SMA Assaadah Bungah Tingkatkan Fasilitas Pembelajaran dengan Akses WiFi di Setiap Kelas

Foto: Siswa memanfaatkan penggunaan wifi (internet) di kelas dengan pengawasan dari guru mata pelajaran.

GRESIK — SMA Assaadah Bungah terus melakukan peningkatan fasilitas dan sarana-prasarana sekolah untuk mendukung proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyediakan akses WiFi atau internet yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran di ruang kelas.

Fasilitas internet tersebut memungkinkan siswa yang membawa gadget atau smartphone untuk mengakses jaringan internet di ruang kelas masing-masing ketika memang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital.

Meski demikian, penggunaan gadget atau smartphone bukan merupakan kewajiban bagi siswa. SMA Assaadah Bungah tetap memberikan ruang bagi siswa yang tidak membawa atau tidak menggunakan gadget dalam pembelajaran. Fasilitas internet disediakan sebagai sarana pendukung, bukan sebagai tuntutan kepada seluruh siswa.

Dalam penerapannya, sekolah juga menyiapkan sistem pengelolaan penggunaan gadget agar teknologi tetap digunakan secara tertib, terarah, dan bertanggung jawab. Sekolah menyediakan rak khusus atau loker penyimpanan gadget/smartphone siswa di setiap kelas.

Selama proses pembelajaran berlangsung, gadget atau smartphone siswa tidak diperkenankan digunakan secara bebas. Perangkat hanya boleh diambil dan digunakan apabila mendapatkan izin dari guru pengampu mata pelajaran yang sedang mengajar di kelas.

Mekanisme tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan gadget benar-benar memiliki tujuan pembelajaran dan tidak mengganggu konsentrasi siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Guru yang membutuhkan penggunaan gadget/smartphone dalam proses pembelajaran dapat mengambil kunci loker di ruang BK. Setelah mendapatkan izin, siswa dapat menggunakan perangkatnya sesuai dengan arahan dan kebutuhan pembelajaran.

Setelah kegiatan pembelajaran selesai, seluruh gadget atau smartphone kembali dimasukkan ke dalam loker dan dikunci. Selanjutnya, kunci loker dikembalikan kembali ke ruang BK. Sistem tersebut diterapkan sebagai bentuk pengawasan sekaligus pembiasaan kepada siswa agar mampu menggunakan teknologi secara disiplin dan bertanggung jawab.

Waka Sarana dan Prasarana SMA Assaadah Bungah, Ibu Tri Wahyuni, S.Pd., menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas WiFi merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas sarana pendukung pembelajaran.

“Kami berupaya menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran saat ini. Internet sudah menjadi salah satu sumber belajar yang sangat penting. Namun, penggunaannya harus tetap terarah dan tidak mengganggu proses pembelajaran. Karena itu, kami juga menyiapkan sistem loker dan pengelolaan kunci agar penggunaan gadget tetap tertib,” jelasnya.

Menurutnya, sekolah tidak ingin teknologi justru menjadi sumber gangguan dalam proses belajar. Oleh karena itu, fasilitas internet diberikan bersamaan dengan aturan penggunaan yang jelas sehingga siswa belajar memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan dan tujuan.

Sementara itu, Ibu Maulidiyah, S.Pd., salah satu guru mata pelajaran di SMA Assaadah Bungah, menyambut positif adanya fasilitas tersebut.

“Dengan adanya akses WiFi, guru dapat lebih mudah mengembangkan pembelajaran yang memanfaatkan sumber-sumber digital. Misalnya ketika siswa membutuhkan referensi tambahan, mencari informasi, mengakses bahan pembelajaran, atau menggunakan platform pembelajaran tertentu. Namun, yang paling penting adalah penggunaannya tetap berada dalam arahan guru,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa mekanisme penggunaan gadget melalui izin guru juga membantu menciptakan suasana kelas yang lebih kondusif.

