Tim Gerak Jalan Putri SMA Assaadah Bungah Raih Juara 3 Gerak Jalan Sidomukti-Bungah

Foto: Tim Gerak Jalan Putri SMA Assaadah Bungah menerima penghargan juara.

Gresik — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMA Assaadah Bungah. Tim Gerak Jalan Putri SMA Assaadah Bungah berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Gerak Jalan Sidomukti-Bungah yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Penghargaan atas prestasi tersebut diterima dalam acara malam resepsi HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, bertempat di Pendopo Kecamatan Bungah. Pencapaian ini menjadi hasil dari kerja keras, kekompakan, dan semangat juang para anggota tim yang telah melakukan persiapan sebelum perlombaan berlangsung.

Sebelumnya, SMA Assaadah Bungah mengirimkan sejumlah pleton dalam ajang Gerak Jalan Sidomukti-Bungah. Para peserta merupakan siswa-siswi pilihan yang telah melalui proses seleksi internal sekolah. Khusus Tim Gerak Jalan Putri, para siswa menunjukkan kesungguhan dalam berlatih, mulai dari membangun kekompakan barisan, ketepatan langkah, ketahanan fisik, hingga kedisiplinan selama mengikuti arahan pembina.

Keberhasilan meraih Juara 3 menjadi bukti bahwa kerja keras dan latihan yang dilakukan secara serius mampu menghasilkan prestasi. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan gerak jalan juga menjadi sarana untuk membentuk karakter siswa melalui nilai-nilai disiplin, kerja sama, ketangguhan, tanggung jawab, dan semangat nasionalisme.

Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si., menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian Tim Gerak Jalan Putri.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih oleh Tim Gerak Jalan Putri SMA Assaadah Bungah. Juara 3 ini merupakan hasil dari proses, kerja keras, dan kekompakan anak-anak selama menjalani latihan maupun saat perlombaan,” ungkapnya.

Menurutnya, prestasi tersebut patut diapresiasi karena para siswa tidak hanya membawa nama sekolah dalam sebuah kompetisi, tetapi juga menunjukkan karakter positif yang dibangun melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan kesiswaan.

“Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan potensi. Yang paling penting, anak-anak belajar bahwa prestasi membutuhkan komitmen, kedisiplinan, dan kerja sama,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina Olahraga SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Ubaidillah Mufti, S.Pd., mengapresiasi semangat dan perjuangan para anggota tim sejak masa persiapan hingga berhasil meraih penghargaan.

“Anak-anak telah menunjukkan kesungguhan yang luar biasa. Mereka berlatih dengan disiplin dan berusaha menjaga kekompakan. Dalam gerak jalan, bukan hanya kekuatan fisik yang diperlukan, tetapi juga koordinasi dan kebersamaan. Alhamdulillah, usaha mereka membuahkan hasil dengan meraih Juara 3,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa prestasi tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga semangat berprestasi.

Keberhasilan Tim Gerak Jalan Putri SMA Assaadah Bungah dalam ajang Sidomukti-Bungah menjadi tambahan catatan positif bagi sekolah dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, kebersamaan, dan keberanian untuk memberikan yang terbaik.

Selamat kepada Tim Gerak Jalan Putri SMA Assaadah Bungah atas raihan Juara 3. Terus melangkah dengan kompak, berjuang dengan semangat, dan mengharumkan nama sekolah!

(Humas/Tim Media)

Belajar Sejarah dari Taman Makam Pahlawan, SMA Assaadah Bungah Hadirkan Pembelajaran Kontekstual

Foto: Siswa belajar sejarah secara langsung dan kontekstual di kompleks lokasi TMP (Taman Makam Pahlawan) Bungah.

Gresik — Pembelajaran sejarah tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal tersebut dibuktikan oleh SMA Assaadah Bungah melalui inovasi pembelajaran sejarah yang mengajak siswa belajar langsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bungah.

Bersama guru pengajar sejarah, para siswa mengunjungi TMP Bungah untuk melakukan eksplorasi sejarah sekaligus menggali berbagai nilai keteladanan dari para pejuang yang telah berjuang bagi bangsa. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang berbeda karena siswa berhadapan langsung dengan situs yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah perjuangan bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan dari guru, tetapi juga diajak mengamati lingkungan makam, mencermati informasi yang tersedia, serta berdiskusi mengenai makna perjuangan dan pengorbanan para pendahulu.

Taman Makam Pahlawan Bungah sendiri diresmikan oleh Dinas Sosial pada tahun 2017. Lokasinya berada di belakang Masjid Kyai Gede Bungah. Keberadaan TMP tersebut menjadi salah satu ruang penting untuk mengenalkan sejarah perjuangan sekaligus menanamkan nilai nasionalisme kepada generasi muda.

Salah satu hal menarik yang ditemukan siswa adalah sebagian besar tokoh pejuang yang dimakamkan di TMP Bungah tidak memiliki identitas nama atau bersifat anonim. Kondisi tersebut justru menjadi bahan refleksi bagi siswa bahwa perjuangan dan pengorbanan seseorang untuk bangsa tidak selalu tercatat secara lengkap dalam sejarah.

Namun, terdapat satu makam yang memiliki identitas nama, yakni Chanan, yang tercatat wafat pada 16 Desember 1946. Masa tersebut merupakan periode awal perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan terjadi dalam konteks pergolakan bersenjata yang melibatkan kekuatan Belanda di berbagai wilayah, termasuk kawasan Bungah dan sekitarnya.

Temuan tersebut menjadi pintu masuk bagi siswa untuk memahami bahwa sejarah lokal memiliki keterkaitan erat dengan sejarah nasional. Peristiwa besar seperti perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya berlangsung di kota-kota besar, tetapi juga meninggalkan jejak di berbagai daerah, termasuk Kecamatan Bungah.

Dalam proses pembelajaran, siswa diajak untuk melihat sejarah bukan hanya sebagai kumpulan tanggal, nama tokoh, dan peristiwa yang harus dihafalkan. Mereka diarahkan untuk mencari, mengamati, bertanya, menafsirkan, dan menghubungkan sumber sejarah dengan realitas di lingkungan sekitar.

Guru pengajar sejarah SMA Assaadah Bungah, Bapak Eko Jarwanto, M.Pd., menjelaskan bahwa pembelajaran di TMP merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual.

“Sejarah akan lebih bermakna ketika siswa tidak hanya membaca buku, tetapi juga berhadapan langsung dengan jejak sejarah yang ada di sekitar mereka. Di TMP Bungah, anak-anak dapat melihat bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan juga terjadi di daerah mereka sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan makam-makam tanpa nama juga memberikan pelajaran penting bagi siswa.

“Ada banyak pejuang yang mungkin tidak kita kenal namanya. Justru di situlah nilai keteladanannya. Mereka berjuang bukan karena ingin dikenal atau mendapatkan penghargaan, tetapi karena memiliki kecintaan terhadap tanah air. Nilai seperti inilah yang ingin kami tumbuhkan kepada siswa,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu siswa, Muh. Rahmatullah Ramadhana Al Fadhl, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda selama mengikuti pembelajaran sejarah di TMP Bungah.

“Biasanya kami belajar sejarah dari buku atau penjelasan guru di kelas. Ketika datang langsung ke TMP, rasanya lebih nyata. Kami bisa melihat makam para pejuang dan membayangkan bagaimana perjuangan mereka pada masa lalu,” ungkapnya.

