
Gresik — SMA Assaadah Bungah terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui program bertajuk “Dengar Suara Siswa”. Kegiatan ini secara khusus ditujukan bagi siswa kelas XII sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi, pendapat, serta masukan terhadap berbagai program sekolah.
Kegiatan dilaksanakan di ruang perpustakaan sekolah pada jam ke-7 hingga ke-8, dengan menghadirkan perwakilan dari setiap kelas XII, masing-masing dua siswa. Dalam forum tersebut, para siswa diberi kesempatan untuk berpendapat, mengajukan saran, serta menyampaikan berbagai kebutuhan dan harapan mereka terhadap sekolah.
Program ini juga menjadi sarana penting dalam melakukan analisis dan evaluasi terhadap sejumlah agenda akademik, seperti Tes Kompetensi Akademik (TKA), Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2026, serta berbagai aspek pelayanan sekolah lainnya. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah ingin mendapatkan perspektif langsung dari siswa sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan peningkatan mutu layanan pendidikan.
Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd. menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk keterbukaan sekolah terhadap aspirasi siswa.
“Kami ingin mendengar langsung suara siswa sebagai bagian dari proses evaluasi dan perbaikan. Mereka adalah pihak yang merasakan langsung program sekolah, sehingga masukan mereka sangat berharga,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Mela Alista, S.Si. menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif dalam dunia pendidikan.
“Melalui forum ini, siswa dilatih untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat secara santun, serta terlibat aktif dalam pengembangan program sekolah. Ini juga menjadi bagian dari pembelajaran yang bermakna,” tuturnya.
Dengan adanya inovasi “Dengar Suara Siswa”, SMA Assaadah Bungah berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan akademik dan dunia perguruan tinggi di masa depan.
(Humas/Tim Media)

