BNN Kabupaten Gresik Berikan Edukasi NAPZA dan HIV/AIDS kepada Siswa Baru SMA Assaadah Bungah

Foto: Narasumber dari BNN sedang melakukan sesi seminar di SMA Assaadah Bungah

Gresik — SMA Assaadah Bungah menggelar seminar edukatif bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula YPPQ dan diikuti oleh sekitar 300 siswa-siswi baru kelas X dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.

Seminar ini mengangkat tema “Pengenalan, Pencegahan, dan Penanggulangan Isu NAPZA-HIV/AIDS di Kalangan Remaja”. Narasumber dari BNN Kabupaten Gresik menyampaikan materi secara komprehensif mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta kaitannya dengan penyebaran HIV/AIDS di kalangan remaja.

Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman tentang jenis-jenis NAPZA, dampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum bagi penyalahguna. Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya sikap preventif melalui penguatan karakter, pergaulan sehat, serta keberanian untuk menolak ajakan negatif dari lingkungan sekitar.

Suasana seminar berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab dan diskusi, yang membahas berbagai fenomena sosial yang sering dihadapi remaja saat ini. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya NAPZA serta mendorong pola hidup sehat dan bertanggung jawab.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatulloh, S.Si., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Seminar ini sangat penting sebagai bekal awal bagi siswa baru dalam menghadapi tantangan pergaulan di masa remaja. Kami berharap melalui edukasi dari BNN, para siswa memiliki pemahaman yang kuat untuk menjauhi NAPZA serta mampu menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, SMA Assaadah Bungah menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif, serta membekali peserta didik dengan wawasan penting terkait kesehatan dan kehidupan sosial di era modern.

(Humas/Tim Media)