Ia juga merasa tertarik dengan keberadaan makam para pejuang yang tidak diketahui namanya.

“Saya jadi berpikir bahwa ternyata ada orang-orang yang berjuang untuk Indonesia tetapi namanya tidak kita ketahui. Hal itu membuat saya semakin menghargai perjuangan para pahlawan dan merasa memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan belajar dan melakukan hal-hal yang positif,” tuturnya.

Kegiatan pembelajaran sejarah di TMP Bungah menjadi contoh bahwa sumber belajar dapat ditemukan di mana saja, termasuk di lingkungan sekitar sekolah dan tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah. Siswa dapat belajar dari benda, tempat, lingkungan, maupun cerita yang berkembang di masyarakat.

Melalui pembelajaran kontekstual tersebut, SMA Assaadah Bungah berupaya menjadikan sejarah bukan sekadar mata pelajaran, melainkan sarana untuk membangun kesadaran sejarah, karakter, nasionalisme, dan rasa tanggung jawab generasi muda terhadap bangsa.

Dari makam para pejuang, siswa belajar bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah. Ia lahir dari perjuangan, pengorbanan, dan keberanian para pendahulu.

(Humas/Tim Media)

Ahmad Bagus Haafizhi Sukses Tuntaskan Tugas sebagai Paskibraka Kabupaten Gresik

Foto: Ahmad Bagus Haafizhi bersama kepala SMA Assaadah Bungah (Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd) dan juga kedua orangtuanya di pendopo Kabupaten Gresik.

Gresik — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Assaadah Bungah. Ahmad Bagus Haafizhi, siswa kelas XI-1, sukses menjalankan amanah sebagai anggota Tim Paskibraka Kabupaten Gresik Tahun 2026 dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Ahmad Bagus Haafizhi dipercaya menjadi bagian dari tim inti Paskibraka Kabupaten Gresik setelah melalui proses seleksi yang ketat dan berhasil menyisihkan ribuan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Gresik. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ahmad Bagus Haafizhi, keluarga, dan keluarga besar SMA Assaadah Bungah.

Menjelang pelaksanaan upacara, Ahmad Bagus Haafizhi bersama anggota Paskibraka Kabupaten Gresik lainnya menjalani karantina dan pembinaan di tingkat kabupaten. Masa karantina tersebut menjadi bagian penting untuk mematangkan kesiapan fisik, mental, kedisiplinan, kekompakan, serta koordinasi antarpasukan sebelum menjalankan tugas pada momentum bersejarah tersebut.

Puncaknya, Ahmad Bagus Haafizhi berhasil melaksanakan tugas dalam upacara detik-detik Proklamasi dan pengibaran Bendera Merah Putih di Pendopo Kabupaten Gresik pada 17 Agustus 2026. Tidak berhenti pada upacara pagi, Ahmad Bagus Haafizhi juga kembali menjalankan amanah dalam prosesi penurunan Bendera Merah Putih pada sore hari di tempat yang sama.

Dua tugas tersebut dapat dijalankan dengan baik dan lancar. Penampilan Ahmad Bagus Haafizhi bersama tim Paskibraka Kabupaten Gresik menunjukkan kedisiplinan, ketenangan, kekompakan, dan tanggung jawab yang telah dibangun melalui proses seleksi, latihan, pembinaan, hingga karantina.

Momentum tersebut semakin istimewa karena turut disaksikan langsung oleh Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., serta kedua orang tua Ahmad Bagus Haafizhi. Kehadiran orang-orang terdekat menjadi dukungan moral yang sangat berarti bagi Ahmad Bagus Haafizhi saat menjalankan tugas membawa nama sekolah dan keluarga.

Bagi SMA Assaadah Bungah, keberhasilan Ahmad Bagus Haafizhi merupakan sebuah prestasi sekaligus bukti konsistensi sekolah dalam memberikan ruang kepada siswa untuk berkembang dan berprestasi di bidang nonakademik.

Terpilihnya Ahmad Bagus Haafizhi juga melanjutkan tradisi positif SMA Assaadah Bungah yang setiap tahun berupaya mengirimkan siswa-siswi terbaiknya untuk mengikuti proses seleksi dan menjadi bagian dari tim inti Paskibraka Kabupaten Gresik.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Ahmad Bagus Haafizhi.

“Kami sangat bangga atas capaian Ahmad Bagus Haafizhi. Menjadi bagian dari tim inti Paskibraka Kabupaten Gresik setelah melalui seleksi yang sangat ketat bukanlah sesuatu yang mudah. Ini merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, latihan, serta mental yang kuat,” ungkapnya.

Menurutnya, pengalaman Ahmad Bagus Haafizhi sebagai Paskibraka bukan hanya sebuah prestasi yang dapat dibanggakan, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter.

“Tugas Paskibraka mengajarkan banyak hal kepada siswa, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, hingga nasionalisme. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi Ahmad untuk terus berkembang dan menjadi pribadi yang tangguh,” tambahnya.

Sementara itu, kedua orang tua Ahmad Bagus Haafizhi mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas kesempatan yang diperoleh putra mereka.

“Kami sangat bersyukur dan bangga melihat Ahmad Bagus Haafizhi dapat menjalankan tugas sebagai Paskibraka Kabupaten Gresik. Perjalanan menuju tahap ini tentu tidak mudah. Ada seleksi, latihan, karantina, dan berbagai proses yang harus dijalani. Kami berharap pengalaman ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Ahmad untuk ke depannya,” ungkap keduanya.

Bagi keluarga, melihat Ahmad Bagus Haafizhi berdiri membawa amanah sebagai bagian dari Paskibraka Kabupaten Gresik menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri. Dukungan keluarga diberikan sejak proses seleksi hingga Ahmad Bagus Haafizhi menyelesaikan seluruh rangkaian tugasnya.

Keberhasilan Ahmad Bagus Haafizhi juga menjadi motivasi bagi siswa-siswi SMA Assaadah Bungah lainnya. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa kesempatan untuk mengharumkan nama sekolah dan daerah dapat diraih melalui ketekunan, disiplin, keberanian, dan kemauan untuk berproses.

Setelah sukses menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih, Ahmad Bagus Haafizhi kini membawa pulang pengalaman berharga sebagai bagian dari perjalanan pendidikannya. Ia tidak hanya berhasil mengibarkan Sang Merah Putih, tetapi juga telah belajar memaknai arti kehormatan, amanah, pengabdian, dan nasionalisme.

Selamat Ahmad Bagus Haafizhi! Dari SMA Assaadah Bungah, mengukir prestasi untuk Gresik dan mengabdi untuk Indonesia.

(Humas/Tim Media)

Passmadah SMA Assaadah Bungah Sukses Tuntaskan Tugas Pengibar Bendera HUT Kemerdekaan RI ke-81

Foto: Tima Passmadah SMA Assaadah Bungah sedang mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Lapangan Gembus, Bungah.

Gresik — Kebanggaan menyelimuti keluarga besar SMA Assaadah Bungah setelah tim Pasukan Pengibar Bendera SMA Assaadah Bungah atau Passmadah sukses melaksanakan tugas dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Senin (17/8/2026).

Bertempat di Lapangan Gembus, Bungah, tim Passmadah dipercaya menjadi bagian penting dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih pada detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan penuh disiplin dan rasa tanggung jawab, para siswa menjalankan tugas pengibaran bendera dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat.

