Tuntas Gelar TKA 2026, Siswa Kelas XII SMA Assaadah Bungah Ikuti Ujian dengan Pengawasan Silang

Foto: Kegiatan ujian TKA (Tes Kompetensi Akademik) siswa-siswi SMA Assaadah Bungah.

GRESIK — Siswa kelas XII SMA Assaadah Bungah telah menyelesaikan pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang berlangsung selama empat hari, pada 26–29 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan TKA periode pertama yang diselenggarakan secara serentak secara nasional. Seluruh peserta mengikuti ujian dengan tertib melalui fasilitas laboratorium komputer yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.

Dalam pelaksanaannya, SMA Assaadah Bungah memanfaatkan tiga ruang laboratorium komputer yang dibagi menjadi lima kelas ujian. Pengaturan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tes sekaligus memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku.

TKA menjadi salah satu bentuk evaluasi untuk mengukur capaian kompetensi akademik siswa pada jenjang pendidikan menengah. Bagi siswa kelas XII, pelaksanaan tes ini menjadi pengalaman penting dalam mengukur kemampuan akademik setelah menempuh proses pembelajaran selama tiga tahun di bangku SMA.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan TKA kali ini adalah penerapan sistem pengawasan silang. Para siswa tidak diawasi oleh guru dari sekolah sendiri, melainkan oleh pengawas yang berasal dari sekolah lain. Sistem ini diterapkan untuk menjaga objektivitas, integritas, transparansi, serta kredibilitas pelaksanaan ujian.

Selama empat hari pelaksanaan, para siswa mengikuti tahapan ujian sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan. Dukungan sarana laboratorium komputer, kesiapan teknis, serta koordinasi panitia sekolah menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan dengan lancar.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Assaadah Bungah, Ibu Mela Alista, S.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa kelas XII yang telah mengikuti TKA hingga selesai. Menurutnya, pelaksanaan TKA merupakan bagian dari proses evaluasi akademik yang perlu diikuti dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan kesungguhan.

“Alhamdulillah, pelaksanaan TKA di SMA Assaadah Bungah telah berlangsung selama empat hari dan seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan. Kami mengapresiasi semangat dan kesungguhan siswa kelas XII dalam mengikuti setiap tahapan ujian. Kami juga berterima kasih kepada seluruh panitia, proktor, teknisi, serta pengawas silang dari sekolah lain yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini,” ungkap Bu Mela.

Lebih lanjut, ia berharap hasil TKA dapat menjadi gambaran capaian akademik siswa sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Para siswa juga diharapkan dapat menjadikan pengalaman mengikuti TKA sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Penerapan pengawasan silang dalam pelaksanaan TKA turut menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya integritas dalam dunia pendidikan. Kejujuran dan tanggung jawab merupakan nilai yang harus dijunjung tinggi, bukan hanya ketika mengikuti ujian, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berakhirnya pelaksanaan TKA pada 29 Oktober 2026, siswa kelas XII SMA Assaadah Bungah telah menuntaskan salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademik mereka. Sekolah berharap hasil yang diperoleh dapat menjadi bekal positif bagi para siswa dalam mempersiapkan masa depan, baik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun menapaki dunia kerja.

Keberhasilan pelaksanaan TKA ini sekaligus menjadi wujud komitmen SMA Assaadah Bungah dalam mendukung penyelenggaraan evaluasi pendidikan yang tertib, objektif, dan berintegritas, serta terus meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik.

(Humas/Tim Media)

Perkuat Kolaborasi Guru, SMA Assaadah Bungah Gelar Rapat Komunitas Belajar Rumpun IPA

Foto: Kegiatan rapat Kombel IPA untuk guru-guru rumpun mapel IPA.

GRESIK — SMA Assaadah Bungah terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kolaborasi dan koordinasi antarguru. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar rapat Komunitas Belajar (Kombel) rumpun Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebagai wadah komunikasi, diskusi, dan perencanaan program pembelajaran bagi guru-guru mata pelajaran dalam rumpun tersebut.

Rapat Kombel IPA diselenggarakan untuk memperkuat koordinasi antarguru, menyusun program pengembangan pembelajaran, serta merancang berbagai strategi guna meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi siswa SMA Assaadah Bungah. Melalui forum ini, para guru dapat saling bertukar gagasan, berbagi pengalaman, dan membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran.

Salah satu fokus utama rapat adalah menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan pembelajaran agar pelayanan pendidikan kepada siswa dapat berlangsung lebih optimal dan efektif. Kesamaan pemahaman antarguru dinilai penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang terarah, berkesinambungan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Selain membahas strategi pembelajaran, Kombel IPA juga menjadi ruang untuk merancang program-program unggulan rumpun IPA. Perencanaan tersebut diharapkan mampu mendorong siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap fenomena alam dan perkembangan ilmu pengetahuan. Penguatan pembelajaran juga diarahkan untuk membuka peluang bagi siswa dalam mengikuti berbagai kompetisi akademik dan meraih prestasi gemilang.

Staff Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sekaligus Guru Matematika, Ibu Rohmatus Tsaniyah, M.Pd., menyampaikan bahwa keberadaan Komunitas Belajar memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. Menurutnya, kolaborasi antarguru menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan pembelajaran yang berkualitas.

“Melalui Kombel IPA, kami berharap koordinasi antarguru semakin kuat dan setiap guru memiliki pemahaman yang selaras dalam memberikan pelayanan pembelajaran kepada siswa. Forum ini juga menjadi kesempatan untuk saling berbagi praktik baik, menyampaikan ide, serta merancang program yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa SMA Assaadah Bungah,” ungkap Rohmatus Tsaniyah.

Sementara itu, Guru Biologi, Ibu Eka Faizatin Nurichah, S.Pd., menilai bahwa koordinasi dalam rumpun mata pelajaran IPA sangat penting untuk membangun pembelajaran yang lebih terpadu dan menarik. Menurutnya, setiap mata pelajaran dalam rumpun IPA memiliki keterkaitan yang dapat dikembangkan melalui pendekatan pembelajaran yang kolaboratif.

“Rapat Kombel ini menjadi ruang yang sangat positif bagi kami untuk menyamakan persepsi dan merancang kegiatan pembelajaran yang lebih efektif. Dengan adanya koordinasi dan kolaborasi, kami dapat saling memberikan masukan serta mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik, sehingga siswa semakin termotivasi untuk belajar dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan,” tutur Bu Eka.

Melalui kegiatan Kombel IPA, guru-guru diharapkan tidak hanya menjalankan pembelajaran sesuai dengan tugas masing-masing, tetapi juga membangun budaya belajar bersama. Kolaborasi tersebut memungkinkan para guru untuk terus melakukan refleksi, mengevaluasi proses pembelajaran, dan mengembangkan inovasi sesuai dengan kebutuhan siswa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen SMA Assaadah Bungah dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan mutu. Sinergi antarguru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang semakin berkualitas, meningkatkan kompetensi peserta didik, serta membuka jalan bagi lahirnya berbagai prestasi akademik.

Dengan semangat kolaborasi melalui Komunitas Belajar, rumpun IPA SMA Assaadah Bungah bertekad untuk terus berinovasi, memperkuat kualitas pembelajaran, dan mengantarkan siswa meraih prestasi gemilang.

(Humas/Tim media)