SMA Assaadah Bungah dan Universitas Qomaruddin Perkuat Sinergi melalui Program PLP

Foto: Jajaran pimpinan, guru pamong, dosen pembimbing lapangan, serta para mahasiswa Universitas Qomaruddin dalam acara pembukaan PLP (Pengenalan Lingkungan Persekolahan).

Gresik — SMA Assaadah Bungah kembali memperkuat hubungan kemitraan dengan perguruan tinggi melalui kerja sama bersama Universitas Qomaruddin (UQ) dalam pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP). Kegiatan pembukaan sekaligus penyerahan mahasiswa PLP dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, di SMA Assaadah Bungah.

Program PLP mengusung tema “Membangun Sinergi, Menguatkan Kompetensi, dan Menyiapkan Pendidik Masa Depan.” Para mahasiswa akan melaksanakan kegiatan PLP di SMA Assaadah Bungah mulai 11 Agustus hingga 12 Oktober 2026.

Mahasiswa yang mengikuti program ini berasal dari beberapa program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, serta Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kehadiran mahasiswa dari berbagai bidang tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung kepada calon pendidik sekaligus memperkaya interaksi akademik di lingkungan sekolah.

Program PLP menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal secara lebih dekat dinamika lingkungan persekolahan. Selama berada di SMA Assaadah Bungah, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian melalui pengalaman langsung di lingkungan pendidikan.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Qomaruddin yang kembali membangun sinergi dengan sekolah.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa PLP Universitas Qomaruddin di SMA Assaadah Bungah. Sekolah bukan hanya tempat bagi siswa untuk belajar, tetapi juga dapat menjadi laboratorium pendidikan bagi calon guru. Kami berharap mahasiswa dapat belajar sebanyak-banyaknya dari pengalaman selama berada di sekolah dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan SMA Assaadah Bungah,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk mempertemukan teori akademik dengan praktik pendidikan di lapangan. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman nyata, sementara sekolah juga mendapatkan energi dan perspektif baru dari generasi calon pendidik.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Mochammad Chairuddin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa PLP merupakan tahapan penting dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi pendidik yang kompeten.

“PLP merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia persekolahan secara langsung. Mereka tidak hanya belajar bagaimana mengajar, tetapi juga memahami manajemen sekolah, karakter peserta didik, budaya sekolah, serta berbagai persoalan yang muncul dalam proses pendidikan,” jelasnya.

Ia berharap mahasiswa mampu memanfaatkan masa PLP dengan sebaik-baiknya, membangun komunikasi dengan guru dan tenaga kependidikan, serta menunjukkan sikap profesional selama menjalankan tugas.

Kerja sama SMA Assaadah Bungah dengan Universitas Qomaruddin melalui program PLP ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang saling menguatkan antara sekolah dan perguruan tinggi. Melalui sinergi tersebut, mahasiswa diharapkan semakin matang dalam mempersiapkan diri sebagai pendidik masa depan yang profesional, adaptif, dan berkarakter.

Dengan mengusung semangat “Membangun Sinergi, Menguatkan Kompetensi, dan Menyiapkan Pendidik Masa Depan”, pelaksanaan PLP di SMA Assaadah Bungah diharapkan tidak hanya menjadi agenda akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk terus memperkuat budaya kolaborasi dan peningkatan mutu pendidikan.

(Humas/Tim Media)

SMA Assaadah Bungah Hadirkan Pembelajaran Biologi Kontekstual melalui Praktik Pertumbuhan Kecambah

Foto: Siswa bersama guru belajar biologi materi pertumbuhan melalui praktik langsung secara kontekstual.

Gresik — SMA Assaadah Bungah terus mendorong pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui inovasi pembelajaran Biologi dengan praktik secara langsung untuk mempelajari pertumbuhan tanaman, khususnya proses pertumbuhan kecambah.

Kegiatan pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya memahami konsep pertumbuhan melalui teori, tetapi juga mengamati secara langsung proses biologis yang terjadi pada tanaman. Dengan pendekatan praktik, siswa diajak untuk menghubungkan materi yang dipelajari di kelas dengan fenomena nyata di lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, siswa bersama guru melakukan praktik pengamatan pertumbuhan kecambah yang ditempatkan di dalam wadah. Selama proses pembelajaran, siswa mengamati perubahan yang terjadi pada kecambah serta mencatat perkembangan pertumbuhannya. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman belajar yang memungkinkan siswa memahami bahwa pertumbuhan merupakan proses biologis yang dapat diamati dan diukur.

Guru pengampu Biologi, Ibu Eka Faizatin Nurichah, S.Pd., menjelaskan bahwa praktik menjadi bagian penting dalam pembelajaran Biologi karena siswa dapat memperoleh pengalaman langsung.

“Pembelajaran Biologi akan lebih bermakna ketika siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga melihat dan mengalami sendiri proses yang sedang dipelajari. Melalui pengamatan pertumbuhan kecambah, siswa dapat memahami konsep pertumbuhan secara lebih konkret dan kontekstual,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan praktik juga melatih kemampuan siswa dalam melakukan pengamatan, mencatat data, menemukan perubahan, serta menarik kesimpulan berdasarkan hasil yang mereka peroleh. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan ilmiah siswa.