Sejak memasuki lapangan upacara hingga prosesi pengibaran bendera berlangsung, para anggota Passmadah menunjukkan kekompakan dan kesiapan yang telah mereka bangun melalui rangkaian latihan sebelumnya. Setiap langkah, gerakan, dan formasi dilakukan secara solid sehingga seluruh rangkaian tugas dapat diselesaikan dengan baik.

Keberhasilan tersebut menjadi buah dari proses latihan yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Para anggota Passmadah tidak hanya ditempa dari sisi fisik, tetapi juga dibentuk untuk memiliki kedisiplinan, ketangguhan mental, kekompakan, rasa tanggung jawab, serta jiwa nasionalisme.

Kesuksesan Passmadah dalam menjalankan tugas juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Pemerintah Kecamatan Bungah, Koramil Bungah, Polsek Bungah, pihak SMA Assaadah Bungah, para pembina dan pendamping, serta orang tua/wali murid memberikan dukungan penuh sejak proses persiapan hingga pelaksanaan upacara.

Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan para siswa dalam menjalankan amanah tersebut.

“Alhamdulillah, anak-anak Passmadah telah melaksanakan tugas dengan sangat baik. Ini merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, latihan, dan kekompakan mereka. Kami sangat bangga karena mereka mampu membawa nama baik SMA Assaadah Bungah dalam momentum yang sangat penting bagi bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, tugas sebagai pasukan pengibar bendera bukan sekadar kegiatan seremonial. Di dalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yang sangat kuat.

“Mereka belajar bahwa sebuah keberhasilan membutuhkan proses, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Semoga pengalaman ini menjadi bekal bagi mereka untuk terus berprestasi dan menjadi generasi yang memiliki semangat nasionalisme tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Bungah, Moh. Izzul Muttaqin, S.Ag., turut memberikan apresiasi kepada tim Passmadah atas keberhasilan mereka dalam melaksanakan tugas pengibaran bendera pada upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada adik-adik Passmadah SMA Assaadah Bungah yang telah menjalankan tugas dengan baik. Penampilan yang solid dan lancar menunjukkan bahwa mereka telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Semoga pengalaman ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus berprestasi,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan dan latihan Paskibraka, mulai dari unsur pemerintah kecamatan, Koramil Bungah, Polsek Bungah, pihak sekolah, hingga para orang tua atau wali murid.

Kesuksesan Passmadah menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sekolah, pemerintah, aparat, dan keluarga mampu memberikan dukungan yang kuat bagi perkembangan potensi generasi muda.

Foto: Tim Passmadah berfoto bersama Camat Bungah, Koramil, dan Polsek Bungah.

Bagi para anggota Passmadah, keberhasilan menunaikan tugas pada detik-detik Proklamasi menjadi pengalaman yang akan dikenang sepanjang perjalanan mereka sebagai pelajar. Mengibarkan Sang Merah Putih di hadapan masyarakat bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga sebuah amanah untuk menjaga semangat perjuangan para pahlawan.

Kini, setelah tugas berhasil ditunaikan, semangat Passmadah diharapkan tidak berhenti di lapangan upacara. Nilai disiplin, kerja keras, kekompakan, tanggung jawab, dan nasionalisme yang mereka dapatkan selama menjalani proses pembinaan hendaknya terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat dan sukses Passmadah SMA Assaadah Bungah!

Satu langkah, satu komando, satu semangat—Merah Putih berkibar, Indonesia semakin jaya!

(Humas/Tim Media)

Pemilihan Pengurus MPK SMA Assaadah Bungah Berlangsung Demokratis, Ibnun Nahdah Fikrullah Terpilih sebagai Ketua MPK

Foto: Proses pemilihan ketua MPK SMA Assaadah Bungah periode 2026/2027.

Gresik — SMA Assaadah Bungah kembali memberikan ruang kepada siswa untuk belajar secara langsung tentang demokrasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan melalui kegiatan Pemilihan Pengurus Majelis Perwakilan Kelas (MPK) periode Tahun Ajaran 2026–2027.

Kegiatan pemilihan berlangsung secara demokratis pada Ahad (16/8/2026) bertempat di Ruang Laboratorium SMA Assaadah Bungah. Pemilihan diikuti oleh perwakilan siswa dari seluruh kelas X, XI, dan XII.

Dalam kegiatan tersebut, setiap kelas mengirimkan dua orang siswa sebagai perwakilan. Secara keseluruhan terdapat 27 perwakilan kelas yang hadir dan berpartisipasi dalam proses pemilihan pengurus MPK. Para perwakilan tersebut diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menentukan calon pemimpin yang dinilai mampu menjalankan amanah sebagai pengurus MPK.

Proses pemilihan berlangsung dalam suasana tertib dan demokratis. Para siswa tidak hanya belajar memilih seorang pemimpin, tetapi juga memahami bahwa setiap suara memiliki arti dan harus digunakan secara bertanggung jawab.

Dari proses pemilihan tersebut, Ibnun Nahdah Fikrullah kelas XI-1 terpilih sebagai Ketua MPK SMA Assaadah Bungah periode Tahun Ajaran 2026–2027.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pembina OSIS-MPK, Ibu Siti Lailatul Arofah, M.Si., serta Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si. Kehadiran para pembina dan jajaran kesiswaan menjadi bagian dari proses pendampingan agar pelaksanaan pemilihan berjalan tertib sekaligus memberikan pengalaman organisasi yang positif bagi para siswa.

Pembina OSIS-MPK SMA Assaadah Bungah, Ibu Siti Lailatul Arofah, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pemilihan MPK menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang sangat penting bagi siswa.

“Pemilihan MPK ini bukan hanya tentang memilih ketua dan pengurus organisasi. Lebih dari itu, anak-anak belajar bagaimana menyampaikan aspirasi, menentukan pilihan, menghargai perbedaan pendapat, serta menerima hasil keputusan bersama. Inilah praktik demokrasi yang mereka alami secara langsung di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya, MPK memiliki peran strategis dalam membangun budaya organisasi siswa. Para pengurus diharapkan mampu menjadi representasi aspirasi siswa sekaligus menjadi mitra OSIS dan sekolah dalam menciptakan berbagai kegiatan yang positif.

Sementara itu, Ibnun Nahdah Fikrullah, yang terpilih sebagai Ketua MPK periode 2026–2027, mengungkapkan rasa syukur sekaligus tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Bagi saya, menjadi Ketua MPK bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap dapat menjalankan tugas dengan baik dan menjadi jembatan bagi aspirasi teman-teman,” tuturnya.

Ibnun juga menyampaikan komitmennya untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan seluruh siswa, pengurus OSIS-MPK, serta pihak sekolah.

“Saya ingin MPK menjadi wadah yang benar-benar mampu mendengar dan menyampaikan aspirasi siswa. Saya juga berharap seluruh pengurus nantinya dapat bekerja sama, saling mendukung, dan menjalankan amanah ini dengan penuh kejujuran serta tanggung jawab,” tambahnya.

Pemilihan pengurus MPK tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan karakter dan pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah. Melalui pengalaman berorganisasi, siswa dilatih untuk memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, berpikir kritis, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah diambil bersama.

SMA Assaadah Bungah berharap terpilihnya Ibnun Nahdah Fikrullah sebagai Ketua MPK periode 2026–2027 dapat membawa semangat baru dalam organisasi siswa. MPK diharapkan semakin aktif menjadi wadah aspirasi sekaligus ikut menciptakan lingkungan sekolah yang demokratis, berkarakter, religius, dan berprestasi.

