
Gresik — Belajar Sains tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. SMA Assaadah Bungah menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan kontekstual melalui kegiatan praktikum Kimia di ruang laboratorium. Siswa kelas XII-2 diajak mempelajari materi Sifat Koligatif Larutan melalui praktik secara langsung.
Kegiatan pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan konsep-konsep Kimia yang dipelajari secara teoritis dengan fenomena yang dapat diamati melalui kegiatan eksperimen. Dengan demikian, siswa tidak sekadar menghafal konsep, tetapi memperoleh pengalaman langsung dalam memahami bagaimana prinsip Kimia bekerja.
Suasana laboratorium pun terlihat lebih hidup. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktikum, melakukan pengamatan, berdiskusi, serta mencatat hasil kegiatan. Pembelajaran secara langsung tersebut membuat materi yang sebelumnya bersifat abstrak menjadi lebih mudah dipahami dan menarik untuk dipelajari.
Guru pengampu (Laboran), Ibu Nur Hamidah, M.T., menjelaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu cara untuk membuat siswa lebih dekat dengan konsep Sains.
“Materi Sifat Koligatif Larutan akan lebih mudah dipahami ketika siswa dapat melihat dan mengalami prosesnya secara langsung. Praktikum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, mencoba, berdiskusi, kemudian menghubungkan hasil pengamatan dengan teori yang telah dipelajari,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan di laboratorium juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan proses Sains, seperti melakukan pengamatan, mengolah informasi, bekerja sama, serta menarik kesimpulan berdasarkan hasil praktik.
Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pembelajaran kontekstual dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi terlibat secara aktif dalam proses menemukan dan memahami konsep.
Sementara itu, Waka Kurikulum SMA Assaadah Bungah, Ibu Mela Alista, S.Si., memberikan apresiasi terhadap pembelajaran Kimia yang memanfaatkan fasilitas laboratorium sekolah.
“Pembelajaran seperti ini sangat penting karena siswa mendapatkan pengalaman nyata. Kurikulum tidak hanya berbicara tentang penguasaan materi, tetapi juga bagaimana siswa mampu menerapkan pengetahuan, berpikir kritis, bekerja sama, dan memecahkan persoalan melalui pengalaman belajar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa optimalisasi laboratorium merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang aktif dan bermakna.
Melalui praktikum Sifat Koligatif Larutan, SMA Assaadah Bungah menunjukkan bahwa pembelajaran Sains dapat dikemas secara asyik, aktif, dan kontekstual. Laboratorium bukan sekadar ruang praktik, tetapi menjadi tempat bagi siswa untuk bereksperimen, menemukan pengetahuan, dan membangun pengalaman ilmiah yang dapat menjadi bekal menghadapi perkembangan Sains dan teknologi di masa depan.
(Humas/Tim Media)
