
BUNGAH — SMA Assaadah Bungah kembali menguatkan pendidikan karakter religius melalui kegiatan Tahlil Jumat Pon yang dilaksanakan di makam para muassis Pondok Pesantren Qomaruddin. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa laki-laki, para wali kelas, serta jajaran pimpinan SMA Assaadah Bungah.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan khusyuk serta menjadikan ziarah dan tahlil sebagai sarana untuk mengenang jasa para ulama dan pendiri pesantren sekaligus mengambil keteladanan dari perjuangan mereka.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Bapak Muhammad Afif, M.Pd.I., selaku Guru Tahfidz SMA Assaadah Bungah. Para siswa, guru, wali kelas, dan jajaran pimpinan mengikuti rangkaian dzikir dan doa dengan penuh kekhidmatan.
Kegiatan Tahlil Jumat Pon di makam para muassis tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter religius yang diterapkan di SMA Assaadah Bungah. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk mengenal tradisi keagamaan pesantren, menghormati para ulama dan pendahulu, serta menumbuhkan kesadaran bahwa keberadaan lembaga pendidikan tidak dapat dilepaskan dari perjuangan para pendirinya.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar sekolah dalam menyiapkan kondisi psikis dan rohani siswa. Di tengah rutinitas pembelajaran dan berbagai aktivitas akademik, siswa diberikan ruang untuk sejenak menenangkan diri, bermunajat, serta memperkuat hubungan spiritual kepada Allah Swt.
Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si., mengatakan bahwa kegiatan Tahlil Jumat Pon menjadi salah satu bentuk pembinaan karakter siswa yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang membaca tahlil, tetapi bagaimana anak-anak kita belajar menghargai para muassis dan ulama yang telah meletakkan dasar perjuangan pendidikan dan pesantren. Kami berharap mereka dapat mengambil spirit perjuangan, keikhlasan, dan keteladanan dari para pendahulu,” ujarnya.
Menurutnya, pembentukan karakter siswa membutuhkan proses dan pembiasaan. Karena itu, kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membentuk pribadi siswa yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kepedulian, dan keteguhan spiritual.
Sementara itu, Bapak Muhammad Afif, M.Pd.I., Guru Tahfidz yang memimpin pembacaan tahlil, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna penting bagi perkembangan spiritual peserta didik.
“Anak-anak perlu diberi ruang untuk menyiapkan hati dan rohaninya. Dengan berziarah, bertahlil, dan mendoakan para muassis, mereka belajar bahwa ilmu yang mereka peroleh hari ini merupakan bagian dari perjuangan panjang para ulama dan pendahulu. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah untuk menumbuhkan keberkahan, ketenangan jiwa, dan semangat belajar mereka,” tutur beliau.
Kegiatan Tahlil Jumat Pon diharapkan dapat terus menjadi tradisi positif di lingkungan SMA Assaadah Bungah, sekaligus memperkuat identitas sekolah sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren yang memadukan kecerdasan intelektual dengan pembentukan karakter religius.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diajak untuk mengenal sejarah dan jasa para muassis, tetapi juga belajar meneruskan nilai-nilai perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari: berilmu, berakhlak, menghormati guru dan ulama, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Humas/Tim Media)