“Dari ruang pemilihan, lahir pembelajaran demokrasi. Dari suara siswa, tumbuh pemimpin masa depan”

(Humas/Tim Media)

SMA Assaadah Bungah Gelar Parenting Wali Murid Kelas X, Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua

Foto: Para walimurid kelas X (Sepuluh) hadir dalam acara parenting SMA Assaadah Bungah di Aula YPPQ.

Gresik — SMA Assaadah Bungah menggelar kegiatan Parenting dan Pertemuan Wali Murid Kelas X sebagai upaya memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara sekolah, yayasan, dan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan peserta didik. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula YPPQ, Ahad (16/8/2026).

Kegiatan parenting dihadiri oleh pengurus yayasan, jajaran pimpinan SMA Assaadah Bungah, serta seluruh wali kelas X. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk memperkenalkan sekaligus menyampaikan berbagai program pendidikan yang akan dilaksanakan selama peserta didik menempuh pendidikan di SMA Assaadah Bungah.

Sejak awal acara, suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars YPPQ. Rangkaian tersebut menjadi simbol semangat kebangsaan sekaligus penguatan identitas keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus yayasan yang diwakili Bapak Ir. Moh. Ismail Hamim, M.M. dan Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan akademik, karakter, dan spiritual peserta didik.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pemaparan program-program unggulan sekolah yang disampaikan oleh Waka Kurikulum SMA Assaadah Bungah, Ibu Mela Alista, S.Si. Paparan tersebut memberikan gambaran kepada para wali murid mengenai arah program pendidikan, kegiatan pembelajaran, serta berbagai program sekolah yang akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan siswa kelas X.

Setelah pemaparan program sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para orang tua diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun hal-hal yang ingin diketahui berkaitan dengan proses pendidikan dan program sekolah. Sesi tersebut berlangsung interaktif dan menjadi ruang komunikasi dua arah antara sekolah dan wali murid.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar seluruh proses pendidikan peserta didik kelas X di SMA Assaadah Bungah senantiasa mendapatkan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan dari Allah Swt.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa pertemuan wali murid merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi dan kepercayaan antara sekolah dengan orang tua.

“Pendidikan anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Ada sinergi yang harus dibangun antara sekolah, orang tua, dan yayasan. Melalui kegiatan parenting ini, kami ingin menyamakan visi dan membangun komunikasi yang baik agar proses pendidikan anak-anak kita dapat berjalan secara optimal,” ungkapnya.

Menurutnya, memasuki jenjang SMA merupakan fase penting dalam perkembangan peserta didik. Karena itu, pendampingan yang dilakukan secara bersama-sama antara sekolah dan keluarga sangat diperlukan agar siswa mampu berkembang menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, berprestasi, dan memiliki nilai-nilai religius yang kuat.

Sementara itu, Waka Humas SMA Assaadah Bungah, Bapak Eko Jarwanto, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan parenting menjadi salah satu sarana untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara sekolah dengan orang tua.

“Kami ingin wali murid tidak hanya mengenal sekolah sebagai tempat anak-anak belajar, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar SMA Assaadah Bungah. Komunikasi dan silaturahmi yang baik akan menjadi modal penting dalam mendampingi perkembangan anak-anak selama berada di sekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keterbukaan komunikasi antara sekolah dan orang tua sangat diperlukan, terutama dalam menghadapi berbagai dinamika pendidikan di era yang terus berkembang.

“Sekolah memiliki program, sementara orang tua memiliki harapan terhadap putra-putrinya. Melalui forum seperti ini, keduanya dapat dipertemukan sehingga terbangun kesamaan langkah. Harapannya, ketika sekolah dan orang tua berjalan bersama, anak-anak akan mendapatkan pendampingan yang lebih utuh,” tambahnya.

Melalui kegiatan parenting tersebut, SMA Assaadah Bungah menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi pendidikan berbasis komunikasi, silaturahmi, dan sinergi. Sekolah berharap hubungan yang terjalin antara guru, orang tua, yayasan, dan peserta didik dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak.

Satu visi, satu sinergi, bersama mendampingi generasi untuk tumbuh, berprestasi, dan berakhlak mulia.

(Humas/Tim Media)

SMA Assaadah Bungah Tingkatkan Fasilitas Pembelajaran dengan Akses WiFi di Setiap Kelas

Foto: Siswa memanfaatkan penggunaan wifi (internet) di kelas dengan pengawasan dari guru mata pelajaran.

GRESIK — SMA Assaadah Bungah terus melakukan peningkatan fasilitas dan sarana-prasarana sekolah untuk mendukung proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyediakan akses WiFi atau internet yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran di ruang kelas.

Fasilitas internet tersebut memungkinkan siswa yang membawa gadget atau smartphone untuk mengakses jaringan internet di ruang kelas masing-masing ketika memang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital.

Meski demikian, penggunaan gadget atau smartphone bukan merupakan kewajiban bagi siswa. SMA Assaadah Bungah tetap memberikan ruang bagi siswa yang tidak membawa atau tidak menggunakan gadget dalam pembelajaran. Fasilitas internet disediakan sebagai sarana pendukung, bukan sebagai tuntutan kepada seluruh siswa.

Dalam penerapannya, sekolah juga menyiapkan sistem pengelolaan penggunaan gadget agar teknologi tetap digunakan secara tertib, terarah, dan bertanggung jawab. Sekolah menyediakan rak khusus atau loker penyimpanan gadget/smartphone siswa di setiap kelas.

Selama proses pembelajaran berlangsung, gadget atau smartphone siswa tidak diperkenankan digunakan secara bebas. Perangkat hanya boleh diambil dan digunakan apabila mendapatkan izin dari guru pengampu mata pelajaran yang sedang mengajar di kelas.

Mekanisme tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan gadget benar-benar memiliki tujuan pembelajaran dan tidak mengganggu konsentrasi siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Guru yang membutuhkan penggunaan gadget/smartphone dalam proses pembelajaran dapat mengambil kunci loker di ruang BK. Setelah mendapatkan izin, siswa dapat menggunakan perangkatnya sesuai dengan arahan dan kebutuhan pembelajaran.

Setelah kegiatan pembelajaran selesai, seluruh gadget atau smartphone kembali dimasukkan ke dalam loker dan dikunci. Selanjutnya, kunci loker dikembalikan kembali ke ruang BK. Sistem tersebut diterapkan sebagai bentuk pengawasan sekaligus pembiasaan kepada siswa agar mampu menggunakan teknologi secara disiplin dan bertanggung jawab.

Waka Sarana dan Prasarana SMA Assaadah Bungah, Ibu Tri Wahyuni, S.Pd., menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas WiFi merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas sarana pendukung pembelajaran.

“Kami berupaya menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran saat ini. Internet sudah menjadi salah satu sumber belajar yang sangat penting. Namun, penggunaannya harus tetap terarah dan tidak mengganggu proses pembelajaran. Karena itu, kami juga menyiapkan sistem loker dan pengelolaan kunci agar penggunaan gadget tetap tertib,” jelasnya.

Menurutnya, sekolah tidak ingin teknologi justru menjadi sumber gangguan dalam proses belajar. Oleh karena itu, fasilitas internet diberikan bersamaan dengan aturan penggunaan yang jelas sehingga siswa belajar memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan dan tujuan.