Salah satu siswa kelas XII-1, M. Daaris Ulwaanul K., memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut.

“Menurut saya, praktik seperti ini membuat materi pertumbuhan lebih mudah dipahami. Kami bisa melihat secara langsung bagaimana kecambah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Jadi, materi yang sebelumnya hanya dibayangkan melalui teori menjadi lebih nyata,” tuturnya.

Pembelajaran kontekstual semacam ini menjadi salah satu upaya SMA Assaadah Bungah dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna. Siswa didorong untuk aktif mengamati, bertanya, menganalisis, serta menemukan pemahaman berdasarkan pengalaman mereka sendiri.

Melalui praktik pertumbuhan kecambah tersebut, pembelajaran Biologi tidak hanya mengajarkan apa itu pertumbuhan, tetapi juga mengajak siswa memahami bagaimana proses pertumbuhan berlangsung melalui pengamatan ilmiah. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kecintaan siswa terhadap ilmu pengetahuan.

(Humas/Tim Media)

SMA Assaadah Bungah Optimalkan Kemampuan Bahasa Asing Siswa melalui Pembelajaran Bahasa Mandarin

Foto: Siswa SMA Assaadah Bungah sedang belajar Bahasa Mandarin bersama Bu Yolanda.

Gresik — Di tengah perkembangan industri dan arus globalisasi yang semakin pesat, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu kompetensi penting bagi generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, SMA Assaadah Bungah terus mengoptimalkan kemampuan bahasa asing siswa, salah satunya melalui pembelajaran Bahasa Mandarin yang diberikan baik dalam kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler.

Sebagai salah satu kawasan industri yang berkembang pesat, Kabupaten Gresik menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Dunia pendidikan dituntut mampu membekali siswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri. Penguasaan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin, menjadi salah satu bekal penting untuk membangun komunikasi dan jejaring di lingkungan global.

Pembelajaran Bahasa Mandarin di SMA Assaadah Bungah diampu oleh Ibu Yolanda Duwi Rohma Wati, S.Pd. Melalui pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan kontekstual, siswa diperkenalkan dengan kosakata, percakapan, pelafalan, serta berbagai ungkapan sederhana yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, penguatan Bahasa Mandarin juga dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian, siswa memiliki ruang lebih luas untuk mempraktikkan kemampuan berbahasa secara aktif dan menyenangkan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Assaadah Bungah, Ibu Mela Alista, S.Si., menyampaikan bahwa pengembangan bahasa asing merupakan bagian dari upaya sekolah mempersiapkan siswa menghadapi masa depan.

“Pembelajaran Bahasa Mandarin merupakan salah satu bentuk respons sekolah terhadap perkembangan zaman. Kami ingin siswa memiliki kompetensi yang lebih luas, sehingga ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja, mereka sudah memiliki bekal kemampuan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan global,” ungkapnya.

Menurutnya, pembelajaran bahasa tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan menghafal kosakata, tetapi juga membuka wawasan siswa terhadap budaya dan masyarakat lain. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa yang terbuka, adaptif, dan mampu berkomunikasi lintas budaya.

Guru pengampu Bahasa Mandarin, Ibu Yolanda Duwi Rohma Wati, S.Pd., menjelaskan bahwa antusiasme siswa menjadi salah satu modal penting dalam proses pembelajaran.

“Kami berusaha membuat pembelajaran Bahasa Mandarin lebih komunikatif dan dekat dengan kehidupan siswa. Tidak hanya belajar menulis dan menghafal kosakata, tetapi juga berlatih mengucapkan, mendengar, dan menggunakan bahasa dalam percakapan sederhana,” jelasnya.

Ia berharap siswa tidak merasa bahwa Bahasa Mandarin merupakan bahasa yang sulit dipelajari. Dengan latihan secara konsisten dan suasana pembelajaran yang menyenangkan, kemampuan siswa diharapkan terus berkembang.

Antusiasme juga datang dari siswa. Rizka Arzakiya, siswi kelas XI-6, memberikan respons positif terhadap pembelajaran Bahasa Mandarin di sekolah.

“Menurut saya, belajar Bahasa Mandarin menarik karena menjadi pengalaman baru. Selain menambah kemampuan bahasa asing, kita juga bisa mengenal budaya dan cara berkomunikasi yang berbeda. Saya berharap bisa semakin lancar berbicara Bahasa Mandarin,” ujarnya.

Pengembangan Bahasa Mandarin di SMA Assaadah Bungah menjadi bagian dari visi sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan zaman. Di tengah tumbuhnya kawasan industri Gresik dan semakin terbukanya hubungan dengan dunia internasional, kemampuan berbahasa asing diharapkan menjadi bekal strategis bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, sekaligus bersaing di tingkat global.

Dengan penguatan Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, serta berbagai kompetensi lainnya, SMA Assaadah Bungah terus berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga komunikatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia yang semakin terhubung.

(Humas/Tim Media)