SMA Assaadah Bungah Aktif Ikuti Sosialisasi Sensus Pendidikan LP Ma’arif NU Jawa Timur

Foto: Kegiatan Sosialisasi Sensus Pendidikan Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan NU Jawa Timur oleh LP Ma’arif NU Gresik di Dukun.

Gresik — SMA Assaadah Bungah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan tata kelola dan kualitas data pendidikan melalui keikutsertaan dalam kegiatan Sosialisasi Sensus Pendidikan Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Timur.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Gresik Wilayah Utara yang meliputi wilayah Bungah, Dukun, Sidayu, Panceng, dan Ujungpangkah. Kegiatan bertempat di lingkungan Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun dan diikuti oleh perwakilan lembaga pendidikan di wilayah kerja LP Ma’arif NU Gresik bagian utara. Kegiatan berlangsung pada hari Rabu, 12 Agustus 2026.

SMA Assaadah Bungah mengirimkan delegasi Bapak Muhammad Bagus Sambudi, S.Kom., yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Tata Usaha SMA Assaadah Bungah. Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk dukungan sekolah terhadap upaya pendataan dan pemetaan kondisi pendidikan secara lebih sistematis melalui program Sensus Pendidikan.

Kegiatan sosialisasi turut dihadiri oleh Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Gresik beserta Tim IT LP Ma’arif NU Kabupaten Gresik. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme, tujuan, serta pentingnya sensus pendidikan sebagai instrumen untuk memperoleh data yang akurat dan dapat digunakan dalam pengembangan lembaga pendidikan.

Kepala Tata Usaha SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Bagus Sambudi, S.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman penting bagi sekolah, khususnya dalam pengelolaan data pendidikan.

“Sensus Pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun basis data pendidikan yang lebih akurat dan terintegrasi. Data yang baik akan membantu lembaga dalam melakukan pemetaan, evaluasi, sekaligus menentukan langkah pengembangan sekolah ke depan,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan tenaga kependidikan dalam kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalitas pengelolaan administrasi sekolah. Data pendidikan yang valid dan tertata dengan baik akan sangat membantu dalam mendukung berbagai kebutuhan perencanaan dan pengambilan kebijakan lembaga.

Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Gresik, Bapak H. Muhammad Mujib, M.Pd.I., menyampaikan bahwa Sensus Pendidikan merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi lembaga pendidikan secara lebih menyeluruh.

“Sensus pendidikan kita harapkan dapat menghasilkan data yang lengkap, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut akan menjadi salah satu dasar bagi LP Ma’arif dalam melakukan pemetaan serta menyusun program pengembangan pendidikan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi partisipasi lembaga-lembaga pendidikan di wilayah Gresik Utara, termasuk SMA Assaadah Bungah, yang aktif mengikuti proses sosialisasi dan mendukung program pendataan pendidikan.

Keikutsertaan SMA Assaadah Bungah dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui penguatan tata kelola, administrasi, dan sistem informasi pendidikan. Dengan data yang akurat dan pengelolaan yang profesional, sekolah diharapkan semakin siap melakukan evaluasi serta merancang berbagai program pengembangan pendidikan secara berkelanjutan.

(Humas/Tim media)

SMA Assaadah Bungah Gelar Istighosah Bersama, Perkuat Karakter Berbasis Pesantren

Foto: Siswa-siswi melaksanakan istighosah pada kegiatan Rabu Diteras

Gresik — SMA Assaadah Bungah kembali melaksanakan program Rabu Diteras sebagai bagian dari penguatan karakter dan pembentukan budaya sekolah berbasis pesantren. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, kegiatan Rabu Diteras diisi dengan Istighosah Bersama yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII.

Kegiatan tersebut diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta didik bersama wali kelas, jajaran pimpinan sekolah, serta sebagian karyawan yang bertugas. Suasana religius dan penuh kekhusyukan mewarnai pelaksanaan istighosah sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sekolah.

Istighosah dipimpin oleh Bapak Muhammad Afif, M.Pd.I. Melalui lantunan doa dan dzikir bersama, seluruh warga sekolah diajak untuk senantiasa memohon pertolongan, keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta kelancaran dalam menjalankan berbagai aktivitas dan tanggung jawab.

Kegiatan istighosah menjadi salah satu indikator penting dalam program penguatan karakter SMA Assaadah Bungah yang berbasis pesantren. Pendidikan karakter tidak hanya diarahkan pada aspek kedisiplinan dan prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi siswa yang religius, berakhlak, memiliki kesadaran spiritual, dan mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Mela Alista, S.Si., menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti istighosah memiliki posisi penting dalam membangun keseimbangan antara kompetensi akademik dan karakter siswa.

“Kami ingin pembelajaran di SMA Assaadah Bungah tidak hanya menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan karakter yang baik. Istighosah menjadi ruang bagi kita semua untuk melakukan refleksi, berdoa, dan memohon keberkahan dalam setiap proses pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatulloh, S.Si., menegaskan bahwa pembiasaan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter siswa.

“Istighosah bersama menjadi pembiasaan positif bagi siswa. Selain membangun kedekatan kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menumbuhkan kebersamaan, ketenangan, dan kesadaran bahwa setiap ikhtiar harus disertai doa. Inilah karakter yang ingin terus kami tumbuhkan di lingkungan SMA Assaadah Bungah,” tuturnya.

Pelaksanaan Istighosah Bersama dalam program Rabu Diteras menjadi bukti bahwa SMA Assaadah Bungah terus berupaya menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu, karakter, dan nilai-nilai keislaman. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, sekolah berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta kuat secara spiritual.

(Humas/Tim media)