Sementara itu, Ibu Maulidiyah, S.Pd., salah satu guru mata pelajaran di SMA Assaadah Bungah, menyambut positif adanya fasilitas tersebut.

“Dengan adanya akses WiFi, guru dapat lebih mudah mengembangkan pembelajaran yang memanfaatkan sumber-sumber digital. Misalnya ketika siswa membutuhkan referensi tambahan, mencari informasi, mengakses bahan pembelajaran, atau menggunakan platform pembelajaran tertentu. Namun, yang paling penting adalah penggunaannya tetap berada dalam arahan guru,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa mekanisme penggunaan gadget melalui izin guru juga membantu menciptakan suasana kelas yang lebih kondusif.

“Anak-anak tetap bisa belajar menggunakan teknologi, tetapi mereka juga belajar disiplin. Kapan gadget boleh digunakan dan kapan harus disimpan kembali. Ini menjadi bagian dari pembelajaran tanggung jawab dan etika dalam menggunakan teknologi,” imbuhnya.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa SMA Assaadah Bungah tidak menutup diri terhadap perkembangan teknologi, tetapi berusaha mengintegrasikannya secara bijak dalam proses pendidikan. Teknologi ditempatkan sebagai alat bantu pembelajaran, sementara kontrol, pendampingan, dan keteladanan guru tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.

Dengan tersedianya akses WiFi di ruang kelas serta sistem loker gadget yang terkontrol, SMA Assaadah Bungah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang digital, tertib, aman, dan tetap berorientasi pada karakter.

“Teknologi menjadi sarana untuk belajar, bukan alasan untuk kehilangan fokus.”

(Humas/Tim Media)

Empat Pleton SMA Assaadah Bungah Semarakkan Gerak Jalan Sidomukti-Bungah

Foto: SIswa-siswi terbaik SMA Assaadah Bungah yang ikut lomba gerak jalan Sidomukti-Bungah dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Gresik — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 kembali ditunjukkan keluarga besar SMA Assaadah Bungah. Sebanyak empat pleton, terdiri atas dua pleton putra dan dua pleton putri, diterjunkan dalam Lomba Gerak Jalan Sidomukti-Bungah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Bungah, Sabtu (15/8/2026).

Lomba gerak jalan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Kegiatan mengambil rute start di Desa Sidomukti dan berakhir di Lapangan Gembus, Bungah.

Empat pleton SMA Assaadah Bungah yang mengikuti perlombaan merupakan siswa-siswi pilihan yang telah melalui proses seleksi internal sekolah. Mereka berasal dari perwakilan berbagai kelas yang dinilai memiliki kesiapan fisik, kedisiplinan, kekompakan, serta semangat untuk membawa nama baik sekolah.

Tidak ingin tampil sekadar sebagai peserta, para siswa telah melakukan persiapan dan latihan secara serius dalam beberapa hari terakhir. Latihan dilakukan untuk meningkatkan kekompakan barisan, ketepatan langkah, ketahanan fisik, serta koordinasi antarpeserta.

Sejak awal persiapan hingga pelaksanaan lomba, para peserta menunjukkan antusiasme dan semangat yang tinggi. Dengan seragam dan barisan yang rapi, mereka berjalan dengan penuh disiplin sambil membawa semangat kemerdekaan di sepanjang rute perlombaan.

Guru pendamping sekaligus Guru Olahraga SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Hendrik Supriyanto, S.Pd., mengapresiasi kesungguhan para siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian persiapan.

“Anak-anak sudah berlatih dengan sungguh-sungguh dalam beberapa hari terakhir. Yang kami tekankan bukan hanya soal menang atau menjadi juara, tetapi bagaimana mereka belajar tentang disiplin, kekompakan, ketahanan fisik, dan tanggung jawab. Semua itu merupakan bagian dari pendidikan karakter,” ungkapnya.

Menurutnya, lomba gerak jalan juga menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan semangat juang dan nasionalisme di kalangan generasi muda.

Sementara itu, Koordinator Ekstrakurikuler SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Ubaidillah Mufti, S.Pd., mengatakan bahwa keterlibatan empat pleton dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif sekolah dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

“Kami ingin memberikan pengalaman kepada siswa bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui gerak jalan ini, mereka belajar tentang perjuangan, kebersamaan, kedisiplinan, dan pantang menyerah. Empat pleton yang kami kirim merupakan siswa-siswi pilihan yang telah melalui seleksi dan siap memberikan yang terbaik untuk SMA Assaadah Bungah,” tuturnya.

Ia berharap pengalaman mengikuti lomba tersebut dapat memberikan kesan positif sekaligus membentuk karakter siswa agar semakin disiplin, tangguh, dan memiliki rasa cinta tanah air.

Bagi SMA Assaadah Bungah, keikutsertaan dalam Lomba Gerak Jalan Sidomukti-Bungah bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran karakter di luar kelas, tempat siswa belajar memaknai kemerdekaan melalui kedisiplinan, kerja sama, perjuangan, dan semangat pantang menyerah.

Dengan langkah yang serempak dan semangat yang membara, empat pleton SMA Assaadah Bungah turut menjadi bagian dari kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kecamatan Bungah.

Dari Sidomukti menuju Bungah, satu langkah, satu semangat, untuk Indonesia yang hebat!

(Humas/Tim Media)

Resmi Dilantik, Siswa SMA Assaadah Bungah sebagai Anggota Paskibraka Kabupaten Gresik 2026

Foto: Siswa SMA Assaadah Bungah, Ahmad Bagus Haafizhi (kelas XI-1) bersama rekan-rekannya resmi dilantik oleh Bupati Gresik di pendopo kabupaten menjadi tim paskibraka Pemkab Gresik 2026.

Gresik — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Assaadah Bungah. Salah satu siswa terbaiknya, Ahmad Bagus Haafizhi, siswa kelas XI-1, terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik Tahun 2026.

Ahmad Bagus Haafizhi bersama anggota Paskibraka Kabupaten Gresik lainnya secara resmi dilantik oleh Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.MB., dalam sebuah upacara pelantikan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Gresik.

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi para anggota Paskibraka yang akan mengemban tugas negara pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, yang akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 di Pendopo Pemerintah Kabupaten Gresik.

Bagi Ahmad Bagus Haafizhi, terpilih sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Gresik merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Ia tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama keluarga, sekolah, dan Kabupaten Gresik dalam momentum sakral peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Gresik merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah. Tugas tersebut membutuhkan kedisiplinan, ketangguhan, kekompakan, tanggung jawab, serta kesiapan fisik dan mental. Berbagai proses seleksi dan latihan yang telah dilalui menjadi bekal penting bagi Ahmad untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terpilihnya Ahmad sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Gresik.

“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi Ahmad Bagus Haafizhi dan juga bagi SMA Assaadah Bungah. Menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Gresik bukan sekadar prestasi, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami berpesan agar Ahmad Bagus Haafizhi menjaga disiplin, kekompakan, dan nama baik sekolah selama menjalankan tugas,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan Paskibraka juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan karakter. Nilai-nilai seperti nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan cinta tanah air dapat tumbuh melalui pengalaman nyata selama mengikuti pembinaan dan pelatihan.

