
Gresik — Pembelajaran di SMA Assaadah Bungah tidak hanya berlangsung melalui buku dan penjelasan guru di dalam kelas. Melalui kegiatan “Parent Career Day”, sekolah menghadirkan orang tua/wali murid untuk berbagi pengalaman secara langsung kepada siswa mengenai dunia kerja, industri, wirausaha, dan berbagai bidang profesi yang mereka geluti.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mempertemukan siswa dengan pengalaman nyata dari para orang tua/wali murid. Dalam kegiatan ini, orang tua tidak hanya hadir sebagai pendamping pendidikan anak, tetapi juga mengambil peran sebagai narasumber sekaligus sumber belajar bagi siswa di ruang kelas.
Para orang tua/wali murid yang hadir mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan profesi dan bidang pekerjaan masing-masing. Mereka berbagi cerita mengenai pengalaman meniti karier, tantangan dalam pekerjaan, keterampilan yang dibutuhkan, dinamika dunia kerja, hingga berbagai peluang yang dapat dikembangkan generasi muda pada masa mendatang.
Suasana pembelajaran pun menjadi lebih interaktif. Siswa dapat mendengarkan pengalaman langsung dari orang yang sehari-hari berkecimpung di dunia kerja dan usaha. Mereka juga memperoleh kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, serta menggali informasi lebih jauh mengenai profesi yang mungkin selama ini hanya mereka kenal dari buku, internet, atau media sosial.
Waka Kurikulum SMA Assaadah Bungah, Ibu Mela Alista, S.Si., mengatakan bahwa Parent Career Day dirancang untuk memperluas pengalaman belajar siswa sekaligus membantu mereka memahami keterkaitan antara pembelajaran di sekolah dengan kehidupan nyata.
“Parent Career Day menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar langsung dari pengalaman orang tua mereka. Selama ini siswa belajar berbagai teori dan kompetensi di sekolah, sementara melalui kegiatan ini mereka dapat melihat bagaimana pengetahuan, keterampilan, komunikasi, kedisiplinan, dan tanggung jawab diterapkan dalam dunia nyata,” ungkapnya.
Menurut Bu Mela, keberadaan orang tua sebagai narasumber juga memberikan perspektif yang lebih beragam kepada siswa. Setiap orang tua memiliki pengalaman, profesi, perjalanan karier, maupun bidang usaha yang berbeda sehingga siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai pilihan masa depan.
“Kami ingin anak-anak memiliki wawasan bahwa dunia kerja dan dunia profesi itu sangat beragam. Tidak hanya ada satu jalur untuk meraih masa depan. Ada yang bekerja di perusahaan, berkecimpung di industri, menjadi profesional, membangun usaha sendiri, maupun mengembangkan bidang lainnya. Dari pengalaman para orang tua inilah siswa bisa belajar dan mendapatkan inspirasi,” jelasnya.
Kegiatan Parent Career Day juga menjadi bentuk sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan peserta didik. Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan orang tua agar proses pembelajaran semakin dekat dengan kebutuhan dan tantangan kehidupan.
Bagi siswa, kehadiran orang tua/wali murid di kelas memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Mereka dapat memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana seseorang menjalani profesinya, menghadapi tantangan, mengambil keputusan, membangun relasi, serta mengembangkan kompetensi agar mampu bertahan dan berkembang dalam dunia kerja.
Selain memberikan wawasan karier, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan motivasi siswa untuk mempersiapkan diri sejak bangku sekolah. Berbagai pengalaman yang dibagikan para orang tua dapat menjadi pemantik bagi siswa untuk lebih serius mengembangkan potensi, minat, keterampilan, dan karakter yang dimiliki.
Melalui Parent Career Day, SMA Assaadah Bungah berupaya menghadirkan pembelajaran yang semakin kontekstual dan bermakna. Sekolah membuka ruang kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua/wali murid untuk bersama-sama membangun pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan nyata.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa ruang belajar tidak selalu terbatas pada dinding kelas. Pengalaman, profesi, dunia industri, kewirausahaan, dan perjalanan hidup para orang tua juga dapat menjadi sumber pembelajaran yang berharga bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
(Humas/Tim media)
