SMA Assaadah Bungah Gelar Istighosah Bersama, Perkuat Karakter Berbasis Pesantren

Foto: Siswa-siswi melaksanakan istighosah pada kegiatan Rabu Diteras

Gresik — SMA Assaadah Bungah kembali melaksanakan program Rabu Diteras sebagai bagian dari penguatan karakter dan pembentukan budaya sekolah berbasis pesantren. Pada Rabu, 12 Agustus 2026, kegiatan Rabu Diteras diisi dengan Istighosah Bersama yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII.

Kegiatan tersebut diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta didik bersama wali kelas, jajaran pimpinan sekolah, serta sebagian karyawan yang bertugas. Suasana religius dan penuh kekhusyukan mewarnai pelaksanaan istighosah sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sekolah.

Istighosah dipimpin oleh Bapak Muhammad Afif, M.Pd.I. Melalui lantunan doa dan dzikir bersama, seluruh warga sekolah diajak untuk senantiasa memohon pertolongan, keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta kelancaran dalam menjalankan berbagai aktivitas dan tanggung jawab.

Kegiatan istighosah menjadi salah satu indikator penting dalam program penguatan karakter SMA Assaadah Bungah yang berbasis pesantren. Pendidikan karakter tidak hanya diarahkan pada aspek kedisiplinan dan prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi siswa yang religius, berakhlak, memiliki kesadaran spiritual, dan mampu mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Mela Alista, S.Si., menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti istighosah memiliki posisi penting dalam membangun keseimbangan antara kompetensi akademik dan karakter siswa.

“Kami ingin pembelajaran di SMA Assaadah Bungah tidak hanya menghasilkan siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan karakter yang baik. Istighosah menjadi ruang bagi kita semua untuk melakukan refleksi, berdoa, dan memohon keberkahan dalam setiap proses pendidikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatulloh, S.Si., menegaskan bahwa pembiasaan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter siswa.

“Istighosah bersama menjadi pembiasaan positif bagi siswa. Selain membangun kedekatan kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menumbuhkan kebersamaan, ketenangan, dan kesadaran bahwa setiap ikhtiar harus disertai doa. Inilah karakter yang ingin terus kami tumbuhkan di lingkungan SMA Assaadah Bungah,” tuturnya.

Pelaksanaan Istighosah Bersama dalam program Rabu Diteras menjadi bukti bahwa SMA Assaadah Bungah terus berupaya menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu, karakter, dan nilai-nilai keislaman. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, sekolah berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta kuat secara spiritual.

(Humas/Tim media)