Sementara itu, Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si., turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Kami sangat bangga karena Ahmad Bagus Haafizhi mampu melewati proses seleksi dan dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Gresik. Ini adalah kesempatan sekaligus amanah besar. Semoga pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi Ahmad Bagus Haafizhi untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Ahmad Bagus Haafizhi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa SMA Assaadah Bungah lainnya untuk berani berprestasi di berbagai bidang. Sekolah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi siswa untuk mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Dengan dikukuhkannya Ahmad Bagus Haafizhi sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Gresik Tahun 2026, keluarga besar SMA Assaadah Bungah berharap ia dapat menjalankan tugas pada upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 dengan penuh khidmat, disiplin, dan tanggung jawab.

Mengibarkan Sang Merah Putih bukan sekadar menjalankan sebuah tugas seremonial. Di balik setiap langkah dan hentakan pasukan Paskibraka, terdapat semangat perjuangan, penghormatan kepada para pahlawan, serta wujud kecintaan generasi muda terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selamat bertugas, Ahmad Bagus Haafizhi. Kibarkan Merah Putih dengan penuh kehormatan dan kebanggaan!

(Humas/Tim Media)

Tahlil Jumat Pon di Makam Muassis, SMA Assaadah Bungah Perkuat Karakter Religius Siswa

Foto: Kegiatan Tahlil Jumat Pon oleh siswa di makam para muassis Pondok Pesantren Qomaruddin.

BUNGAH — SMA Assaadah Bungah kembali menguatkan pendidikan karakter religius melalui kegiatan Tahlil Jumat Pon yang dilaksanakan di makam para muassis Pondok Pesantren Qomaruddin. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa laki-laki, para wali kelas, serta jajaran pimpinan SMA Assaadah Bungah.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan khusyuk serta menjadikan ziarah dan tahlil sebagai sarana untuk mengenang jasa para ulama dan pendiri pesantren sekaligus mengambil keteladanan dari perjuangan mereka.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Afif, M.Pd.I., selaku Guru Tahfidz SMA Assaadah Bungah. Para siswa, guru, wali kelas, dan jajaran pimpinan mengikuti rangkaian dzikir dan doa dengan penuh kekhidmatan.

Kegiatan Tahlil Jumat Pon di makam para muassis tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter religius yang diterapkan di SMA Assaadah Bungah. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk mengenal tradisi keagamaan pesantren, menghormati para ulama dan pendahulu, serta menumbuhkan kesadaran bahwa keberadaan lembaga pendidikan tidak dapat dilepaskan dari perjuangan para pendirinya.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar sekolah dalam menyiapkan kondisi psikis dan rohani siswa. Di tengah rutinitas pembelajaran dan berbagai aktivitas akademik, siswa diberikan ruang untuk sejenak menenangkan diri, bermunajat, serta memperkuat hubungan spiritual kepada Allah Swt.

Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si., mengatakan bahwa kegiatan Tahlil Jumat Pon menjadi salah satu bentuk pembinaan karakter siswa yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang membaca tahlil, tetapi bagaimana anak-anak kita belajar menghargai para muassis dan ulama yang telah meletakkan dasar perjuangan pendidikan dan pesantren. Kami berharap mereka dapat mengambil spirit perjuangan, keikhlasan, dan keteladanan dari para pendahulu,” ujarnya.

Menurutnya, pembentukan karakter siswa membutuhkan proses dan pembiasaan. Karena itu, kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membentuk pribadi siswa yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian, dan keteguhan spiritual.

Sementara itu, Bapak Muhammad Afif, M.Pd.I., Guru Tahfidz yang memimpin pembacaan tahlil, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna penting bagi perkembangan spiritual peserta didik.

“Anak-anak perlu diberi ruang untuk menyiapkan hati dan rohaninya. Dengan berziarah, bertahlil, dan mendoakan para muassis, mereka belajar bahwa ilmu yang mereka peroleh hari ini merupakan bagian dari perjuangan panjang para ulama dan pendahulu. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah untuk menumbuhkan keberkahan, ketenangan jiwa, dan semangat belajar mereka,” tutur beliau.

Kegiatan Tahlil Jumat Pon diharapkan dapat terus menjadi tradisi positif di lingkungan SMA Assaadah Bungah, sekaligus memperkuat identitas sekolah sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren yang memadukan kecerdasan intelektual dengan pembentukan karakter religius.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diajak untuk mengenal sejarah dan jasa para muassis, tetapi juga belajar meneruskan nilai-nilai perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari: berilmu, berakhlak, menghormati guru dan ulama, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

(Humas/Tim Media)

Belajar Sains Lebih Asyik, Siswa SMA Assaadah Bungah Praktik Kimia di Laboratorium

Foto: Proses pembelajaran sains (kimia) secara praktik di ruang laboratorium SMA Assaadah Bungah.

Gresik — Belajar Sains tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. SMA Assaadah Bungah menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan kontekstual melalui kegiatan praktikum Kimia di ruang laboratorium. Siswa kelas XII-2 diajak mempelajari materi Sifat Koligatif Larutan melalui praktik secara langsung.

Kegiatan pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan konsep-konsep Kimia yang dipelajari secara teoritis dengan fenomena yang dapat diamati melalui kegiatan eksperimen. Dengan demikian, siswa tidak sekadar menghafal konsep, tetapi memperoleh pengalaman langsung dalam memahami bagaimana prinsip Kimia bekerja.

Suasana laboratorium pun terlihat lebih hidup. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktikum, melakukan pengamatan, berdiskusi, serta mencatat hasil kegiatan. Pembelajaran secara langsung tersebut membuat materi yang sebelumnya bersifat abstrak menjadi lebih mudah dipahami dan menarik untuk dipelajari.

Guru pengampu (Laboran), Ibu Nur Hamidah, M.T., menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu cara untuk membuat siswa lebih dekat dengan konsep Sains.

“Materi Sifat Koligatif Larutan akan lebih mudah dipahami ketika siswa dapat melihat dan mengalami prosesnya secara langsung. Praktikum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, mencoba, berdiskusi, kemudian menghubungkan hasil pengamatan dengan teori yang telah dipelajari,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan di laboratorium juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan proses Sains, seperti melakukan pengamatan, mengolah informasi, bekerja sama, serta menarik kesimpulan berdasarkan hasil praktik.

Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pembelajaran kontekstual dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi terlibat secara aktif dalam proses menemukan dan memahami konsep.

Sementara itu, Waka Kurikulum SMA Assaadah Bungah, Ibu Mela Alista, S.Si., memberikan apresiasi terhadap pembelajaran Kimia yang memanfaatkan fasilitas laboratorium sekolah.

“Pembelajaran seperti ini sangat penting karena siswa mendapatkan pengalaman nyata. Kurikulum tidak hanya berbicara tentang penguasaan materi, tetapi juga bagaimana siswa mampu menerapkan pengetahuan, berpikir kritis, bekerja sama, dan memecahkan persoalan melalui pengalaman belajar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa optimalisasi laboratorium merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang aktif dan bermakna.

Melalui praktikum Sifat Koligatif Larutan, SMA Assaadah Bungah menunjukkan bahwa pembelajaran Sains dapat dikemas secara asyik, aktif, dan kontekstual. Laboratorium bukan sekadar ruang praktik, tetapi menjadi tempat bagi siswa untuk bereksperimen, menemukan pengetahuan, dan membangun pengalaman ilmiah yang dapat menjadi bekal menghadapi perkembangan Sains dan teknologi di masa depan.