“Anak-anak tetap bisa belajar menggunakan teknologi, tetapi mereka juga belajar disiplin. Kapan gadget boleh digunakan dan kapan harus disimpan kembali. Ini menjadi bagian dari pembelajaran tanggung jawab dan etika dalam menggunakan teknologi,” imbuhnya.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa SMA Assaadah Bungah tidak menutup diri terhadap perkembangan teknologi, tetapi berusaha mengintegrasikannya secara bijak dalam proses pendidikan. Teknologi ditempatkan sebagai alat bantu pembelajaran, sementara kontrol, pendampingan, dan keteladanan guru tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.

Dengan tersedianya akses WiFi di ruang kelas serta sistem loker gadget yang terkontrol, SMA Assaadah Bungah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang digital, tertib, aman, dan tetap berorientasi pada karakter.

“Teknologi menjadi sarana untuk belajar, bukan alasan untuk kehilangan fokus.”

(Humas/Tim Media)

Empat Pleton SMA Assaadah Bungah Semarakkan Gerak Jalan Sidomukti-Bungah

Foto: SIswa-siswi terbaik SMA Assaadah Bungah yang ikut lomba gerak jalan Sidomukti-Bungah dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Gresik — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 kembali ditunjukkan keluarga besar SMA Assaadah Bungah. Sebanyak empat pleton, terdiri atas dua pleton putra dan dua pleton putri, diterjunkan dalam Lomba Gerak Jalan Sidomukti-Bungah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Bungah, Sabtu (15/8/2026).

Lomba gerak jalan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Kegiatan mengambil rute start di Desa Sidomukti dan berakhir di Lapangan Gembus, Bungah.

Empat pleton SMA Assaadah Bungah yang mengikuti perlombaan merupakan siswa-siswi pilihan yang telah melalui proses seleksi internal sekolah. Mereka berasal dari perwakilan berbagai kelas yang dinilai memiliki kesiapan fisik, kedisiplinan, kekompakan, serta semangat untuk membawa nama baik sekolah.

Tidak ingin tampil sekadar sebagai peserta, para siswa telah melakukan persiapan dan latihan secara serius dalam beberapa hari terakhir. Latihan dilakukan untuk meningkatkan kekompakan barisan, ketepatan langkah, ketahanan fisik, serta koordinasi antarpeserta.

Sejak awal persiapan hingga pelaksanaan lomba, para peserta menunjukkan antusiasme dan semangat yang tinggi. Dengan seragam dan barisan yang rapi, mereka berjalan dengan penuh disiplin sambil membawa semangat kemerdekaan di sepanjang rute perlombaan.

Guru pendamping sekaligus Guru Olahraga SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Hendrik Supriyanto, S.Pd., mengapresiasi kesungguhan para siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian persiapan.

“Anak-anak sudah berlatih dengan sungguh-sungguh dalam beberapa hari terakhir. Yang kami tekankan bukan hanya soal menang atau menjadi juara, tetapi bagaimana mereka belajar tentang disiplin, kekompakan, ketahanan fisik, dan tanggung jawab. Semua itu merupakan bagian dari pendidikan karakter,” ungkapnya.

Menurutnya, lomba gerak jalan juga menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan semangat juang dan nasionalisme di kalangan generasi muda.

Sementara itu, Koordinator Ekstrakurikuler SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Ubaidillah Mufti, S.Pd., mengatakan bahwa keterlibatan empat pleton dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif sekolah dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

“Kami ingin memberikan pengalaman kepada siswa bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui gerak jalan ini, mereka belajar tentang perjuangan, kebersamaan, kedisiplinan, dan pantang menyerah. Empat pleton yang kami kirim merupakan siswa-siswi pilihan yang telah melalui seleksi dan siap memberikan yang terbaik untuk SMA Assaadah Bungah,” tuturnya.

Ia berharap pengalaman mengikuti lomba tersebut dapat memberikan kesan positif sekaligus membentuk karakter siswa agar semakin disiplin, tangguh, dan memiliki rasa cinta tanah air.

