Pemilihan Pengurus MPK SMA Assaadah Bungah Berlangsung Demokratis, Ibnun Nahdah Fikrullah Terpilih sebagai Ketua MPK

Foto: Pelaksanaan pemilihan pengurus MPK siswa-siswi SMA Assaadah Bungah periode 2026/2027.

Gresik — SMA Assaadah Bungah kembali memberikan ruang kepada siswa untuk belajar secara langsung tentang demokrasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan melalui kegiatan Pemilihan Pengurus Majelis Perwakilan Kelas (MPK) periode Tahun Ajaran 2026–2027.

Kegiatan pemilihan berlangsung secara demokratis pada Ahad (16/8/2026) bertempat di Ruang Laboratorium SMA Assaadah Bungah. Pemilihan diikuti oleh perwakilan siswa dari seluruh kelas X, XI, dan XII.

Dalam kegiatan tersebut, setiap kelas mengirimkan dua orang siswa sebagai perwakilan. Secara keseluruhan terdapat 27 perwakilan kelas yang hadir dan berpartisipasi dalam proses pemilihan pengurus MPK. Para perwakilan tersebut diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menentukan calon pemimpin yang dinilai mampu menjalankan amanah sebagai pengurus MPK.

Proses pemilihan berlangsung dalam suasana tertib dan demokratis. Para siswa tidak hanya belajar memilih seorang pemimpin, tetapi juga memahami bahwa setiap suara memiliki arti dan harus digunakan secara bertanggung jawab.

Dari proses pemilihan tersebut, Ibnun Nahdah Fikrullah kelas XI-1 terpilih sebagai Ketua MPK SMA Assaadah Bungah periode Tahun Ajaran 2026–2027.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pembina OSIS-MPK, Ibu Siti Lailatul Arodah, M.Si., serta Waka Kesiswaan SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Sholeh Al Qoyyim Hidayatullah, S.Si. Kehadiran para pembina dan jajaran kesiswaan menjadi bagian dari proses pendampingan agar pelaksanaan pemilihan berjalan tertib sekaligus memberikan pengalaman organisasi yang positif bagi para siswa.

Pembina OSIS-MPK SMA Assaadah Bungah, Ibu Siti Lailatul Arodah, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pemilihan MPK menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang sangat penting bagi siswa.

“Pemilihan MPK ini bukan hanya tentang memilih ketua dan pengurus organisasi. Lebih dari itu, anak-anak belajar bagaimana menyampaikan aspirasi, menentukan pilihan, menghargai perbedaan pendapat, serta menerima hasil keputusan bersama. Inilah praktik demokrasi yang mereka alami secara langsung di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya, MPK memiliki peran strategis dalam membangun budaya organisasi siswa. Para pengurus diharapkan mampu menjadi representasi aspirasi siswa sekaligus menjadi mitra OSIS dan sekolah dalam menciptakan berbagai kegiatan yang positif.

Sementara itu, Ibnun Nahdah Fikrullah, yang terpilih sebagai Ketua MPK periode 2026–2027, mengungkapkan rasa syukur sekaligus tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Bagi saya, menjadi Ketua MPK bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap dapat menjalankan tugas dengan baik dan menjadi jembatan bagi aspirasi teman-teman,” tuturnya.

Ibnun juga menyampaikan komitmennya untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan seluruh siswa, pengurus OSIS-MPK, serta pihak sekolah.

“Saya ingin MPK menjadi wadah yang benar-benar mampu mendengar dan menyampaikan aspirasi siswa. Saya juga berharap seluruh pengurus nantinya dapat bekerja sama, saling mendukung, dan menjalankan amanah ini dengan penuh kejujuran serta tanggung jawab,” tambahnya.

Pemilihan pengurus MPK tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan karakter dan pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah. Melalui pengalaman berorganisasi, siswa dilatih untuk memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, berpikir kritis, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah diambil bersama.

SMA Assaadah Bungah berharap terpilihnya Ibnun Nahdah Fikrullah sebagai Ketua MPK periode 2026–2027 dapat membawa semangat baru dalam organisasi siswa. MPK diharapkan semakin aktif menjadi wadah aspirasi sekaligus ikut menciptakan lingkungan sekolah yang demokratis, berkarakter, religius, dan berprestasi.

“Dari ruang pemilihan, lahir pembelajaran demokrasi. Dari suara siswa, tumbuh pemimpin masa depan”

(Humas/Tim Media)