(Humas/Tim Media)

SMA Assaadah Bungah Gandeng Cimory, Gelar Sosialisasi Produk dan Senam Sehat Bersama Siswa

Foto: Siswa-siswi bersama maskot Cimory dalam program senam sehat pagi di SMA Assaadah Bungah.

Gresik — Suasana pagi di SMA Assaadah Bungah tampak berbeda pada Kamis, 13 Agustus 2026. Seluruh siswa berkumpul dan berbaris rapi di lapangan sekolah untuk mengikuti kegiatan bersama PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMD), perusahaan yang merupakan bagian dari Cimory Group di Indonesia.

Kegiatan tersebut dikemas dalam agenda sosialisasi produk, Senam Sehat Cimory, serta pembagian produk Cimory kepada siswa-siswi SMA Assaadah Bungah. Selain menjadi sarana pengenalan produk, kegiatan ini juga diarahkan sebagai edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan memilih makanan serta minuman yang baik untuk dikonsumsi.

Acara diawali dengan barisan siswa di lapangan, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan sambutan singkat dari pihak SMA Assaadah Bungah serta perwakilan Cimory. Setelah itu, seluruh siswa mengikuti Senam Sehat Cimory dengan penuh antusias.

Kegiatan berlangsung semarak dengan keterlibatan aktif para siswa. Gerakan senam bersama menjadi sarana untuk mengajak siswa membiasakan aktivitas fisik sekaligus menciptakan suasana sekolah yang sehat dan menyenangkan.

Usai senam, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian produk Cimory kepada siswa-siswi. Produk yang dibagikan berupa Cimory Yogurt, yang menjadi bagian dari agenda pengenalan produk sekaligus edukasi mengenai konsumsi makanan dan minuman dalam mendukung pola hidup sehat.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyambut positif kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi kehadiran Cimory di SMA Assaadah Bungah. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa. Tidak hanya mengenalkan produk, tetapi juga mengajak siswa untuk berolahraga dan memahami pentingnya menjaga kesehatan,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan edukasi yang dikemas secara menarik dapat menjadi pengalaman belajar kontekstual bagi siswa. Sekolah juga berharap kolaborasi dengan dunia usaha dan industri dapat terus dikembangkan dalam bentuk kegiatan yang memberikan manfaat positif bagi peserta didik.

Sementara itu, Waka Humas SMA Assaadah Bungah, Bapak Eko Jarwanto, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi positif antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

“Kehadiran Cimory memberikan warna tersendiri bagi kegiatan sekolah. Siswa mendapatkan edukasi tentang produk dan pola hidup sehat sekaligus mengikuti aktivitas fisik bersama. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara sekolah dengan dunia industri,” tuturnya.

Kegiatan bersama Cimory ini sekaligus menjadi momentum bagi SMA Assaadah Bungah untuk terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai pihak. Sekolah berharap siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap kesehatan, pola hidup aktif, serta kemampuan memilih makanan dan minuman secara bijak.

Dengan kombinasi edukasi produk, olahraga, dan pembagian produk, kegiatan bersama PT Cisarua Mountain Dairy Tbk tersebut berlangsung meriah dan mendapatkan antusiasme dari siswa-siswi SMA Assaadah Bungah.

(Humas/Tim media)

SMA Assaadah Bungah Aktif Ikuti Sosialisasi Sensus Pendidikan LP Ma’arif NU Jawa Timur

Foto: Kegiatan Sosialisasi Sensus Pendidikan Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan NU Jawa Timur oleh LP Ma’arif NU Gresik di Dukun.

Gresik — SMA Assaadah Bungah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan tata kelola dan kualitas data pendidikan melalui keikutsertaan dalam kegiatan Sosialisasi Sensus Pendidikan Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Timur.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Gresik Wilayah Utara yang meliputi wilayah Bungah, Dukun, Sidayu, Panceng, dan Ujungpangkah. Kegiatan bertempat di lingkungan Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun dan diikuti oleh perwakilan lembaga pendidikan di wilayah kerja LP Ma’arif NU Gresik bagian utara. Kegiatan berlangsung pada hari Rabu, 12 Agustus 2026.

SMA Assaadah Bungah mengirimkan delegasi Bapak Muhammad Bagus Sambudi, S.Kom., yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Tata Usaha SMA Assaadah Bungah. Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk dukungan sekolah terhadap upaya pendataan dan pemetaan kondisi pendidikan secara lebih sistematis melalui program Sensus Pendidikan.

Kegiatan sosialisasi turut dihadiri oleh Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Gresik beserta Tim IT LP Ma’arif NU Kabupaten Gresik. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme, tujuan, serta pentingnya sensus pendidikan sebagai instrumen untuk memperoleh data yang akurat dan dapat digunakan dalam pengembangan lembaga pendidikan.

Kepala Tata Usaha SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Bagus Sambudi, S.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman penting bagi sekolah, khususnya dalam pengelolaan data pendidikan.

“Sensus Pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun basis data pendidikan yang lebih akurat dan terintegrasi. Data yang baik akan membantu lembaga dalam melakukan pemetaan, evaluasi, sekaligus menentukan langkah pengembangan sekolah ke depan,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan tenaga kependidikan dalam kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalitas pengelolaan administrasi sekolah. Data pendidikan yang valid dan tertata dengan baik akan sangat membantu dalam mendukung berbagai kebutuhan perencanaan dan pengambilan kebijakan lembaga.

Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Gresik, Bapak H. Muhammad Mujib, M.Pd.I., menyampaikan bahwa Sensus Pendidikan merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi lembaga pendidikan secara lebih menyeluruh.

“Sensus pendidikan kita harapkan dapat menghasilkan data yang lengkap, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut akan menjadi salah satu dasar bagi LP Ma’arif dalam melakukan pemetaan serta menyusun program pengembangan pendidikan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi partisipasi lembaga-lembaga pendidikan di wilayah Gresik Utara, termasuk SMA Assaadah Bungah, yang aktif mengikuti proses sosialisasi dan mendukung program pendataan pendidikan.

Keikutsertaan SMA Assaadah Bungah dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui penguatan tata kelola, administrasi, dan sistem informasi pendidikan. Dengan data yang akurat dan pengelolaan yang profesional, sekolah diharapkan semakin siap melakukan evaluasi serta merancang berbagai program pengembangan pendidikan secara berkelanjutan.

(Humas/Tim media)

SMA Assaadah Bungah Gelar Istighosah Bersama, Perkuat Karakter Berbasis Pesantren

Foto: Siswa-siswi melaksanakan istighosah pada kegiatan Rabu Diteras

Gresik — SMA Assaadah Bungah kembali melaksanakan program Rabu Diteras sebagai bagian dari penguatan karakter dan pembentukan budaya sekolah berbasis pesantren. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, kegiatan Rabu Diteras diisi dengan Istighosah Bersama yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII.

Kegiatan tersebut diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta didik bersama wali kelas, jajaran pimpinan sekolah, serta sebagian karyawan yang bertugas. Suasana religius dan penuh kekhusyukan mewarnai pelaksanaan istighosah sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sekolah.

Istighosah dipimpin oleh Bapak Muhammad Afif, M.Pd.I. Melalui lantunan doa dan dzikir bersama, seluruh warga sekolah diajak untuk senantiasa memohon pertolongan, keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta kelancaran dalam menjalankan berbagai aktivitas dan tanggung jawab.

