SMA Assaadah Bungah Jadi Panitia Istighosah Keluarga Besar YPPQ, Perkuat Silaturahmi dan Spiritualitas

Foto: Kegiatan Istighosah Keluarga Besar YPPQ (Yayasan pondok pesantren Qomaruddin).

GRESIK — Keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin (YPPQ) Bungah, Gresik, menggelar kegiatan istighosah bersama pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB di Musala YPPQ ini menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas, memanjatkan doa bersama, serta mempererat tali silaturahmi di lingkungan yayasan. Dalam pelaksanaannya, SMA Assaadah Bungah mendapat tanggung jawab sebagai penyelenggara sekaligus panitia kegiatan.

Kegiatan istighosah diikuti oleh keluarga besar YPPQ sebagai bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan, keberkahan, dan kelancaran dalam menjalankan berbagai aktivitas pendidikan serta pengabdian kepada masyarakat. Penyelenggaraan kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya menjaga tradisi keagamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan pesantren.

Rangkaian acara diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh para peserta. Lantunan ayat suci tersebut menjadi pembuka yang menyejukkan sekaligus mengantarkan jamaah untuk mengikuti kegiatan dengan khusyuk. Setelah itu, acara dibuka oleh pembawa acara (MC), kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua YPPQ, K.H. Abdul Qodir, S.T.

Dalam sambutannya, Ketua YPPQ menyapa keluarga besar yayasan dan mengawali rangkaian kegiatan istighosah. Kehadiran para peserta dalam kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan YPPQ.

Acara kemudian dilanjutkan dengan istighosah yang dipimpin oleh K.H. Ali Murtadlo. Para jamaah mengikuti rangkaian doa dengan khusyuk, memohon pertolongan dan rida Allah Swt. agar seluruh aktivitas keluarga besar YPPQ senantiasa diberikan kemudahan, keselamatan, dan keberkahan.

Rangkaian kegiatan semakin khidmat dengan pembacaan tahlil dan doa yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Qomaruddin, Dr. K.H. M. Ala’uddin, Lc., M.SEI. Melalui doa bersama tersebut, para peserta memanjatkan harapan agar lembaga pendidikan di bawah naungan YPPQ terus berkembang dan mampu menjalankan amanah pendidikan dengan baik.

Guru SMA Assaadah Bungah, Bapak Muhammad Afif, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan istighosah memiliki makna penting bagi keluarga besar YPPQ, bukan hanya sebagai sarana berdoa bersama, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ikatan spiritual dan kebersamaan antarwarga yayasan.

“Alhamdulillah, kegiatan istighosah ini menjadi momentum yang baik bagi keluarga besar YPPQ untuk bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah Swt. Melalui tadarus Al-Qur’an, istighosah, tahlil, dan doa, kita berharap memperoleh keberkahan serta kemudahan dalam menjalankan amanah masing-masing. Kegiatan ini juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga silaturahmi dan memperkuat kebersamaan dalam lingkungan yayasan,” ungkap Muhammad Afif.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada SMA Assaadah Bungah untuk bertanggung jawab sebagai panitia penyelenggara. Menurutnya, keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi keluarga besar sekolah untuk berkontribusi dalam kegiatan keagamaan yayasan sekaligus memperkuat semangat pengabdian dan kerja sama.

Tanggung jawab sebagai panitia tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan teknis kegiatan, tetapi juga mencerminkan sinergi antarlembaga di bawah naungan YPPQ. Melalui kerja sama dan koordinasi yang baik, kegiatan keagamaan diharapkan dapat berlangsung tertib, lancar, dan memberikan manfaat spiritual bagi seluruh peserta.

