauh mana lembaga telah berjalan sesuai dengan sistem dan standar yang ditetapkan. Hasil monitoring diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa manajemen lembaga yang berkarakter dan sistematik membutuhkan konsistensi seluruh unsur sekolah. Kualitas pelayanan pendidikan akan semakin baik apabila seluruh komponen lembaga mampu menjalankan tugas sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.

Pelaksanaan Supervisi MLBS Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 tersebut menjadi bagian dari upaya YPPQ dan SMA Assaadah Bungah untuk membangun budaya mutu, memperkuat tata kelola, serta memastikan kesiapan sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan yang optimal.

Melalui proses monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut yang berkelanjutan, SMA Assaadah Bungah terus bergerak menuju lembaga pendidikan yang semakin berkarakter, sistematik, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan bagi seluruh warga sekolah.

(Humas/Tim media)