Bagi SMA Assaadah Bungah, keikutsertaan dalam Lomba Gerak Jalan Sidomukti-Bungah bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran karakter di luar kelas, tempat siswa belajar memaknai kemerdekaan melalui kedisiplinan, kerja sama, perjuangan, dan semangat pantang menyerah.

Dengan langkah yang serempak dan semangat yang membara, empat pleton SMA Assaadah Bungah turut menjadi bagian dari kemeriahan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kecamatan Bungah.

Dari Sidomukti menuju Bungah, satu langkah, satu semangat, untuk Indonesia yang hebat!

(Humas/Tim Media)

Resmi Dilantik, Siswa SMA Assaadah Bungah sebagai Anggota Paskibraka Kabupaten Gresik 2026

Foto: Siswa SMA Assaadah Bungah, Ahmad Bagus Haafizhi (kelas XI-1) bersama rekan-rekannya resmi dilantik oleh Bupati Gresik di pendopo kabupaten menjadi tim paskibraka Pemkab Gresik 2026.

Gresik — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Assaadah Bungah. Salah satu siswa terbaiknya, Ahmad Bagus Haafizhi, siswa kelas XI-1, terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik Tahun 2026.

Ahmad Bagus Haafizhi bersama anggota Paskibraka Kabupaten Gresik lainnya secara resmi dilantik oleh Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.MB., dalam sebuah upacara pelantikan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Gresik.

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi para anggota Paskibraka yang akan mengemban tugas negara pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, yang akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 di Pendopo Pemerintah Kabupaten Gresik.

Bagi Ahmad Bagus Haafizhi, terpilih sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Gresik merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar. Ia tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama keluarga, sekolah, dan Kabupaten Gresik dalam momentum sakral peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.

Menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Gresik merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah. Tugas tersebut membutuhkan kedisiplinan, ketangguhan, kekompakan, tanggung jawab, serta kesiapan fisik dan mental. Berbagai proses seleksi dan latihan yang telah dilalui menjadi bekal penting bagi Ahmad untuk menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Kepala SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Syaiful Hadi, S.Si., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas terpilihnya Ahmad sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Gresik.

“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi Ahmad Bagus Haafizhi dan juga bagi SMA Assaadah Bungah. Menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Gresik bukan sekadar prestasi, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami berpesan agar Ahmad Bagus Haafizhi menjaga disiplin, kekompakan, dan nama baik sekolah selama menjalankan tugas,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan Paskibraka juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan karakter. Nilai-nilai seperti nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan cinta tanah air dapat tumbuh melalui pengalaman nyata selama mengikuti pembinaan dan pelatihan.

Sementara itu, Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si., turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Kami sangat bangga karena Ahmad Bagus Haafizhi mampu melewati proses seleksi dan dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Gresik. Ini adalah kesempatan sekaligus amanah besar. Semoga pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi Ahmad Bagus Haafizhi untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Ahmad Bagus Haafizhi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa SMA Assaadah Bungah lainnya untuk berani berprestasi di berbagai bidang. Sekolah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi siswa untuk mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Dengan dikukuhkannya Ahmad Bagus Haafizhi sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Gresik Tahun 2026, keluarga besar SMA Assaadah Bungah berharap ia dapat menjalankan tugas pada upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 dengan penuh khidmat, disiplin, dan tanggung jawab.

Mengibarkan Sang Merah Putih bukan sekadar menjalankan sebuah tugas seremonial. Di balik setiap langkah dan hentakan pasukan Paskibraka, terdapat semangat perjuangan, penghormatan kepada para pahlawan, serta wujud kecintaan generasi muda terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selamat bertugas, Ahmad Bagus Haafizhi. Kibarkan Merah Putih dengan penuh kehormatan dan kebanggaan!

(Humas/Tim Media)