
Gresik — Di tengah perkembangan industri dan arus globalisasi yang semakin pesat, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu kompetensi penting bagi generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, SMA Assaadah Bungah terus mengoptimalkan kemampuan bahasa asing siswa, salah satunya melalui pembelajaran Bahasa Mandarin yang diberikan baik dalam kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler.
Sebagai salah satu kawasan industri yang berkembang pesat, Kabupaten Gresik menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Dunia pendidikan dituntut mampu membekali siswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri. Penguasaan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin, menjadi salah satu bekal penting untuk membangun komunikasi dan jejaring di lingkungan global.
Pembelajaran Bahasa Mandarin di SMA Assaadah Bungah diampu oleh Ibu Yolanda Duwi Rohma Wati, S.Pd. Melalui pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan kontekstual, siswa diperkenalkan dengan kosakata, percakapan, pelafalan, serta berbagai ungkapan sederhana yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, penguatan Bahasa Mandarin juga dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian, siswa memiliki ruang lebih luas untuk mempraktikkan kemampuan berbahasa secara aktif dan menyenangkan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Assaadah Bungah, Ibu Mela Alista, S.Si., menyampaikan bahwa pengembangan bahasa asing merupakan bagian dari upaya sekolah mempersiapkan siswa menghadapi masa depan.
“Pembelajaran Bahasa Mandarin merupakan salah satu bentuk respons sekolah terhadap perkembangan zaman. Kami ingin siswa memiliki kompetensi yang lebih luas, sehingga ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja, mereka sudah memiliki bekal kemampuan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan global,” ungkapnya.
Menurutnya, pembelajaran bahasa tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan menghafal kosakata, tetapi juga membuka wawasan siswa terhadap budaya dan masyarakat lain. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter siswa yang terbuka, adaptif, dan mampu berkomunikasi lintas budaya.
Guru pengampu Bahasa Mandarin, Ibu Yolanda Duwi Rohma Wati, S.Pd., menjelaskan bahwa antusiasme siswa menjadi salah satu modal penting dalam proses pembelajaran.
“Kami berusaha membuat pembelajaran Bahasa Mandarin lebih komunikatif dan dekat dengan kehidupan siswa. Tidak hanya belajar menulis dan menghafal kosakata, tetapi juga berlatih mengucapkan, mendengar, dan menggunakan bahasa dalam percakapan sederhana,” jelasnya.
Ia berharap siswa tidak merasa bahwa Bahasa Mandarin merupakan bahasa yang sulit dipelajari. Dengan latihan secara konsisten dan suasana pembelajaran yang menyenangkan, kemampuan siswa diharapkan terus berkembang.
Antusiasme juga datang dari siswa. Rizka Arzakiya, siswi kelas XI-6, memberikan respons positif terhadap pembelajaran Bahasa Mandarin di sekolah.
“Menurut saya, belajar Bahasa Mandarin menarik karena menjadi pengalaman baru. Selain menambah kemampuan bahasa asing, kita juga bisa mengenal budaya dan cara berkomunikasi yang berbeda. Saya berharap bisa semakin lancar berbicara Bahasa Mandarin,” ujarnya.
Pengembangan Bahasa Mandarin di SMA Assaadah Bungah menjadi bagian dari visi sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan zaman. Di tengah tumbuhnya kawasan industri Gresik dan semakin terbukanya hubungan dengan dunia internasional, kemampuan berbahasa asing diharapkan menjadi bekal strategis bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, sekaligus bersaing di tingkat global.
Dengan penguatan Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, serta berbagai kompetensi lainnya, SMA Assaadah Bungah terus berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga komunikatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia yang semakin terhubung.
(Humas/Tim Media)