Pelaksanaan istighosah di Musala YPPQ ini menegaskan bahwa pendidikan di lingkungan pesantren tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual, akhlak, dan kebersamaan. Tradisi doa bersama menjadi salah satu sarana untuk menjaga keseimbangan antara ikhtiar lahiriah dan batiniah dalam menjalankan berbagai tanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, keluarga besar YPPQ diharapkan semakin mempererat ukhuwah Islamiah, menjaga tradisi keagamaan, dan memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan. Kepercayaan kepada SMA Assaadah Bungah sebagai panitia juga menjadi wujud partisipasi aktif sekolah dalam mendukung kegiatan yayasan serta merawat nilai-nilai religius yang menjadi landasan pengabdian keluarga besar YPPQ.

(Humas/Tim Media)

KTS SMA Assaadah Bungah 2026, Ajang Kompetisi dan Kreativitas Antarkelas

Foto: Peserta lomba duta sekolah dari amsing-masing perwakilan kelas sedang unjuk kompetisi.

GRESIK — SMA Assaadah Bungah menggelar Kegiatan Tengah Semester (KTS) pada 20–22 Oktober 2026 dengan menghadirkan berbagai perlombaan antarkelas di bidang akademik dan nonakademik. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa dari seluruh kelas X, XI, dan XII. Selain menjadi sarana penyegaran setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, KTS juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, sportivitas, dan keterampilan berorganisasi.

Beragam perlombaan diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam menunjukkan kemampuan terbaiknya. Beberapa di antaranya adalah lomba debat, permainan tradisional atau permainan rakyat, serta Ajang Duta Sekolah. Setiap perlombaan memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

Lomba debat menjadi salah satu kegiatan yang mengasah kemampuan akademik siswa. Melalui kompetisi ini, peserta dilatih untuk berpikir kritis, menyusun argumentasi secara logis, menyampaikan pendapat dengan percaya diri, serta menanggapi pandangan berbeda secara santun. Keterampilan tersebut penting untuk membentuk siswa yang mampu berdiskusi secara terbuka dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang.

Sementara itu, perlombaan permainan tradisional menghadirkan suasana kebersamaan dan keceriaan di lingkungan sekolah. Permainan rakyat tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kerja sama, kekompakan, kejujuran, dan sportivitas. Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenal kembali permainan tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya yang perlu dilestarikan di tengah perkembangan teknologi dan hiburan modern.

Adapun Ajang Duta Sekolah menjadi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kepribadian, wawasan, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap nilai-nilai yang dijunjung oleh SMA Assaadah Bungah. Ajang ini diharapkan dapat mendorong lahirnya siswa yang mampu menjadi teladan bagi teman sebaya, memiliki rasa percaya diri, serta turut menjaga nama baik dan citra positif sekolah.

Pembina OSIS-MPK SMA Assaadah Bungah, Ibu Siti Lailatul Arofah, M.Si., menyampaikan bahwa Kegiatan Tengah Semester memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan potensi siswa di luar pembelajaran di kelas. Menurutnya, kegiatan yang dikemas melalui perlombaan dapat menjadi sarana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun karakter peserta didik.

“KTS bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu di tengah semester, melainkan juga kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan rasa percaya diri. Melalui lomba debat, permainan tradisional, dan Ajang Duta Sekolah, siswa dapat belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, berkompetisi secara sehat, serta bertanggung jawab terhadap peran masing-masing. Kami berharap seluruh peserta dapat mengambil pengalaman dan nilai positif dari setiap perlombaan,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat mempererat hubungan antarsiswa dari berbagai tingkat kelas. Interaksi dalam perlombaan menjadi kesempatan untuk saling mengenal, membangun solidaritas, dan menciptakan suasana sekolah yang lebih akrab serta harmonis.

Pelaksanaan KTS pada 20–22 Oktober 2026 menunjukkan bahwa kegiatan sekolah dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang menyeluruh. Pengembangan kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter, pelestarian budaya, keterampilan sosial, dan penguatan rasa percaya diri siswa.

Melalui Kegiatan Tengah Semester ini, SMA Assaadah Bungah berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga belajar tentang arti kerja keras, sportivitas, tanggung jawab, dan kebersamaan. Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi bekal bagi siswa untuk meraih prestasi serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.

(Humas/Tim Media)