
Gresik — SMA Assaadah Bungah terus mendorong pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui inovasi pembelajaran Biologi dengan praktik secara langsung untuk mempelajari pertumbuhan tanaman, khususnya proses pertumbuhan kecambah.
Kegiatan pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya memahami konsep pertumbuhan melalui teori, tetapi juga mengamati secara langsung proses biologis yang terjadi pada tanaman. Dengan pendekatan praktik, siswa diajak untuk menghubungkan materi yang dipelajari di kelas dengan fenomena nyata di lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, siswa bersama guru melakukan praktik pengamatan pertumbuhan kecambah yang ditempatkan di dalam wadah. Selama proses pembelajaran, siswa mengamati perubahan yang terjadi pada kecambah serta mencatat perkembangan pertumbuhannya. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman belajar yang memungkinkan siswa memahami bahwa pertumbuhan merupakan proses biologis yang dapat diamati dan diukur.
Guru pengampu Biologi, Ibu Eka Faizatin Nurichah, S.Pd., menjelaskan bahwa praktik menjadi bagian penting dalam pembelajaran Biologi karena siswa dapat memperoleh pengalaman langsung.
“Pembelajaran Biologi akan lebih bermakna ketika siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga melihat dan mengalami sendiri proses yang sedang dipelajari. Melalui pengamatan pertumbuhan kecambah, siswa dapat memahami konsep pertumbuhan secara lebih konkret dan kontekstual,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan praktik juga melatih kemampuan siswa dalam melakukan pengamatan, mencatat data, menemukan perubahan, serta menarik kesimpulan berdasarkan hasil yang mereka peroleh. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan ilmiah siswa.
Salah satu siswa kelas XII-1, M. Daaris Ulwaanul K., memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut.
“Menurut saya, praktik seperti ini membuat materi pertumbuhan lebih mudah dipahami. Kami bisa melihat secara langsung bagaimana kecambah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Jadi, materi yang sebelumnya hanya dibayangkan melalui teori menjadi lebih nyata,” tuturnya.
Pembelajaran kontekstual semacam ini menjadi salah satu upaya SMA Assaadah Bungah dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna. Siswa didorong untuk aktif mengamati, bertanya, menganalisis, serta menemukan pemahaman berdasarkan pengalaman mereka sendiri.
Melalui praktik pertumbuhan kecambah tersebut, pembelajaran Biologi tidak hanya mengajarkan apa itu pertumbuhan, tetapi juga mengajak siswa memahami bagaimana proses pertumbuhan berlangsung melalui pengamatan ilmiah. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kecintaan siswa terhadap ilmu pengetahuan.
(Humas/Tim Media)