Kegiatan istighosah menjadi salah satu indikator penting dalam program penguatan karakter SMA Assaadah Bungah yang berbasis pesantren. Pendidikan karakter tidak hanya diarahkan pada aspek kedisiplinan dan prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi siswa yang religius, berakhlak, memiliki kesadaran spiritual, dan mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Mela Alista, S.Si., menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti istighosah memiliki posisi penting dalam membangun keseimbangan antara kompetensi akademik dan karakter siswa.

“Kami ingin pembelajaran di SMA Assaadah Bungah tidak hanya menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan karakter yang baik. Istighosah menjadi ruang bagi kita semua untuk melakukan refleksi, berdoa, dan memohon keberkahan dalam setiap proses pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatulloh, S.Si., menegaskan bahwa pembiasaan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter siswa.

“Istighosah bersama menjadi pembiasaan positif bagi siswa. Selain membangun kedekatan kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menumbuhkan kebersamaan, ketenangan, dan kesadaran bahwa setiap ikhtiar harus disertai doa. Inilah karakter yang ingin terus kami tumbuhkan di lingkungan SMA Assaadah Bungah,” tuturnya.

Pelaksanaan Istighosah Bersama dalam program Rabu Diteras menjadi bukti bahwa SMA Assaadah Bungah terus berupaya menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu, karakter, dan nilai-nilai keislaman. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, sekolah berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta kuat secara spiritual.

(Humas/Tim media)

SMA Assaadah Bungah dan Universitas Qomaruddin Perkuat Sinergi melalui Program PLP

Foto: Jajaran pimpinan, guru pamong, dosen pembimbing lapangan, serta para mahasiswa Universitas Qomaruddin dalam acara pembukaan PLP (Pengenalan Lingkungan Persekolahan).

Gresik — SMA Assaadah Bungah kembali memperkuat hubungan kemitraan dengan perguruan tinggi melalui kerja sama bersama Universitas Qomaruddin (UQ) dalam pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP). Kegiatan pembukaan sekaligus penyerahan mahasiswa PLP dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, di SMA Assaadah Bungah.

Program PLP mengusung tema “Membangun Sinergi, Menguatkan Kompetensi, dan Menyiapkan Pendidik Masa Depan.” Para mahasiswa akan melaksanakan kegiatan PLP di SMA Assaadah Bungah mulai 11 Agustus hingga 12 Oktober 2026.

Mahasiswa yang mengikuti program ini berasal dari beberapa program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, serta Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kehadiran mahasiswa dari berbagai bidang tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada calon pendidik sekaligus memperkaya interaksi akademik di lingkungan sekolah.

Program PLP menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal secara lebih dekat dinamika lingkungan persekolahan. Selama berada di SMA Assaadah Bungah, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian melalui pengalaman langsung di lingkungan pendidikan.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Qomaruddin yang kembali membangun sinergi dengan sekolah.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa PLP Universitas Qomaruddin di SMA Assaadah Bungah. Sekolah bukan hanya tempat bagi siswa untuk belajar, tetapi juga dapat menjadi laboratorium pendidikan bagi calon guru. Kami berharap mahasiswa dapat belajar sebanyak-banyaknya dari pengalaman selama berada di sekolah dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan SMA Assaadah Bungah,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk mempertemukan teori akademik dengan praktik pendidikan di lapangan. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman nyata, sementara sekolah juga mendapatkan energi dan perspektif baru dari generasi calon pendidik.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Mochammad Chairuddin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa PLP merupakan tahapan penting dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi pendidik yang kompeten.

“PLP merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia persekolahan secara langsung. Mereka tidak hanya belajar bagaimana mengajar, tetapi juga memahami manajemen sekolah, karakter peserta didik, budaya sekolah, serta berbagai persoalan yang muncul dalam proses pendidikan,” jelasnya.

Ia berharap mahasiswa mampu memanfaatkan masa PLP dengan sebaik-baiknya, membangun komunikasi dengan guru dan tenaga kependidikan, serta menunjukkan sikap profesional selama menjalankan tugas.

Kerja sama SMA Assaadah Bungah dengan Universitas Qomaruddin melalui program PLP ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang saling menguatkan antara sekolah dan perguruan tinggi. Melalui sinergi tersebut, mahasiswa diharapkan semakin matang dalam mempersiapkan diri sebagai pendidik masa depan yang profesional, adaptif, dan berkarakter.

Dengan mengusung semangat “Membangun Sinergi, Menguatkan Kompetensi, dan Menyiapkan Pendidik Masa Depan”, pelaksanaan PLP di SMA Assaadah Bungah diharapkan tidak hanya menjadi agenda akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk terus memperkuat budaya kolaborasi dan peningkatan mutu pendidikan.

(Humas/Tim Media)

SMA Assaadah Bungah Hadirkan Pembelajaran Biologi Kontekstual melalui Praktik Pertumbuhan Kecambah

Foto: Siswa bersama guru belajar biologi materi pertumbuhan melalui praktik langsung secara kontekstual.

Gresik — SMA Assaadah Bungah terus mendorong pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui inovasi pembelajaran Biologi dengan praktik secara langsung untuk mempelajari pertumbuhan tanaman, khususnya proses pertumbuhan kecambah.

Kegiatan pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya memahami konsep pertumbuhan melalui teori, tetapi juga mengamati secara langsung proses biologis yang terjadi pada tanaman. Dengan pendekatan praktik, siswa diajak untuk menghubungkan materi yang dipelajari di kelas dengan fenomena nyata di lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, siswa bersama guru melakukan praktik pengamatan pertumbuhan kecambah yang ditempatkan di dalam wadah. Selama proses pembelajaran, siswa mengamati perubahan yang terjadi pada kecambah serta mencatat perkembangan pertumbuhannya. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman belajar yang memungkinkan siswa memahami bahwa pertumbuhan merupakan proses biologis yang dapat diamati dan diukur.

Guru pengampu Biologi, Ibu Eka Faizatin Nurichah, S.Pd., menjelaskan bahwa praktik menjadi bagian penting dalam pembelajaran Biologi karena siswa dapat memperoleh pengalaman langsung.

“Pembelajaran Biologi akan lebih bermakna ketika siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga melihat dan mengalami sendiri proses yang sedang dipelajari. Melalui pengamatan pertumbuhan kecambah, siswa dapat memahami konsep pertumbuhan secara lebih konkret dan kontekstual,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan praktik juga melatih kemampuan siswa dalam melakukan pengamatan, mencatat data, menemukan perubahan, serta menarik kesimpulan berdasarkan hasil yang mereka peroleh. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan ilmiah siswa.

Salah satu siswa kelas XII-1, M. Daaris Ulwaanul K., memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut.

“Menurut saya, praktik seperti ini membuat materi pertumbuhan lebih mudah dipahami. Kami bisa melihat secara langsung bagaimana kecambah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Jadi, materi yang sebelumnya hanya dibayangkan melalui teori menjadi lebih nyata,” tuturnya.

Pembelajaran kontekstual semacam ini menjadi salah satu upaya SMA Assaadah Bungah dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna. Siswa didorong untuk aktif mengamati, bertanya, menganalisis, serta menemukan pemahaman berdasarkan pengalaman mereka sendiri.

Melalui praktik pertumbuhan kecambah tersebut, pembelajaran Biologi tidak hanya mengajarkan apa itu pertumbuhan, tetapi juga mengajak siswa memahami bagaimana proses pertumbuhan berlangsung melalui pengamatan ilmiah. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kecintaan siswa terhadap ilmu pengetahuan.

(Humas/Tim Media)